Selasa 21 Desember 2021, 08:15 WIB

YKI Dukung Pemerintah Naikan Cukai Rokok untuk Cegah Kanker

Basuki Eka Purnama | Humaniora
YKI Dukung Pemerintah Naikan Cukai Rokok untuk Cegah Kanker

MI/ANDRI WIDIYANTO
Warga beraktifitas didekat mural bertema kawasan bebas asap rokok di lingkungan RW 06 Kelurahan Kayu Manis, Matraman, Jakarta.

 

YAYASAN Kanker Indonesia (YKI) mendukung rencana pemerintah menaikkan cukai rokok yang akan diberlakukan Menteri Keuangan Sri Mulyani Sri Mulyani pada 1 Januari 2022.

Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia Prof. Aru Wisaksono Sudoyo mengapresiasi langkah tersebut karena bisa mengutangi potensi kejadian kasus kanker baru.

"Yayasan Kanker Indonesia menyambut baik dan berterima kasih pada Pemerintah RI atas rencananya menaikkan cukai rokok dalam waktu dekat. Kenaikan cukai rokok diharapkan akan menurunkan konsumsi rokok dan mengurangi potensi kejadian kanker baru yang banyak diakibatkan rokok," ujar Aru dalam keterangan tertulis, dikutip Selasa (21/12).

Baca juga: Ini Tiga Metode Terapi untuk Pasien Kanker Paru

Kejadian kanker di Indonesia, menurut data GLOBOCAN di 2020, tercatat terus meningkat dengan 397.000 kejadian kasus baru kanker. 

Tidak hanya itu terdapat juga 235.000 kasus kematian akibat kanker yang disebabkan rokok.

Indonesia berada di peringkat ketiga sebagai negara dengan jumlah perokok tertinggi dengan prevalensi 33,8% atau sekitar 65,7 juta penduduk adalah perokok.

Tidak heran kasus kanker akibat rokok terjadi karena rokok mengandung karsinogen yang dapat berdampak pada seluruh tubuh.

Rokok dapat menyebabkan setidaknya 15 jenis kanker, seperti kanker paru, kanker kandung kemih, leukimia, serviks, kolorektal, kerongkongan, panggul, ginjal, hati, mulut, tenggorokan, pankreas, perut, dan pangkal tenggorokan.

Menimbang rokok merupakan penyebab kanker yang dapat dicegah, pengendalian terhadap rokok perlu dilakukan secara seksama.

"Hanya dengan upaya kolaboratif pemerintah, termasuk melalui kenaikan cukai rokok ini, beserta segenap komponen masyarakat, kita bisa turunkan kejadian kanker baru di Indonesia," ujar Aru.

Dengan menaikan biaya cukai rokok, diharapkan konsumsi rokok di Indonesia berkurang dan kualitas hidup masyarakat bisa meningkat.

"Ini juga meningkatkan penerimaan negara untuk membiayai Jaring Kesehatan Nasional di masa depan khususnya untuk penanganan kanker, meningkatkan kesehatan manusia dan komunitas, mengurangi beban penyakit dan kematian akibat kanker, serta manfaat umum lainnya," papar Aru. (Ant/OL-1)

Baca Juga

Ist/DPR

Muhaimin Minta Pemerintah Optimalkan Fasilitas Kesehatan untuk Atasi DBD

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 10 Agustus 2022, 11:18 WIB
Data Kemenkes menunjukkan kasus DBD sampai pekan ke-30 tahun 2022 tercatat 68.903 kasus di 456 kabupaten/kota di 34 provinsi, dengan 640...
ANTARA FOTO/Fikri Yusuf

Menkes Budi Ingatkan Vaksinasi Covid-19 Kurangi Risiko Kematian

👤Dinda Shabrina 🕔Rabu 10 Agustus 2022, 10:57 WIB
Kasus covid-19 di Indonesia saat ini, kata Budi, lebih sedikit yakni sekitar 7.000-an  per hari daripada kasus di luar negeri seperti...
MI/Atalya Puspa

Media Indonesia Latih Reporter Cilik Membuat Tulisan Menarik

👤Atalya Puspa 🕔Rabu 10 Agustus 2022, 10:57 WIB
Kegiatan yang diikuti oleh 78 anak dari 13 provinsi itu akan dijalankan dengan interaktif dan membebaskan anak-anak untuk berkomentar dan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya