Headline

Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.

Kemenkes Perkuat Akses Kesehatan Mata

Basuki Eka Purnama
02/2/2026 12:28
Kemenkes Perkuat Akses Kesehatan Mata
Peluncuran inisiatif besar untuk memperkuat akses layanan kesehatan mata di seluruh Indonesia oleh Kemenkes.(MI/HO)

KEMENTERIAN Kesehatan Republik Indonesia resmi meluncurkan inisiatif besar untuk memperkuat akses layanan kesehatan mata di seluruh Indonesia. Bekerja sama dengan bersama OneSight EssilorLuxottica Foundation, langkah strategis Kemenkes ini digelar dalam upaya mewujudkan pemerataan layanan visi yang berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia.

Di Indonesia, gangguan penglihatan akibat kelainan refraksi yang tidak terkoreksi masih menjadi tantangan serius. Tanpa deteksi dini dan alat bantu seperti kacamata, kondisi ini menghambat produktivitas, capaian pendidikan, hingga kualitas hidup masyarakat di berbagai tingkatan usia.

Empat Pilar Transformasi Ekosistem

Kemitraan yang direncanakan berjalan selama tiga tahun ini akan berfokus pada empat pilar utama guna menutup celah layanan kesehatan mata:

  1. Peningkatan Kapasitas SDM: Pelatihan bagi 900 perawat Puskesmas untuk memperkuat skrining penglihatan dan deteksi dini di tingkat layanan primer.
  2. Penguatan Infrastruktur: Mendukung pengembangan 15 Vision Center di seluruh Indonesia agar layanan mata lebih mudah dijangkau dan terjangkau secara finansial.
  3. Aksi Nyata Koreksi Visi: Donasi 50.000 kacamata bagi masyarakat yang membutuhkan untuk meningkatkan produktivitas harian.
  4. Edukasi Publik: Kampanye kesadaran akan pentingnya pemeriksaan mata rutin sebagai bagian dari gaya hidup sehat.

Komitmen Bersama

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Kemenkes RI  dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid menegaskan urgensi kolaborasi ini.

“Gangguan penglihatan secara signifikan memengaruhi pembelajaran, produktivitas, kemandirian, dan kualitas hidup di segala usia. Deteksi dini dapat mencegah atau memperbaiki banyak masalah penglihatan, yang menyoroti pentingnya kolaborasi strategis dalam memperluas pemeriksaan penglihatan, memastikan perawatan lanjutan, dan meningkatkan kesehatan mata serta kualitas hidup bagi semua orang," ujar Nadia.

Senada dengan hal tersebut, Patricia Koh selaku Head of the OneSight EssilorLuxottica Foundation Southeast Asia, menyampaikan komitmennya untuk menghadirkan solusi jangka panjang bersama mitra lokal.

"Kami berkomitmen untuk bekerja bersama Kementerian Kesehatan dan para mitra lokal untuk meningkatkan deteksi dini, menyediakan solusi yang terjangkau, serta memperluas layanan kesehatan mata yang berkualitas," kata Patricia.

Implementasi Lapangan

Sebagai bentuk aksi nyata, peluncuran ini dibarengi dengan kegiatan skrining mata gratis bagi 800 penerima manfaat, yang juga mencakup pembagian kacamata secara cuma-cuma. 

Inisiatif ini tidak hanya berdiri sendiri, tetapi selaras dengan prioritas kesehatan nasional serta komitmen global WHO melalui inisiatif SPECS 2030.

Program ini terlaksana berkat kerja sama dengan Yayasan Indonesia Melihat Nusantara (YIMN) sebagai mitra pelaksana, didukung oleh WHO, dan berkoordinasi erat dengan Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya