Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERIKSAAN kesehatan mata anak sering kali menjadi tantangan bagi orang tua. Banyak anak merasa cemas atau takut saat harus menjalani pemeriksaan mata pertama mereka, karena suasana ruang optik yang terasa formal, alat-alat medis yang asing, dan interaksi yang kurang ramah anak. Ketakutan ini tidak jarang menghambat proses deteksi dini masalah penglihatan, yang justru sangat penting untuk mendukung tumbuh kembang anak, terutama dalam hal belajar dan berinteraksi.
Menjawab tantangan ini, beberapa pelaku layanan kesehatan mata mulai mengembangkan pendekatan yang lebih humanis, berfokus pada pengalaman positif anak sebagai fondasi kesadaran akan pentingnya perawatan mata sejak dini.
Sebagai respons terhadap kebutuhan akan layanan kesehatan mata yang ramah anak, Optik Tunggal menghadirkan konsep Next Generation, sebuah optik khusus anak yang berlokasi di Mal Kelapa Gading 3, Jakarta Utara. Berbeda dengan optik pada umumnya, ruang ini dirancang dengan pendekatan psikologis, visual, dan edukatif yang terintegrasi, bertujuan menciptakan pengalaman pertama anak di dunia vision care yang menyenangkan dan bebas tekanan.
Direktur Operasional Optik Tunggal, Doli Rosmiaty, menekankan bahwa filosofi di balik Next Generation adalah membangun hubungan positif antara anak dan kesehatannya sendiri.
"Vision care bukan hanya soal angka di resep kacamata. Ini tentang bagaimana anak merasa dihargai dan dipahami sejak awal. Kami ingin mereka berpartisipasi aktif, bukan hanya diinstruksikan," ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (28/1).
Lingkungan di dalam toko didesain menyerupai area bermain dengan warna-warna ceria, zona Lego, area Montessori, dan tempat mewarnai. Anak-anak diberikan waktu untuk beradaptasi sebelum menjalani pemeriksaan, sehingga rasa aman dan kepercayaan dapat terbangun secara alami. Proses pemeriksaan sendiri dilakukan oleh refraksionis optisien yang telah mendapatkan pelatihan khusus dalam komunikasi anak dari Pediatric Optometrist di Filipina.
Head of Marketing Optik Tunggal, Fira Basuki, menjelaskan bahwa desain pengalaman ini berangkat dari riset mendalam mengenai perilaku anak.
"Ketakutan anak umumnya bukan pada alatnya, melainkan pada atmosfer ruangan yang kaku. Kami ingin mereka merasa sedang bermain dan belajar, bukan diuji," jelas Fira.
Selain pengalaman yang dipersonalisasi, Next Generation juga menawarkan beragam frame dan sunglasses anak dengan material ringan dan aman, mulai dari harga Rp400.000. Untuk anak dengan miopia, tersedia lensa khusus ZEISS MyoCare yang membantu memperlambat perkembangan minus. Optik Tunggal juga menyediakan layanan tambahan seperti pemeriksaan mata, pencucian lensa, penyetelan frame, dan penggantian nose pad secara gratis.
Sejak diluncurkan pada 2017, Next Generation telah menerima banyak tanggapan positif dari orang tua yang mengapresiasi pendekatan yang empatik dan holistik. Beberapa bahkan menyebutnya sebagai 'tempat bermain yang juga menyediakan layanan optik'.
Kehadiran Next Generation menunjukkan bahwa layanan kesehatan mata anak dapat dikemas sebagai bagian dari proses tumbuh kembang yang menyenangkan, sekaligus menanamkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan penglihatan sejak usia dini. Dengan pendekatan ini, diharapkan lebih banyak anak dapat menjalani pemeriksaan mata tanpa rasa takut, dan orang tua pun merasa lebih terbantu dalam memantau kesehatan visual buah hati mereka. (Put/E-1)
Buah markisa umumnya berbentuk bulat atau oval dengan kulit luar yang keras, dan di dalamnya terdapat biji yang dilapisi daging buah berwarna kuning atau oranye, yang dapat dimakan.
Hasil pemeriksaan mata juga menunjukkan, sekitar 35% siswa mengalami penurunan penglihatan, tetapi masih dapat dikoreksi dengan kacamata.
ADA sejumlah teknologi dalam pemeriksaan mata agar lebih presisi. Salah satunya ialah teknologi pemindaian wajah 3D beresolusi tinggi kini tersedia
LAYANAN pemeriksaan mata serta pengalaman berbelanja kacamata sekarang dapat langsung di kantor, rumah, dan lokasi pilihan lain.
Group Head Sekretariat Perusahaan Pelindo, Ali Sodikin, mengungkapkan data menunjukkan bahwa 5%–10% anak usia prasekolah dan sekitar 25% anak usia sekolah mengalami gangguan penglihatan.
Program ini menegaskan komitmen Baznas dalam meningkatkan kesejahteraan umat melalui pendekatan berbasis kesehatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved