Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
KANKER paru termasuk dalam kategori penyakit kanker yang ganas. Indonesia menghadapi tantangan serius dengan tingginya jumlah kasus kanker paru yang semakin muda.
Saat ini, kanker paru yang menjadi salah satu jenis kanker yang paling umum terjadi di negara ini. Di tingkat global, kanker paru tetap menjadi penyebab kematian utama akibat kanker pada pria.
Sita Laksmi Andarini, seorang ahli onkologi dan Ketua Kelompok Kerja Onkologi Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) menyebut pasien kanker paru di Indonesia cenderung didiagnosis 10 tahun lebih muda daripada di luar negeri, dengan rata-rata usia 58 tahun.
Baca juga : Perokok Diingatkan Periksa Diri untuk Deteksi Dini Kanker Paru
"Salah satu faktor penyebab utama adalah usia awal merokok yang lebih muda dibandingkan dengan di luar negeri," kata Sita dalam media briefing bersama Ikatan Dokter Indonesia (IDI) secara daring, Senin (4/12).
Menurutnya, anak-anak sekolah di bawah umur yang terpapar rokok meningkatkan risiko mereka untuk mengembangkan kanker paru di masa depan.
Sita juga mencatat bahwa prevalensi perokok di Indonesia tinggi, terutama pada laki-laki yang merokok di dalam rumah, sehingga asap rokok dapat mencemari lingkungan rumah, memperbesar risiko paparan pada anak-anak dan wanita.
Baca juga : YKI Dukung Pemerintah Naikan Cukai Rokok untuk Cegah Kanker
Dampak paparan asap rokok menjadi lebih jelas dengan terjadinya beberapa kasus kanker paru pada anak-anak yang belum pernah merokok. Mereka terpapar secara pasif melalui orang-orang di sekitarnya yang merupakan perokok aktif.
“Ada yang usia 9 tahun, di RS Persahabatan tercatat pernah ada pasien kanker paru berusia 11 tahun. Dia tidak merokok aktif tapi pasif terus menerus. Sedangkan yang tertua ada yang 95 tahun," ungkap Dr. Sita.
Hal yang disayangkan adalah bahwa seringkali pasien datang untuk pemeriksaan medis ketika kanker paru mereka sudah mencapai stadium lanjut, karena gejala yang sering kali tidak serius pada stadium awal.
Baca juga : Ini Tiga Kelompok yang Perlu Skrining Kanker Paru
Gejala seperti batuk, batuk darah, sesak napas, dan nyeri dada perlu menjadi perhatian serius. Oleh karena itu, penting untuk melakukan skrining di rumah sakit, terutama bagi mereka yang memiliki faktor risiko tinggi, seperti laki-laki berusia di atas 40 tahun, riwayat merokok, riwayat keluarga dengan kanker, dan riwayat pekerjaan di lingkungan yang dapat memicu kanker, seperti pekerja tambang atau konstruksi.
Meskipun rokok secara umum diidentifikasi sebagai faktor risiko utama penyebab kanker paru, penting untuk menyadari bahwa penggunaan rokok elektrik, seperti vape, dan paparan asap lainnya juga dapat memicu perkembangan penyakit ini. Kebiasaan seperti memasak dengan kayu bakar dan terpapar bahan kimia berbahaya juga dapat meningkatkan risiko kanker paru.
Pemahaman menyeluruh tentang faktor risiko ini menjadi kunci untuk mengurangi insiden kanker paru di Indonesia. Penyuluhan, pendidikan, dan upaya pencegahan yang lebih intensif perlu ditingkatkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan dampak negatif dari paparan asap rokok dan faktor risiko lainnya terhadap kesehatan paru-paru. (Z-4)
Sederet Makanan yang Meningkatkan Risiko Kanker Paru diantaranya ultra processed food
Studi NYU Langone Health menemukan memblokir protein FSP1 dapat melemahkan tumor kanker paru hingga 80% melalui mekanisme ferroptosis.
Kanker paru-paru dapat berkembang cepat dan menyerang bagian lain dari tubuh, menjadikannya salah satu jenis kanker paling mematikan di dunia.
Kementerian Kesehatan juga menyiapkan 514 laboratorium imunohistokimia di kota-kota tersebut untuk mendukung diagnosis dengan akurasi lebih tinggi.
Data Globocan 2022 menunjukkan kanker paru merupakan kanker ketiga terbanyak di Indonesia sekaligus penyebab utama kematian akibat kanker pada pria.
Kanker paru yang terdeteksi sejak dini, sebelum menyebar, memberikan peluang kesembuhan yang jauh lebih baik.
Kepala BSKDN Kemendagri Yusharto Huntoyungo menegaskan capaian dan penghargaan inovasi daerah tidak boleh menjadi titik akhir dalam berinovasi.
Ancaman super flu, infeksi saluran pernapasan akibat virus influenza dengan gejala yang lebih berat dibanding flu biasa, kian menjadi perhatian.
Buku berjudul Mika & Maka: Berani ke Dokter karya kolaborasi Karen Nijsen dan Maria Ardelia menghadirkan kisah yang disampaikan secara hangat dan mudah dipahami agar anak takut ke dokter
Siapa sangka, golongan darah ternyata ikut berkaitan dengan risiko serangan jantung. Ini bukan mitos kesehatan.
Dengan teknologi bedah robotik, standar perawatan bedah tidak lagi dibatasi oleh jarak geografis, melainkan ditentukan oleh kualitas keahlian dan presisi teknologi.
Bupati Samosir Vandiko Gultom mengusulkan peningkatan daya dukung fasilitas kesehatan di Samosir agar sejalan dengan statusnya sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved