Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Kesehatan Republik Indonesia resmi meluncurkan inisiatif besar untuk memperkuat akses layanan kesehatan mata di seluruh Indonesia. Bekerja sama dengan bersama OneSight EssilorLuxottica Foundation, langkah strategis Kemenkes ini digelar dalam upaya mewujudkan pemerataan layanan visi yang berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia.
Di Indonesia, gangguan penglihatan akibat kelainan refraksi yang tidak terkoreksi masih menjadi tantangan serius. Tanpa deteksi dini dan alat bantu seperti kacamata, kondisi ini menghambat produktivitas, capaian pendidikan, hingga kualitas hidup masyarakat di berbagai tingkatan usia.
Kemitraan yang direncanakan berjalan selama tiga tahun ini akan berfokus pada empat pilar utama guna menutup celah layanan kesehatan mata:
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Kemenkes RI dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid menegaskan urgensi kolaborasi ini.
“Gangguan penglihatan secara signifikan memengaruhi pembelajaran, produktivitas, kemandirian, dan kualitas hidup di segala usia. Deteksi dini dapat mencegah atau memperbaiki banyak masalah penglihatan, yang menyoroti pentingnya kolaborasi strategis dalam memperluas pemeriksaan penglihatan, memastikan perawatan lanjutan, dan meningkatkan kesehatan mata serta kualitas hidup bagi semua orang," ujar Nadia.
Senada dengan hal tersebut, Patricia Koh selaku Head of the OneSight EssilorLuxottica Foundation Southeast Asia, menyampaikan komitmennya untuk menghadirkan solusi jangka panjang bersama mitra lokal.
"Kami berkomitmen untuk bekerja bersama Kementerian Kesehatan dan para mitra lokal untuk meningkatkan deteksi dini, menyediakan solusi yang terjangkau, serta memperluas layanan kesehatan mata yang berkualitas," kata Patricia.
Sebagai bentuk aksi nyata, peluncuran ini dibarengi dengan kegiatan skrining mata gratis bagi 800 penerima manfaat, yang juga mencakup pembagian kacamata secara cuma-cuma.
Inisiatif ini tidak hanya berdiri sendiri, tetapi selaras dengan prioritas kesehatan nasional serta komitmen global WHO melalui inisiatif SPECS 2030.
Program ini terlaksana berkat kerja sama dengan Yayasan Indonesia Melihat Nusantara (YIMN) sebagai mitra pelaksana, didukung oleh WHO, dan berkoordinasi erat dengan Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta. (Z-1)
Penyakit Tidak Menular (PTM) kini mengintai usia produktif. Kenali gejala, data terbaru 2026, dan panduan deteksi dini untuk menjaga produktivitas masa depan.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan dr. Piprim Basarah Yanuarso diberhentikan dari PNS karena pelanggaran disiplin.
Case fatality rate (CFR) atau jumlah angka kematian karena demam berdarah dengue (DBD) menurun signifikan dari 2021 di kisaran 0,9%, menjadi 0,4% pada 2025.
Istilah super flu saat ini sedang ramai diperbincangkan seiring meningkatnya kasus influenza.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan, teknologi genomik memungkinkan pemeriksaan kesehatan menjadi lebih personal.
Spesialis dermatologi dr. Riva Ambardina Pradita menekankan pentingnya hidrasi dan penggunaan pelembap untuk menjaga kelembapan kulit selama puasa Ramadan.
Laser dalam SiLK berenergi ultra rendah sehingga mengurangi potensi inflamasi, jaringan korneapun lebih aman dan menjaga kekuatan strruktur kornea.
Pasien yang datang karena mata kering jumlahnya sangat banyak, sebagian besar pasien mata kering datang ketika kondisinya sudah cukup parah.
Langkah pertama yang dapat dilakukan masyarakat untuk mengatasi mata kering adalah menggunakan handuk atau lap yang bersih untuk mengompres mata dengan air yang hangat di rumah.
LAYANAN pemeriksaan mata serta pengalaman berbelanja kacamata sekarang dapat langsung di kantor, rumah, dan lokasi pilihan lain.
Seiring meningkatnya aktivitas digital di tempat kerja, banyak profesional usia produktif kini menghabiskan rata-rata lebih dari 8-10 jam per hari menatap layar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved