Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
TAHUKAH Anda bahwa penggunaan asbes sebagai bahan atap rumah dapat memiliki dampak yang berbahaya bagi kesehatan? Lantas, mengapa hal ini terjadi? Yuk, kita simak penjelasan berikut.
Asbes atau atap, merupakan bahan bangunan yang tahan terhadap panas, listrik, dan korosi. Keunggulan ini ditambah dengan harga yang terjangkau sehingga membuat asbes banyak digunakan.
Namun, situs NSW Health baru-baru ini mengungkapkan bahwa menghirup serat asbes dapat membahayakan kesehatan, menyebabkan:
Baca juga : Catat! Ini 4 Dampak jika Keseringan Tidur Larut Malam
1. Asbestosis:
- Asbestosis adalah kondisi paru-paru yang meradang dan mengeras karena serat asbes tertanam dalam jaringan paru-paru.
- Gejalanya meliputi batuk kronis, sesak napas, dan penurunan fungsi paru-paru.
- Orang yang terpapar debu asbes dalam jangka waktu lama berisiko mengembangkan asbestosis.
2. Kanker Paru-paru:
- Paparan asbes juga meningkatkan risiko kanker paru-paru, yang merupakan penyebab kematian terbesar terkait asbes.
- Gejalanya meliputi batuk, perubahan pernapasan, sesak napas, nyeri dada persisten, suara serak, dan anemia.
- Pekerja asbes yang merokok memiliki risiko 90 kali lebih tinggi untuk mengembangkan kanker paru-paru daripada yang tidak merokok dan tidak terpapar asbes.
Baca juga : 8 Efek Samping Mengonsumsi Buah Alpukat Secara Berlebihan
3. Mesothelioma:
- Mesothelioma adalah jenis kanker yang berkembang dalam lapisan yang melapisi organ internal dan biasanya terjadi dalam rongga dada atau perut.
- Paparan asbes merupakan faktor risiko utama untuk perkembangan mesothelioma.
- Mesothelioma biasanya membutuhkan waktu lama untuk berkembang setelah paparan asbes, seringkali baru terdeteksi setelah beberapa dekade.
Baca juga : Karena Rokok, Orang Indonesia Kena Kanker Paru 10 Tahun Lebih Dulu
Orang yang sangat rentan mengalaminya adalah mereka yang bekerja di industri terkait asbes atau memiliki hubungan keluarga dekat dengan pekerja semacam itu.
Meskipun banyak negara telah melarang penggunaan asbes karena dampak kesehatan yang serius, masih ada banyak bangunan yang mengandung asbes.
Oleh karena itu, penting untuk mengidentifikasi dan mengelola asbes dengan benar, terutama dalam proses renovasi atau pembongkaran bangunan.
Untuk melindungi diri dari paparan asbes, tindakan pencegahan penting dilakukan seperti:
1. Menggunakan masker respirator yang sesuai dengan standar.
2. Memakai pakaian pelindung.
3. Menjalankan prosedur pembersihan yang tepat.
Selain itu, perlu dilakukan pelatihan kepada pekerja yang berpotensi terpapar asbes agar mereka memahami risiko dan cara mengurangi paparan.
Malaria masih menjadi masalah kesehatan global yang kompleks akibat imunitas parsial, pembawa asimtomatik, dan resistensi insektisida.
MEDIAINDONESIA.COM, 8 Februari 2026, menurunkan berita berjudul ‘Lebih Awal, Arab Saudi Mulai Terbitkan Visa Haji 2026 Hari Ini’.
PENINGKATAN keamanan pangan membutuhkan kebijakan yang tepat demi mewujudkan kesehatan dan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang lebih baik di masa depan.
Jika langkah-langkah pencegahan dan deteksi dini tidak diperkuat sejak dini, jumlah kasus kanker diprediksi akan meningkat hingga 70% pada 2050.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti penghapusan 11 juta peserta PBI BPJS dan meminta penonaktifan tidak mendadak serta disertai sosialisasi.
INDONESIA turut ambil bagian dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN Muslim Youth Summit (ASEAMYS) 2026 yang digelar di Brisbane Technology Park, Australia, pada 6-7 Februari 2026.
Riset terbaru mengungkap waktu pemberian imunoterapi sangat memengaruhi angka kelangsungan hidup pasien kanker paru. Pasien yang dirawat sebelum jam 3 sore menunjukkan hasil jauh lebih baik.
Sederet Makanan yang Meningkatkan Risiko Kanker Paru diantaranya ultra processed food
Studi NYU Langone Health menemukan memblokir protein FSP1 dapat melemahkan tumor kanker paru hingga 80% melalui mekanisme ferroptosis.
Kanker paru-paru dapat berkembang cepat dan menyerang bagian lain dari tubuh, menjadikannya salah satu jenis kanker paling mematikan di dunia.
Kementerian Kesehatan juga menyiapkan 514 laboratorium imunohistokimia di kota-kota tersebut untuk mendukung diagnosis dengan akurasi lebih tinggi.
Data Globocan 2022 menunjukkan kanker paru merupakan kanker ketiga terbanyak di Indonesia sekaligus penyebab utama kematian akibat kanker pada pria.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved