Headline

Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.

Fakta Ilmiah Manfaat Wortel untuk Kesehatan Retina: Bukan sekadar Mitos!

Putri Rosmalia Octaviyani
20/2/2026 22:31
Fakta Ilmiah Manfaat Wortel untuk Kesehatan Retina: Bukan sekadar Mitos!
Ilustrasi, wortel.(Dok. Freepik)

SERINGKALI kita mendengar bahwa rajin makan wortel akan membuat mata setajam elang. Namun, benarkah demikian secara medis? Sejarah mencatat bahwa popularitas wortel sebagai "obat mata" diperkuat oleh propaganda Inggris pada Perang Dunia II untuk menyembunyikan teknologi radar mereka. Meski klaim "penglihatan super" adalah hiperbola, sains modern di tahun 2026 membuktikan bahwa wortel memang memiliki peran krusial dalam menjaga integritas struktural retina dan fungsi visual.

Wortel mengandung senyawa beta-karoten yang merupakan prekursor utama Vitamin A, nutrisi yang tidak bisa diproduksi sendiri oleh tubuh manusia namun sangat dibutuhkan oleh sel-sel fotoreseptor di mata.

Bagaimana Wortel Bekerja di Dalam Retina?

Retina adalah lapisan tipis di bagian belakang mata yang sangat sensitif terhadap cahaya. Di dalamnya terdapat sel fotoreseptor yang membutuhkan senyawa kimia tertentu untuk mengubah cahaya menjadi sinyal listrik ke otak. Di sinilah wortel memainkan peran utamanya.

Wortel kaya akan beta-karoten, sebuah karotenoid yang diubah oleh tubuh menjadi Vitamin A (retinol). Di dalam retina, retinol bergabung dengan protein yang disebut opsin untuk membentuk rhodopsin. Rhodopsin adalah pigmen ungu yang sangat sensitif terhadap cahaya rendah. Tanpa asupan beta-karoten yang cukup, produksi rhodopsin akan terhambat, yang secara medis memicu kondisi nictalopia atau rabun senja.

Peran Lutein dan Zeaxanthin sebagai Filter Cahaya Biru

Selain beta-karoten, penelitian terbaru menunjukkan bahwa wortel varietas tertentu juga mengandung Lutein dan Zeaxanthin dalam jumlah yang signifikan. Kedua senyawa ini terkonsentrasi di makula, bagian pusat retina yang bertanggung jawab untuk penglihatan detail dan warna.

Lutein berfungsi sebagai "tabir surya internal" bagi mata. Ia menyerap energi berlebih dari cahaya biru (blue light) yang dipancarkan oleh layar perangkat digital dan sinar matahari. Dengan menyaring cahaya ini, Lutein melindungi sel-sel retina dari kerusakan oksidatif yang dapat menyebabkan Degenerasi Makula Terkait Usia (AMD), salah satu penyebab utama kebutaan di era digital saat ini.

Apakah Wortel Bisa Menyembuhkan Mata Minus?

Ini adalah salah satu miskonsepsi terbesar. Secara ilmiah, mata minus (miopia) disebabkan oleh kelainan bentuk bola mata atau kelengkungan kornea, bukan karena kekurangan nutrisi. Wortel berfungsi untuk menjaga kesehatan seluler retina dan kejernihan penglihatan, namun tidak dapat mengubah struktur fisik bola mata yang sudah mengalami miopia. Nutrisi dalam wortel bersifat preventif dan suportif, bukan korektif terhadap kelainan refraksi.

Bioavailabilitas: Mengapa Wortel Rebus Lebih Unggul dari Mentah?

Banyak orang mengonsumsi wortel mentah dengan harapan mendapatkan vitamin yang utuh. Namun, fakta biokimia menunjukkan hal yang berbeda. Beta-karoten terkurung di dalam dinding sel tanaman yang keras (selulosa). Memasak wortel dengan cara dikukus atau direbus sebentar justru akan memecah dinding sel tersebut, sehingga meningkatkan bioavailabilitas beta-karoten hingga tiga kali lipat.

Checklist Praktis Konsumsi Wortel untuk Kesehatan Mata

  • Pilih wortel dengan warna oranye pekat untuk kadar beta-karoten maksimal.
  • Kukus wortel selama 5-7 menit guna mempermudah penyerapan vitamin.
  • Sajikan dengan sedikit minyak zaitun agar Vitamin A terserap sempurna ke darah.
  • Konsumsi setidaknya 100 gram wortel secara rutin 3 kali seminggu.
  • Imbangi dengan istirahat mata (metode 20-20-20) saat menatap layar.

Kesimpulan

Wortel memang bukan ramuan ajaib yang bisa menghilangkan kacamata dalam semalam. Namun, secara ilmiah, ia adalah sumber bahan baku vital bagi operasional sistem visual kita. Dengan menjaga asupan nutrisi dari wortel, kita memberikan proteksi jangka panjang bagi retina dari ancaman oksidasi dan degenerasi dini di masa depan. (H-3)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya