Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
OLAHRAGA adalah salah satu cara paling efektif untuk tetap sehat dan menjadi aktivitas penting bagi setiap orang, termasuk penderita penyakit jantung. Namun, bagi penderita penyakit jantung berolahraga terlalu keras bisa berakibat fatal, sehingga bisa berdampak buruk pada kondisi jantung.
Lalu bagaimana berolahraga yang aman bagi pengidap penyakit jantung? Simak tipsnya.
Berolahraga tidak hanya meningkatkan daya tahan tubuh, tetapi juga merupakan sarana pemulihan yang sehat. Sayangnya tidak semua orang memiliki kondisi fisik yang baik sehingga sulit untuk berolahraga.
Baca juga : Coba Empat Olahraga Ini Untuk Kesehatan Jantung
Oleh karena itu, penting bagi penderita penyakit jantung untuk melakukan olahraga yang sesuai dengan kondisi fisiknya. Karena, olahraga yang terlalu berat dan intens bisa berdampak buruk pada kondisi jantung.
Berikut ini adalah tips aman berolahraga bagi penderita penyakit jantung:
Sebelum berolahraga, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter Anda. Tanyakan apakah olahraga yang ingin Anda lakukan aman bagi kesehatan Anda dan cari tahu aktivitas mana yang harus dihindari.
Baca juga : Terapkan Gaya Hidup Sehat, Cara Utama Cegah Penyakit Jantung
Gerakan olahraga hendaknya dilakukan dengan santai. Ini akan mencegah jantung Anda bekerja terlalu keras.
Disarankan agar semua orang, termasuk penderita penyakit jantung, melakukan pemanasan kurang lebih 5 menit sebelum berolahraga dan melakukan pendinginan setelah berolahraga. Hal ini sangat penting untuk mencegah lonjakan detak jantung secara tiba-tiba yang dapat menimbulkan risiko yang mengerikan.
Pasien jantung sebaiknya berolahraga di dalam ruangan. Hal ini untuk menghindari cuaca yang terlalu panas, terlalu dingin, atau terlalu lembab. Meski demikian, jalan pagi di sekitar perumahan masih diperbolehkan.
Baca juga : Kenali Detak Jantung Sehat
Anda perlu memenuhi kebutuhan cairan tubuh selama latihan. Kalaupun bisa, sebaiknya minumlah sebelum haus.
Hindari berendam di air hangat atau pergi ke sauna setelah berolahraga. Pasalnya, berendam di air hangat membuat jantung bekerja lebih cepat.
Tips olahraga aman untuk penderita jantung selanjutnya adalah dengan selalu memantau detak jantung. Gunakan monitor detak jantung atau mengukur denyut nadi di pergelangan tangan sebelum dan sesudah berolahraga.
Baca juga : Ini Kriteria Penyakit Jantung yang Memerlukan Pemasangan Ring
Rumusnya adalah 220 dikurangi usia Anda. Kemudian 80 persen hasil pengurangan tersebut adalah denyut nadi maksimum. Jika monitor Anda menunjukkan denyut nadi maksimal, segera kurangi olahraga dan istirahat.
Demi alasan keamanan, pasien jantung harus selalu membawa nitroglycerin atau obat lain yang diresepkan oleh dokter saat berolahraga. Ini sangat membantu ketika Anda merasa jantung Anda bekerja lebih cepat.
Kapan Penderita Jantung Harus Istirahat atau Berhenti Berolahraga?
Orang yang menderita penyakit jantung perlu mengetahui kondisi tubuhnya. Penderita penyakit jantung sebaiknya tidak berolahraga terlebih dahulu jika fisiknya tidak sehat.
Jika mengalami salah satu gejala ini, penderita penyakit jantung sebaiknya istirahat dan berhenti berolahraga.
Merasakan gejala berat saat berolahraga seperti nyeri dada, sesak napas yang tidak membaik dengan istirahat, pusing, atau pingsan. Ini bisa menandakan adanya masalah serius pada jantung.
Setelah mengalami serangan jantung, operasi jantung, atau diagnosis kondisi jantung yang serius, dokter biasanya merekomendasikan istirahat total atau mengurangi aktivitas fisik yang intens.
Jika ada perubahan gejala seperti detak jantung yang tidak teratur, peningkatan nyeri dada, atau kelelahan yang berlebihan, ini bisa menjadi tanda untuk menghentikan atau mengubah program olahraga.
Peningkatan risiko penyakit jantung koroner pada golongan darah non-O diduga berkaitan dengan kadar faktor pembekuan darah dan penanda inflamasi yang lebih tinggi.
Nyeri leher tak selalu akibat salah tidur. Dalam kondisi tertentu, sakit leher bisa menjadi gejala serangan jantung. Kenali tanda dan risikonya.
Pola makan berperan besar dalam kesehatan jantung. Kenali 5 jenis makanan tinggi garam, gula, dan lemak yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan sebaiknya dihindari.
Studi terbaru mengungkap tingkat obesitas di AS melonjak drastis hingga 70% setelah standar pengukuran baru yang menggabungkan BMI dengan lingkar pinggang diterapkan.
Studi terbaru mengungkap jalan kaki lebih dari 10 menit dapat menurunkan risiko penyakit kardiovaskular dan kematian dini, terutama bagi orang dengan gaya hidup sedentari.
Kolesterol yang tinggi sering disebut sebagai silent killer dan dapat menjadi penyebab dari berbagai penyakit serius.
Peningkatan risiko penyakit jantung koroner pada golongan darah non-O diduga berkaitan dengan kadar faktor pembekuan darah dan penanda inflamasi yang lebih tinggi.
Nyeri leher tak selalu akibat salah tidur. Dalam kondisi tertentu, sakit leher bisa menjadi gejala serangan jantung. Kenali tanda dan risikonya.
Tes darah baru mampu mendeteksi risiko komplikasi mematikan pada pasien hypertrophic cardiomyopathy (HCM). Terobosan besar bagi jutaan pengidap jantung genetik.
Peradangan kronis pada gigi dan gusi bukan sekadar rasa nyeri, melainkan proses biologis yang memengaruhi pembuluh darah.
Para pelari disarankan agar rutin mendeteksi masalah jantung, seperti keberadaan plak, sedini mungkin.
LDL, yang dikenal sebagai kolesterol jahat, merupakan faktor utama penyakit kardiovaskular.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved