Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
ANAK-ANAK yang mengalami kelebihan berat badan (obesitas) akan menghadapi risiko dua kali lipat terkena multiple sclerosis (MS) saat dewasa.
Obesitas merupakan masalah kesehatan yang saat ini terjadi di masyarakat di seluruh dunia. Itu sebabnya, obesitas pada masa kanak-kanak meningkat dua kali lipat dan empat kali lipat di kalangan remaja selama 30 tahun terakhir.
Hal ini telah dijelaskan beberapa peneliti yang menunjukkan bahwa obesitas pada masa kanak-kanak dan remaja merupakan faktor risiko yang signifikan terhadap kerentanan MS.
Baca juga : Lingkungan yang Mendukung Kunci Penanggulangan Obesitas Anak
Sebuah studi pada 2016 menemukan perubahan dari kelebihan berat badan (BMI > 25) menjadi obesitas (BMI > 30) meningkatkan risiko terkena MS sebesar 41%.
Mereka yang mengalami obesitas sedang, mempunyai kemungkinan 1,28 kali lebih besar terkena MS dan orang dengan obesitas ekstrem 2,10 kali lebih mungkin terkena MS.
Ketika dikelompokkan berdasarkan gender atau jenis kelamin, hubungan antara obesitas pada masa kanak-kanak dan MS sangat kuat pada anak perempuan.
Baca juga : Orangtua Diingatkan Pastikan Anak tidak Alami Obesitas
Hal ini mungkin terkait dengan anak perempuan yang memiliki kelebihan berat badan cenderung mencapai pubertas lebih awal dan memiliki kadar hormon yang lebih tinggi selama periode tersebut.
Selain itu, keberadaan jaringan lemak berlebih dapat menyebabkan peradangan dan meningkatkan kemungkinan berkembangnya MS.
Hubungan antara obesitas dan perkembangan MS saat ini sedang diteliti. Diperkirakan jaringan lemak dalam tubuh diyakini dapat melepaskan hormon berlebih, yang dapat menyebabkan peradangan dan kerusakan saraf di tubuh serta mengganggu perbaikan.
Kelebihan berat badan memberikan tekanan pada otot dan dapat menyebabkan akumulasi kecacatan selain yang disebabkan oleh MS.
Multiple sclerosis (MS) adalah penyakit saraf yang mempengaruhi otak, mata, dan tulang belakang. Pada kondisi ini, sistem imun tubuh menyerang lapisan lemak pelindung serabut saraf (mielin). Akibatnya, komunikasi antara otak dan seluruh tubuh menjadi terganggu, yang dapat menimbulkan berbagai gejala potensial, termasuk masalah penglihatan, pergerakan lengan dan kaki, sensasi, serta keseimbangan. (Z-1)
Selain gangguan perilaku seperti hiperaktif dan sulit konsentrasi, paparan layar berlebih juga memicu gangguan tidur.
Langkah pertama yang harus diperhatikan bukan sekadar menahan lapar, melainkan kesiapan fisik dan psikis sang anak untuk berpuasa di bulan Ramadan.
Ledakan emosi orangtua sering kali dipicu oleh kondisi fisik dan psikis yang sedang tidak stabil.
Emosi yang bergejolak sering kali menjadi penghalang bagi orangtua untuk berpikir jernih.
Batuk pada kasus PJB memiliki mekanisme yang berbeda dengan batuk akibat virus atau bakteri pada umumnya.
Anak-anak adalah kelompok yang paling rentan saat bencana terjadi. Hal ini karena mereka umumnya belum memiliki kemampuan untuk mengekspresikan emosi secara verbal.
Bintang "Married With Children" Christina Applegate mengungkap perjuangan beratnya melawan Multiple Sclerosis (MS) yang membuatnya sulit bergerak.
Gangguan pola berjalan pada usia muda tak boleh diabaikan. Studi neurologi menyebut perubahan cara berjalan bisa menjadi sinyal awal gangguan otak dan saraf.
Uji klinis menemukan kombinasi obat diabetes metformin dan antihistamin dapat membantu memperbaiki kerusakan mielin pada penderita MS.
Penelitian mengungkapkan penyakit multiple sclerosis (MS) mulai memengaruhi tubuh hingga 15 tahun, sebelum gejala neurologis khas muncul.
Saat ini terdapat 160 kasus Multiple Sclerosis di Indonesia pada 2020, sementara prevalensi MS di Indonesia diperkirakan antara 1-5 penyintas per 100.000 penduduk.
Christina Applegate mengatakan penyakit MS membuat dia depresi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved