Headline

Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.

Bahaya Lensa Kontak: Risiko Infeksi Kornea hingga Disabilitas Netra

Intan Safitri
05/3/2026 21:55
Bahaya Lensa Kontak: Risiko Infeksi Kornea hingga Disabilitas Netra
Penggunaan lensa kontak sembarangan picu keratitis dan infeksi kornea serius.(Freepik)

LENSA kontak kini telah bertransformasi dari sekadar alat bantu penglihatan menjadi elemen penting penunjang penampilan atau gaya hidup. Praktis dan estetis menjadi alasan utama banyak orang beralih dari kacamata ke lensa kontak (softlens).

Namun, di balik tren kecantikan ini, tersimpan risiko medis yang fatal jika prosedur penggunaannya diabaikan.

Para ahli kesehatan mata memperingatkan bahwa penggunaan lensa kontak yang tidak higienis dapat memicu infeksi serius pada kornea, yang secara medis dikenal sebagai keratitis.

Berdasarkan data dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), infeksi ini terjadi saat mikroorganisme seperti bakteri, jamur, virus, atau parasit menyusup ke jaringan kornea melalui lensa yang terkontaminasi.

Mengapa Infeksi Kornea Sangat Berbahaya?

Infeksi kornea bukanlah iritasi mata biasa yang bisa sembuh dengan tetes mata sembarangan. Dalam banyak kasus, kondisi ini berkembang menjadi microbial keratitis, sebuah peradangan hebat yang merusak jaringan bening mata.

Penelitian yang dirilis oleh National Center for Biotechnology Information (NCBI) mengungkapkan bahwa keratitis pada pengguna lensa kontak sering kali menyebabkan:

  • Luka terbuka pada kornea (ulkus kornea).
  • Pembentukan jaringan parut yang menghalangi cahaya masuk.
  • Penurunan tajam penglihatan secara permanen.
  • Risiko disabilitas netra (kebutaan) jika tidak ditangani secara medis dalam waktu cepat.

Pada tingkat keparahan tertentu, satu-satunya jalan untuk menyelamatkan penglihatan pasien adalah melalui prosedur transplantasi kornea, yang memiliki prosedur rumit dan biaya yang tidak sedikit.

Kebiasaan Buruk yang Memicu Kerusakan Mata

Sering kali, ancaman disabilitas netra bermula dari kelalaian kecil yang dianggap sepele oleh pengguna. Berikut adalah beberapa pemicu utama infeksi mata akibat lensa kontak:

1. Menggunakan Air Keran untuk Mencuci Lensa

Ini adalah kesalahan paling fatal. Air keran mengandung mikroorganisme bernama Acanthamoeba. Parasit ini sangat agresif dan dapat memicu infeksi kornea yang sangat sulit diobati, bahkan sering kali berujung pada pengangkatan bola mata jika infeksi sudah menyebar luas.

2. Memakai Lensa Kontak saat Tidur

Saat mata terpejam dalam waktu lama, aliran oksigen ke kornea berkurang drastis. Kondisi ini membuat permukaan mata lebih rentan terhadap serangan bakteri yang terperangkap di bawah lensa.

3. Masa Pakai yang Melebihi Batas

Menggunakan lensa harian (daily) selama berhari-hari atau lensa bulanan melebihi durasi yang disarankan akan menumpuk deposit protein dan bakteri yang merusak kesehatan mata.

Waspadai Gejala Darurat: Segera hubungi dokter spesialis mata jika Anda mengalami mata merah yang menetap, nyeri hebat, penglihatan kabur mendadak, atau sensitivitas berlebih terhadap cahaya (fotofobia).

Panduan Aman Menggunakan Lensa Kontak

Lensa kontak sebenarnya sangat aman digunakan asalkan Anda disiplin dalam menjaga kebersihan. Berikut adalah protokol kesehatan mata yang wajib diikuti:

Langkah Tindakan yang Benar
Kebersihan Tangan Cuci tangan dengan sabun dan keringkan sebelum menyentuh lensa.
Cairan Pembersih Gunakan cairan khusus (multipurpose solution), jangan pernah gunakan air biasa atau air liur.
Wadah Lensa Bersihkan wadah setiap hari dan ganti dengan wadah baru minimal setiap 3 bulan.
Konsultasi Ahli Lakukan pemeriksaan mata rutin ke dokter mata, bukan sekadar membeli lensa di toko daring.

Kesimpulannya, kecantikan dan kepraktisan tidak boleh mengorbankan fungsi penglihatan Anda. Dengan perawatan yang tepat dan kesadaran akan risiko medis, Anda tetap bisa tampil percaya diri tanpa harus mempertaruhkan kesehatan mata di masa depan.(Centers for Disease Control and Prevention (CDC), National Center for Biotechnology Information (NCBI)/Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya