Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) mengatakan cakupan imunisasi human papillomavirus (HPV), yang dicanangkan untuk mencegah kanker serviks, kini mencapai 95% untuk dosis pertama dan 90% untuk dosis kedua. Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kemenkes Yudhi Pramono mengatakan pemberian imunisasi HPV diintegrasikan dengan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS), dengan target anak perempuan usia kelas 5 SD untuk dosis pertama dan kelas 6 SD untuk dosis kedua.
"Termasuk anak perempuan usia sekolah di luar sekolah. Jadi, mereka tidak bersekolah usia 11 dan 12 tahun," kata Yudhi di Jakarta, Selasa (13/8).
Adapun introduksi imunisasi dilakukan secara bertahap, mulai dari tahun 2016-2021 di 20 kabupaten dan kota, kemudian diperluas menjadi 120 kabupaten dan kota pada 2022. Selanjutnya, program itu resmi dicanangkan
secara nasional pada Agustus 2023.
Dia mengatakan cakupan vaksinasi yang mencapai 90 persen bagi anak perempuan dan laki-laki berusia 15 tahun merupakan salah satu dari tiga strategi pemerintah untuk mengeliminasi kanker serviks pada 2030.
Adapun upaya lainnya, sambung Yudhi, yakni skrining bagi perempuan usia 30-69 tahun yang mencapai 75 persen, serta memastikan 90 persen perempuan yang terkena lesi pra-kanker serviks dan kanker menerima pengobatan sesuai standar.
Yudhi mengatakan kanker serviks merupakan jenis kanker terbanyak kedua yang menyerang perempuan di Indonesia. Pada 2022, terdapat sekitar 36 ribu kasus serta 20 ribu kematian, dan 70 persen pasien datang ketika penyakit itu sudah di stadium lanjut.
Dia merujuk pada data 2023 Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, yang menunjukkan bahwa biaya penanganan kanker sekitar Rp 5,9 triliun sehingga perlu pencegahan dan pengendalian penyakit katastropik, seperti kanker yang lebih baik. Oleh karena itu, pihaknya berkomitmen dalam upaya pencegahan dan pengendalian kanker serviks dengan mempromosikan sejumlah hal pada Majelis Kesehatan Dunia, antara lain integrasi program imunisasi, skrining dan tata laksana kesehatan remaja, serta kemitraan yang inklusif dengan sektor di luar kesehatan. (Ant/H-3)
Vaksin seperti RSV, hepatitis A, hepatitis B, dengue, serta meningokokus diberikan berdasarkan risiko tertentu.
Difteri masih berbahaya dan bisa muncul diam-diam. Kenali gejala awal, cara penularan, dan risiko fatal penyakit yang sebenarnya dapat dicegah ini.
Pemerintah memperluas imunisasi heksavalen melalui penguatan Program Imunisasi Nasional. Imunisasi terbukti efektif melindungi anak dari penyakit menular berbahaya.
Para orangtua diingatkan untuk mewaspadai penyakit umum selama masa liburan dengan melengkapi imunisasi, terutama penyakit respiratori.
Imunisasi dengan Palivizumab direkomendasikan oleh IDAI untuk mencegah bayi yang lahir prematur mengalami penurunan kesehatan karena infeksi RSV.
IDAI juga menekankan bahwa Imunisasi adalah salah satu intervensi kesehatan yang paling ‘cost-effective’ dan telah menyelamatkan jutaan nyawa anak.
Gizi seimbang adalah kombinasi menu makanan sehari-hari yang mengandung seluruh zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh.
Kemenkes mengungkapkan temuan senior yang merupakan peserta PPDS Unsri melakukan perundungan atau bullying pada juniornya dengan memeras Rp15 juta per bulan
tim kesehatan Dinkes Sumatra Barat juga mulai mewaspadai munculnya berbagai penyakit menular di lokasi-lokasi pengungsian.
Selain penyakit umum, Kemenkes juga memberikan perhatian khusus terhadap penyakit menular dengan tingkat penularan tinggi.
Menurutnya, penerapan perilaku hidup bersih dan sehat harus menjadi kebiasaan sehari-hari anak, baik di rumah maupun di sekolah.
Pada Batch II, sebanyak 366 relawan diberangkatkan dari beberapa titik dalam beberapa gelombang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved