Headline
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Kumpulan Berita DPR RI
SEDARI anak lahir orang tua lah yang memiliki peran paling besar dan paling penting dalam merawat anak.
Peran penting orang tua tersebutlah yang kadang kali menjadikan mereka memberikan asupan berlebih terhadap anak. Hal inilah yang memberikan resiko besar terhadap pola konsumsi anak yang menyebabkan obesitas karena konsumsi berlebih.
Obesitas adalah salah satu penyebab dari ketidakseimbangan kesehatan pada anak, hal tersebut dapat memicu berbagai penyakit datang menghampiri anak.
Baca juga : Cegah Kekerasan Seksual pada Anak, Lihat Anak sebagai Subjek bukan Objek
Obesitas dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah, kadar kolesterol tinggi, hingga kelebihan lemak pada tubuh anak.
Dengan timbulnya berbagai masalah dalam tubuh inilah yang dapat menimbulkan penyakit seperti jantung, diabetes hingga gangguan pernafasan pada anak.
Pola tidak sehat yang mengakibatkan obesitas pada anak ini biasanya disebabkan oleh pola makan anak yang tidak teratur seperti, konsumsi gula, karbohidrat hingga lemak yang terkandung dalam makanan yang disantap oleh anak.
Baca juga : 6 Cara Mengajarkan Kesabaran pada Anak
Makanan dengan kandungan yang tidak sehat biasanya dapat ditemukan pada makanan cepat saji yang sering kali memberikan daya tarik utama bagi anak untuk mengkonsumsinya.
Kurangnya aktivitas fisik dengan lebih sering menonton televisi atau bermain video games juga menjadi pengaruh besar mengapa seorang anak mengalami obesitas.
Sebagai orang tua yang berperan besar dalam tumbuh kembang anak, maka orang tua juga harus melakukan berbagai cara untuk mengurangi aktivitas tidak sehat yang dilakukan oleh anak.
Baca juga : Parents, Tak Perlu Merasa Bersalah Biarkan Anak Screen Time
Mulai dari mengontrol pola makan pada anak dengan cara menyajikan makanan yang bergizi seperti buah, sayuran ataupun protein rendah lemak yang disajikan secara menarik agar memberikan ketertarikan tersendiri kepada anak.
Mengajak anak untuk beraktivitas rutin seperti olah raga secara teratur dapat menghindari anak dalam berdiam diri dirumah tanpa melakukan aktivitas fisik.
Selain itu, apabila orang tua sudah merasa sulit untuk mengontrol kebiasaan buruk anak, maka disarankan untuk melakukan konsultasi medis dan psikologis untuk anak supaya terbantu pengelolaan hingga penjagaan obesitas pada anak. (Z-12)
Minyak sawit sering dianggap berbahaya. Simak fakta ilmiah tentang komposisi lemak, risiko kanker, obesitas, dan kesehatan jantung yang jarang diketahui publik.
Selain gangguan perilaku seperti hiperaktif dan sulit konsentrasi, paparan layar berlebih juga memicu gangguan tidur.
Kasus kanker kolorektal usia muda terus meningkat. Pola makan modern, rendah serat dan tinggi makanan ultra-olahan disebut jadi faktor risiko utama.
Tiga tinjauan Cochrane yang ditugaskan WHO mengungkap potensi besar obat GLP-1 untuk penurunan berat badan, namun pakar peringatkan risiko jangka panjang.
Saat berat badan berlebih, tubuh tidak hanya menyimpan lemak ekstra. Sistem metabolisme ikut berubah.
Satu dari tiga pasien mampu mencapai penurunan berat badan lebih dari 20%, sebuah angka yang selama ini identik dengan hasil terapi suntikan mingguan.
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Child grooming bisa berawal dari kedekatan semu. Orangtua jadi benteng pertama dengan parenting protektif: anak aman bercerita, paham batasan, dan mengenal emosi.
SAAT ini, di Indonesia terdapat sekitar 90 juta anak yang berumur 0-18 tahun, yang berarti hampir 30% dari jumlah penduduk negeri ini yang berjumlah sekitar 280 juta jiwa.
Beberapa buah yang dianggap "sehat" dan "baik untuk jantung" bisa memicu peradangan, memperburuk aliran darah, serta memperlemah kekuatan kaki dengan cara yang tidak terlihat.
Bepergian dengan balita bisa jadi tantangan, terutama terkait tidur dan kenyamanan. Simak tips orang tua menghadapi penerbangan panjang.
Menurut panduan pencegahan kekerasan seksual, waktu terbaik untuk mulai mengerjakan anak tentang batasan tubuh dan persetujuan seksual adalah ketika mereka berusia 5 hingga 14 tahun.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved