Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
RUMAH Sehat Baznas (RSB) Jakarta menggelar pemeriksaan mata dan vaksinasi influenza gratis bagi para amil dan mustahik. Layanan ini disediakan oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).
Kegiatan ini merupakan lanjutan dari program pemeriksaan mata dalam rangka Gerakan Mata Sehat dan pemberian vaksin influenza gratis, yang didukung oleh PT Midi Utama Indonesia Tbk (Alfamidi) melalui Sedekah Konsumen Alfamidi periode November–Desember 2024, dan turut bekerja sama dengan Yayasan Amal Mata Indonesia dan Ikatan Refraksionis Optisien Indonesia (IROPIN).
Pimpinan Baznas Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan MA mengatakan, program ini menegaskan komitmen Baznas dalam meningkatkan kesejahteraan umat melalui pendekatan berbasis kesehatan.
"Melalui program ini, kami ingin memastikan para amil, relawan, dan mustahik dapat menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk ibadah, dengan kondisi kesehatan yang prima, khususnya penglihatan dan daya tahan tubuh," ungkapnya dalam keterangan tertulis, Rabu (23/4).
Sebanyak 200 penerima manfaat mendapat layanan pemeriksaan mata dan kacamata gratis, sementara 50 orang mendapatkan vaksinasi influenza tanpa biaya.
Ia menambahkan, layanan pemeriksaan mata dan vaksinasi influenza sebelumnya telah dilaksanakan menjelang bulan Ramadhan. Namun, masih banyak amil dan relawan yang belum sempat mengikuti karena kesibukan persiapan Ramadhan. Oleh karena itu, kegiatan ini digelar sebagai tahap lanjutan untuk menjawab tingginya antusiasme masyarakat terhadap program serupa.
Ke depan, kata Saidah, Baznas berencana menggelar tahap ketiga program serupa, dengan fokus pemeriksaan mata dan vaksinasi di wilayah Jakarta. Baznas juga tetap membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk sektor swasta, untuk memperluas jangkauan layanan kesehatan bagi masyarakat.
"Kami (Baznas) berharap dengan hadirnya layanan kesehatan gratis ini masyarakat bisa tetap sehat dalam menjalankan aktivitas keagamaan dan sosial pasca-Ramadhan," ucapnya.
Sementara itu, Plt. Kepala Divisi Kesehatan Baznas RI, Siti Masturoh menjelaskan, program ini merupakan lanjutan tahap pertama yang telah memberikan bantuan 10.500 kaca mata gratis dan 1.309 penerima manfaat vaksinasi.
“Khusus untuk tahap kedua ini, kami melayani 200 penerima manfaat untuk pemeriksaan mata yang mengalami masalah refraksi seperti rabun jauh (miopia), rabun dekat (hipermetropia), dan astigmatisme dan sebanyak 50 orang untuk vaksinasi. Ini merupakan batch lanjutan khusus Jakarta,” kata Siti.
"Melihat antusiasme yang tinggi, kemungkinan besar akan ada tahap ketiga untuk menjangkau lebih banyak penerima manfaat dalam waktu dekat," ucapnya.
Ia berharap, program yang diinisiasi Baznas ini bisa benar-benar membantu masyarakat.
"Awalnya memang bertujuan agar ibadah mayarakat di bulan Ramadhan bisa berjalan lancar tanpa gangguan penglihatan. Tapi setelah Ramadhan pun, Baznas ingin masyarakat tetap terbantu, khususnya dalam aktivitas sehari-hari maupun pekerjaan, dengan kondisi penglihatan yang sehat," ujar Siti.
"Begitu juga dengan vaksin, kami berharap para manfaat bisa tetap menjalani aktivitas tanpa terganggu oleh penyakit seperti flu dan kondisi kesehatan mereka bisa lebih terjaga," ucapnya.(H-2)
ADA sejumlah teknologi dalam pemeriksaan mata agar lebih presisi. Salah satunya ialah teknologi pemindaian wajah 3D beresolusi tinggi kini tersedia
LAYANAN pemeriksaan mata serta pengalaman berbelanja kacamata sekarang dapat langsung di kantor, rumah, dan lokasi pilihan lain.
Group Head Sekretariat Perusahaan Pelindo, Ali Sodikin, mengungkapkan data menunjukkan bahwa 5%–10% anak usia prasekolah dan sekitar 25% anak usia sekolah mengalami gangguan penglihatan.
Influenza atau yang lebih akrab dikenal sebagai flu sering kali dianggap remeh sebagai gangguan pernapasan biasa.
Daya tular campak cukup tinggi, mirip dengan covid-19. Seseorang yang terinfeksi dapat menularkan virus selama 4 hari sebelum dan sesudah gejala muncul.
Jemaah haji perlu memahami manfaat kesehatan jangka panjang dari vaksinasi, bukan sekadar memenuhinya sebagai syarat administrasi.
Data Kementerian Agama menunjukkan bahwa lebih dari 22% jemaah haji Indonesia pada 2025 merupakan kelompok lansia, dan mayoritas membawa penyakit komorbid.
Orang yang hidup dengan HIV (ODHA) memiliki risiko lebih tinggi terkena infeksi menular seksual (IMS). Selain berdampak langsung pada kesehatan.
Dalam kondisi hujan, tingkat kelembapan tinggi, dan suhu tinggi, melakukan aktivitas fisik di tempat terbuka meningkatkan peluang terserang penyakit.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved