Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
Menjaga kesehatan anak adalah hal penting yang harus selalu dilakukan para orangtua. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan menjaga kebersihan, termasuk makanan dan alat makan sang buah hati.
Menurut survei Kesehatan Indonesia 2023, ada 17,4% rumah tangga di Indonesia yang mengonsumsi 3 hingga 4 porsi sayur dan buah setiap hari. Ini menunjukkan ada cukup anyak banyak keluarga yang menyadari pentingnya pemenuhan kebutuhan nutrisi seimbang melalui asupan sayur dan buah.
Namun, di tengah upaya tersebut, masih banyak orangtua yang belum sepenuhnya memahami bahwa sayur dan buah yang tampak bersih pun dapat menyimpan bahaya tersembunyi yang mengancam kesehatan anak.
Baca juga : Picky Eater pada Anak, Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya
Dokter Spesialis Anak, Miza Dito Afrizal, mengatakan imunitas anak di bawah usia 10 tahun belum sepenuhnya matang. Oleh karena itu, hanya memastikan makanan terlihat bersih tidaklah cukup.
"Ibu harus memastikan makanan untuk keluarga, terutama anak, benar-benar aman untuk dikonsumsi. Sayur dan buah yang tampaknya segar bisa saja dilapisi dengan wax (lilin) non-food grade yang tidak memiliki izin BPOM," kata Miza dalam acara Sunlight Biocare Nature di Senayan Park, Jakarta pada Jumat (26/7).
"Wax ini tidak akan luruh hanya dengan mencuci menggunakan air atau produk pencuci piring yang kualitasnya tidak terjamin. Dalam jangka panjang, ini bisa membahayakan sistem pencernaan anak dan menimbulkan gejala seperti mual, muntah, atau sakit perut," imbuhnya.
Baca juga : Jaga Makanan Anak dengan Nutrisi dan Kebersihan
Tak hanya itu, menurut Miza, peralatan masak dan makan, terutama untuk anak, juga memerlukan perhatian khusus dalam hal kehigienisannya. Orangtua harus cermat memilih produk sabun cuci piring yang berkualitas.
"Jika residu terakumulasi bisa menimbulkan bahaya kesehatan seperti gangguan pada lapisan sel di saluran usus, yang berpotensi menyebabkan alergi makanan, maag, diabetes, obesitas, sirosis hati, hingga gangguan spektrum autism," jelasnya.
Oleh karena itu, untuk melindungi daya tahan tubuh bayi serta menunjang tumbuh kembangnya secara keseluruhan, pastikan sabun cuci yang digunakan berkualitas dan aman.
"Guna menjaga daya tahan tubuh anak dan mendukung tumbuh kembangnya secara optimal, pastikan sabun cuci piring yang digunakan benar-benar berkualitas dan aman untuk mencuci bahan makanan maupun peralatan masak dan makan," pungkasnya. (Z-11)
Kampanye ini juga melibatkan komunitas setempat untuk membantu menyebarluaskan informasi mengenai pentingnya air higienis.
BANJIR melanda beberapa titik di daerah Jakarta. Saat berada di daerah banjir sebaiknya selalu waspada dan hati-hati karena banyak bahaya.Ini daftar makanan yang harus dibuang setelah banjir.
Regulasi ini juga mengatur prosedur spesifik pembersihan galon, termasuk penyikatan bagian dalam galon selama 30 detik dan pembilasan selama 10 detik.
Alvalab, penyedia layanan pengujian laboratorium makanan turut berpartisipasi dan memberikan edukasi mengenai pentingnya kandungan pangan yang aman dan higienis.
ASPIRASI Pengawasan Perlindungan Air Minum dan Air Bersih Indonesia (Asdamindo) mengadakan seminar dan pelatihan terkait manajemen higienis serta sanitasi.
Akan lebih baik jika MPASI yang diberikan pada anak dibuat langsung di rumah. Ibu dapat memastikan proses pembuatan terhindar dari berbagai kontaminasi bakteri.
Selain gangguan perilaku seperti hiperaktif dan sulit konsentrasi, paparan layar berlebih juga memicu gangguan tidur.
Langkah pertama yang harus diperhatikan bukan sekadar menahan lapar, melainkan kesiapan fisik dan psikis sang anak untuk berpuasa di bulan Ramadan.
Ledakan emosi orangtua sering kali dipicu oleh kondisi fisik dan psikis yang sedang tidak stabil.
Emosi yang bergejolak sering kali menjadi penghalang bagi orangtua untuk berpikir jernih.
Batuk pada kasus PJB memiliki mekanisme yang berbeda dengan batuk akibat virus atau bakteri pada umumnya.
Anak-anak adalah kelompok yang paling rentan saat bencana terjadi. Hal ini karena mereka umumnya belum memiliki kemampuan untuk mengekspresikan emosi secara verbal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved