Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
DOKTER respirologi anak dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Nastiti Kaswandani mengatakan pemberian vitamin A dapat membantu untuk melindungi anak khususnya balita dari penyakit pernapasan seperti pneumonia, selain ASI dan imunisasi.
"Vitamin A berguna untuk melindungi saluran napas karena ia memperkuat pertahanan di saluran napas. Ini tersedia di posyandu," kata dokter yang praktik di RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo, dikutip Kamis (29/2).
Pneumonia merupakan infeksi paru-paru yang disebabkan berbagai jenis bakteri termasuk Streptococcus pneumoniae dan HiB, kemudian virus maupun jamur yang menyerang saluran pernapasan anak lalu menyebar melalui kontak langsung dengan cairan pernapasan seperti droplet atau percikan air liur.
Baca juga : Ini Faktor Risiko Hipertensi Pada Anak
IDAI merujuk Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan pemberian suplementasi vitamin A sebesar 100.000 IU (kapsul vitamin berwarna biru) kepada bayi berusia 6-11 bulan dan vitamin A dosis 200.000 IU (kapsul vitamin A merah) setiap 4-6 bulan kepada anak usia 12-59 bulan.
Bukti ilmiah menunjukkan vitamin A, selain untuk penyakit pernapasan, bermanfaat menurunkan angka kematian terkait diare sebesar 28%.
Nastiti melanjutkan, bukan hanya vitamin A, melainkan juga pemberian ASI eksklusif selama enam bulan diketahui menurunkan risiko sampai 20% anak terkena pneumonia.
Baca juga : Orangtua Berperan Menumbuhkan Minat Baca Anak
"Ketika (ibu) tidak memberikan ASI eksklusif maka meningkatkan risiko pneumonia (anak) dibandingkan mereka yang mendapatkan ASI eksklusif selama enam bulan," ujar Nastiti.
Imunisasi juga bermanfaat dalam pencegahan pneumonia, yakni menurunkan hingga 50% angka infeksi pneumonia. Vaksin terkait pneumonia antara lain vaksin pneumokokus (PCV) yang sudah menjadi program nasional imunisasi dan sudah tersedia di posyandu dan puskesmas sejak September 2022.
Vaksin disuntikkan pada usia 2, 4, 6 bulan dengan dosis penguat pada 12-15 bulan. Selain PCV, itu, ada pula vaksin lain yang dianjurkan diberikan pada anak seperti DPT, HiB dan vaksin influenza.
Baca juga : Ini Gejala Pneumonia pada Anak
"Hanya saat disuntik dia nyeri. Tapi, perlindungannya bisa menurunkan angka pneumonia berat, angka kematian. Jadi, tidak imbang antara reaksinya dengan manfaatnya," tutur Nastiti.
Kemudian, apabila seorang anak sudah terlanjur terkena pneumonia, dia dianjurkan melengkapi semua imunisasi yang terlewat.
"Lebih baik kalau ternyata dia dobel daripada terlupa. Itu juga klausul yang terjadi saat misalnya vaksinasi massal, itu semua tanpa melihat status," pungkas Nastiti. (Ant/Z-1)
Kenali gejala campak pada anak mulai dari demam tinggi, batuk-pilek, mata merah, hingga ruam khas yang menyebar dari wajah ke tubuh. Simak penjelasan dokter anak berikut ini.
Waspadai gejala campak pada anak mulai dari demam tinggi hingga ruam khas. Cek jadwal vaksin MR 2026 dan cara penanganan tepat untuk cegah komplikasi.
PENYAKIT campak tidak hanya berbahaya karena risiko komplikasi, tetapi juga karena tingkat penularannya yang sangat tinggi.
PENYAKIT campak masih kerap dianggap sebagai infeksi ringan pada anak yang dapat sembuh dengan sendirinya. Namun, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) berkata sebaliknya.
RENDAHNYA cakupan imunisasi di sejumlah daerah dinilai menjadi pemicu utama meningkatnya kasus campak hingga berujung Kejadian Luar Biasa (KLB).
HINGGA Februari 2026, belum ada kasus positif infeksi virus Nipah di Indonesia.
Vitamin A merupakan zat esensial yang sangat dibutuhkan oleh tubuh. Sayangnya, pemantauan kadar vitamin ini masih menjadi tantangan di Indonesia.
Temukan penjelasan ilmiah manfaat wortel untuk kesehatan retina. Pelajari peran beta-karoten, lutein, dan cara konsumsi terbaik untuk mata sehat.
Kekurangan vitamin A pada anak masih kerap luput dari perhatian, padahal zat gizi ini punya peran penting untuk mendukung pertumbuhan sekaligus menjaga kesehatan mata
MINYAK sawit murni--berwarna merah bertekstur kental--merupakan salah satu minyak nabati yang lebih sehat dibandingkan minyak nabati lain.
AHLI Gizi Masyarakat, Tan Shot Yen mengatakan memasuki musim hujan kekebalan tubuh akan sangat penting agar tidak mudah jatuh sakit. Vitamin A dan C menjadi salah satu asupan untuk imunitas
Untuk menjaga kekebalan tubuh saat musim hujan, kita perlu mengonsumsi vitamin C yang didapat dari buah-buahan dan vitamin A dari sejumlah sayuran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved