Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
MENGAJARKAN kesabaran kepada anak adalah proses yang penting dalam perkembangan emosional dan sosial mereka.
Kesabaran bukan hanya keterampilan yang dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari, tetapi juga merupakan fondasi untuk pengendalian diri dan empati.
Berikut adalah beberapa cara efektif untuk mengajarkan kesabaran kepada anak yang kami rangkum dari beberapa sumber terpercaya.
Baca juga : Parents, Tak Perlu Merasa Bersalah Biarkan Anak Screen Time
Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Developmental Psychology menunjukkan bahwa anak-anak sering meniru perilaku orang dewasa di sekitar mereka, termasuk kemampuan untuk mengendalikan emosi dan bersabar.
Anak-anak belajar banyak dari mengamati orang tua mereka. Menunjukkan kesabaran dalam berbagai situasi sehari-hari membantu anak memahami dan meniru perilaku tersebut.
Menurut sebuah studi dalam Journal of Experimental Child Psychology, memberikan tugas yang menantang namun bisa dicapai dapat membantu anak-anak mengembangkan keterampilan kesabaran dan ketekunan.
Baca juga : Mengapresiasi Mindfulness
Berikan anak-anak tantangan yang memerlukan usaha dan waktu untuk diselesaikan, seperti puzzle atau proyek seni. Ini membantu mereka memahami bahwa beberapa hal memerlukan waktu dan usaha.
Studi klasik oleh Mischel et al. (1972) tentang marshmallow test menunjukkan bahwa anak-anak yang mampu menunda kepuasan cenderung memiliki hasil yang lebih baik dalam kehidupan mereka, termasuk kesabaran yang lebih besar.
Mengajarkan anak-anak untuk menunggu penghargaan dapat meningkatkan kesabaran mereka. Misalnya, berikan mereka pilihan untuk mendapatkan hadiah kecil sekarang atau hadiah yang lebih besar nanti.
Baca juga : Perhatikan! Ini yang Harus Diketahui Orangtua tentang Tantrum pada Anak
Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Child Psychology and Psychiatry menemukan bahwa teknik relaksasi dan mindfulness dapat secara signifikan mengurangi gejala stres dan meningkatkan kemampuan pengendalian diri pada anak-anak.
Ajarkan anak-anak teknik relaksasi seperti pernapasan dalam atau meditasi. Teknik-teknik ini dapat membantu mereka tetap tenang dan sabar dalam situasi yang menegangkan.
Menurut sebuah artikel di Early Childhood Research Quarterly, memberikan penjelasan yang jelas dan menetapkan harapan yang realistis dapat membantu anak-anak mengembangkan kemampuan untuk menunggu dengan sabar.
Baca juga : Marak Tawuran, Pengamat Sosial: Kondisi Emosional Remaja Cenderung Masih Tinggi
Anak-anak perlu memahami mengapa mereka harus menunggu dan apa yang diharapkan dari mereka. Memberikan penjelasan yang jelas tentang waktu tunggu dan alasannya dapat membantu mereka mengembangkan kesabaran.
Studi yang dipublikasikan dalam Behavior Therapy menunjukkan bahwa penghargaan dan pujian dapat memperkuat perilaku positif pada anak-anak, termasuk kesabaran.
Berikan pujian dan penghargaan ketika anak menunjukkan kesabaran. Penguatan positif ini akan mendorong mereka untuk terus berlatih kesabaran.
Mengajarkan kesabaran kepada anak-anak adalah proses yang memerlukan konsistensi dan pemahaman dari orang tua.
Dengan menggunakan metode yang telah terbukti secara ilmiah, orang tua dapat membantu anak-anak mereka mengembangkan keterampilan kesabaran yang penting untuk kehidupan mereka di masa depan.
Model kesabaran, memberikan tantangan yang sesuai usia, menggunakan teknik penghargaan tertunda, mengajarkan teknik relaksasi, memberikan penjelasan yang jelas, serta memuji dan menghargai kesabaran adalah beberapa cara yang efektif untuk mencapai tujuan ini. (Z-10)
Referensi
Ketika seseorang mengalami stres atau kecemasan berlebihan, tubuh akan melepaskan hormon kortisol, yang dapat merusak lapisan lambung menyebabkan gangguan pencernaan.
BAND Zima resmi merilis single terbaru berjudul ‘Muda dan Tak Berguna’, yang menjadi soundtrack film Rest Area produksi Mahakarya Pictures. Lagu ini menjadi denyut emosional
AMANDA Rawles bakal bikin menangis penonton film Indonesia melalui judul terbaru Andai Ibu tidak Menikah dengan Ayah.
Collaborative for Academic Social Emotional Learning (CASEL) mulai mendapat perhatian serius di Indonesia.
Regene Genomics menghadirkan Tes DNA EMO-Q yang bisa mendeteksi hubungan dan emosional pasangan untuk mendapatkan hubungan yang lebih sehat.
Perbaikan masalah sensori bisa membantu memperbaiki area otak yang berkaitan dengan pemahaman tekstur dan penerimaan input dari orang lain.
Pengendara wajib memiliki sisi emosional yang terkontrol agar tidak mengambil keputusan ceroboh yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang-orang di sekitarnya.
FILM drama Musuh Dalam Selimut siap hadir di layar Bioskop tanah air mulai 8 Januari 2026. Cinta segitiga yang penuh plot twist dan memancing emosi para penonton.
Stres bisa memicu perubahan emosi dan respons tubuh.
Semakin remaja mengenali emosi dan nilai-nilainya, semakin mudah ia menentukan langkah dan pilihan hidup yang sesuai.
Kesulitan meregulasi emosi dan impulsivitas bisa menjadi salah satu faktor seorang anak dalam kenakalan yang akhirnya berujung pada tindak kriminal.
Penelitian terbaru mengungkap AI modern seperti ChatGPT mampu menjawab tes kecerdasan emosional lebih akurat dibanding manusia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved