Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
AHLI gizi lulusan Universitas Indonesia Vania mengatakan camilan bisa memberikan manfaat jika dikonsumsi dengan bijak. Salah satunya dengan mengkonsumsi camilan yang berasal dari whole food atau makanan yang tidak mengalami proses pengolahan terlalu lama.
Terdapat beberapa pilihan camilan sehat seperti buah-buahan segar, sayuran mentah, kacang-kacangan, dan yogurt rendah gula yang dapat membantu menambah asupan nutrisi.
"Buah-buahan, khususnya apel, menjadi pengganti snacking yang sangat baik karena nutrisi dan kandungan flavonoid yang dimilikinya. Mengonsumsi makanan yang mengandung flavonoid dapat mengurangi risiko berbagai penyakit, mulai dari diabetes, hingga kanker," kata Vania, dikutip Kamis (22/8).
Baca juga : 5 Makanan Tinggi Serat yang Wajib Dikonsumsi
Sejauh ini, menurut Vania, kebiasaan mengemil identik dengan makanan-makanan processed food, makanan yang sudah melalui banyak proses pengolahan, seperti gorengan yang sudah melalui proses penggorengan.
Terdapat lima alasan yang membuat seseorang mengonsumsi camilan yang tidak sehat, yaitu mudah ditemukan atau ada dimana-mana, rasanya enak, murah, nagih, dan menjadi hal yang dianggap menyenangkan.
Makanan yang sudah melalui banyak proses pengolahan biasanya tinggi gula, garam, dan lemak.
Baca juga : Jaga Kesehatan Anak dengan Memastikan Kebersihan Sayur, Buah, dan Alat Makan
"Makanan tinggi garam, gula, lemak itu, seharian kita kan ada ada batasan jumlah konsumsinya yang bisa dimakan. Nah, makanan-makanan ini
biasanya kalau kita mulai perhatiin nutrisinya atau tahu cara masaknya kaya gimana, kita akan tahu juga kalau dikonsumsi sedikit aja tuh tidak kenyang tapi tinggi jumlah garam, gula, lemaknya," papar Vania.
Adapun, ngemil sendiri sudah menjadi kebiasaan yang lumrah dalam kehidupan sehari-hari, karena orang sering merasakan keinginan untuk makan sesuatu di antara waktu makan utama karena adanya rasa lapar yang muncul beberapa jam setelah makan, penurunan energi yang bisa diatasi dengan ngemil atau keinginan menikmati rasa makanan tertentu.
Namun, sebagian besar orang cenderung menghindari camilan, karena dianggap tidak sehat. Padahal, menurut data, ngemil sebenarnya bisa menjadi kebiasaan yang baik asalkan memilih camilan yang sehat. (Ant/Z-1)
Kandungan natrium (garam) dalam satu bungkus mi instan, khususnya varian kuah, sangatlah tinggi yakni mencapai lebih dari 1.000 miligram.
Kandungan gula yang disamarkan ini sering ditemukan pada jenis makanan ultraprocessed food (UPF).
Orangtua juga diminta mewaspadai Bahan Tambahan Pangan (BTP) seperti pewarna atau penyedap rasa yang sering ditambahkan ke dalam makanan.
Pemeriksaan ini dilakukan karena ada laporan pada Sabtu (24/1) yang menduga makanan tersebut terbuat dari bahan Polyurethane Foam (PU Foam) atau material busa kasur maupun spon cuci.
Kebiasaan menyimpan makanan sisa yang sudah matang sempurna untuk kemudian dipanaskan kembali adalah praktik yang kurang baik bagi kesehatan dan kualitas nutrisi.
Makanan yang sejak awal sudah diolah dengan suhu tinggi, seperti digoreng atau dibakar, sangat rentan mengalami degradasi nutrisi jika kembali terkena panas.
INDONESIA turut ambil bagian dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN Muslim Youth Summit (ASEAMYS) 2026 yang digelar di Brisbane Technology Park, Australia, pada 6-7 Februari 2026.
Makan pada saat sahur adalah kunci energi selama puasa.
Beberapa penelitian dan pendapat medis menyebutkan bahwa puasa dapat mengurangi kejadian atau keparahan gangguan asam lambung seperti maag dan GERD.
PADA Senin, 2 Februari 2026, dibentuk Forum Organisasi Profesi Kedokteran dan Kesehatan Indonesia (FOPKKI) sebagai forum koordinasi dan komunikasi nasional.
Saat ini, fasilitas kesehatan maupun SDM kesehatan di Indonesia sudah sangat baik dan tidak kalah dengan rumah sakit di Malaysia maupun Singapura.
Efek dehidrasi ringan akan semakin terasa jika tubuh tidak terhidrasi selama sekitar tiga jam.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved