Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
ORTHO-K (Orthokeratology) dan softlens adalah dua jenis lensa yang digunakan untuk mengoreksi penglihatan. Namun, keduanya memiliki fungsi dan cara kerja yang berbeda.
Mungkin sebagian dari kalian belum mengetahui tentang lensa Orthokeratology yang sebenarnya berbeda dengan Softlens, meski sama-sama berbentuk lensa kontak.
Orthokeratology atau yang dikenal sebagai Ortho-K adalah sebuah proses membentuk ulang permukaan kornea menggunakan lensa keras (RGP), yang dirancang khusus untuk mengoreksi kelainan miopia (mata minus) dan anstigmatism tanpa operasi.
"Orthokeratology itu adalah salah satu terapi yang kita gunakan untuk bisa, kalau minusnya tinggi, kita bisa turunkan," ungkap Andri Agus Syah, dokter optometri dalam sesi Talk Show yang digelar VIO Optical Clinic di kawasan Greenlake, Sunter, Jakarta Utara, Senin (16/12).
Miski memiliki bentuk yang sama dengan softlens, lanjut Andri, Ortho-K memiliki perbedaan yang sangat mendasar.
"Sebenarnya berbeda jauh ya, kalau lensa kontak biasa itu sebagai alat bantu penglihatan. Digunakan atau dibawa di siang hari, tidak boleh dibawa tidur dan digunakan untuk membantu melihat saja. Kalau Ortho-K itu digunakan menahan laju minus dan menurunkan minusnya dan bisa digunakan pada saat tidur di malam hari. Itu perbedaan mendasar," tambahnya.
Mereka yang menggunakan Ortho-K, kata Andri, perlu melakukan pemeriksaan secara berkala untuk melihat kondisi mata. "Jadi Ortho-K ini suatu terapi mata minus kita bilangnya. Kalau lensa kontak atau softlens, pagi kita nggak ngecek lagi atau setahun nggak dicek," lanjut Andri.
Nah, bagi kalian yang penasaran dengan perbedaan antara dua jenis lensa ini, yuk simak
Perbedaan antara Ortho- K (orthokeratology) dan softlens (koreksi penglihatan menggunakan kontak lensa lunak) terletak pada tujuan kegunaan, cara kerja, serta efek jangka panjang. Berikut penjelasannya:
Secara keseluruhan, Ortho-K adalah pilihan untuk mereka yang ingin mengoreksi penglihatan secara non-invasif, tanpa bergantung pada lensa atau kacamata di siang hari. Sedangkan softlens adalah solusi praktis untuk mengoreksi penglihatan yang digunakan sepanjang hari dengan perawatan yang lebih mudah. (Z-3)
PRODUSEN lensa kontak asal Jepang, Menicon Group, memperbesar pasar di Indonesia. Sekarang Menicon mulai memasuki pasar ritel dengan meluncurkan lensa kontak lunak yang disposable.
Mata kering adalah kondisi umum yang terjadi ketika mata tidak dapat menghasilkan cukup air mata, atau saat air mata menguap terlalu cepat.
“Lensa kontak seperti ‘spons’ yang menyerap organisme dan bahan kimia, dan menjaganya tetap berada di permukaan mata selama lensa kontak dipakai,”
Dokter memeriksa pasien berusia 67 tahun itu terkejut saat menemukan gumpalan besar lensa kontak di dalam mata pasien, yang tampaknya telah bersembunyi selama bertahun-tahun
CDC mengatakan tidur dengan lensa kontak membuat pengguna enam hingga delapan kali lebih mungkin terkena infeksi mata.
Sebuah studi di Thailand mencatat bahwa 31,85% perilaku buruk pengguna lensa kontak adalah tidur tanpa melepasnya.
Aktris Judi Dench mengungkap kondisi terbaru degenerasi makula yang membuatnya tak lagi dapat membaca, menonton TV, atau bepergian sendiri.
AMERICAN Academy of Ophthalmology mengungkapkan bahwa penggunaan pembersih tangan atau hand sanitizer yang sering selama pandemi dapat menyebabkan lebih banyak cedera mata.
Strok mata merupakan kondisi ketika terjadi penyumbatan ataupun pecahnya pembuluh darah pada retina mata. Akibatnya, penglihatan akan menurun hingga mengakibatkan kebutaan.
Stroke mata terjadi saat aliran darah ke retina tersumbat dan bisa sebabkan kebutaan permanen. Kenali penyebab, gejala awal, serta cara pengobatan dan pencegahannya.
Seiring meningkatnya aktivitas digital di tempat kerja, banyak profesional usia produktif kini menghabiskan rata-rata lebih dari 8-10 jam per hari menatap layar.
Katarak menjadi penyebab utama kebutaan. Selain itu, paparan gawai dan komputer dalam durasi panjang kini menyebabkan peningkatan signifikan kasus miopia di kalangan anak muda.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved