Headline

Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%

Waspada Glaukoma: Pencuri Penglihatan yang Mengintai Tanpa Gejala

Basuki Eka Purnama
12/3/2026 08:01
Waspada Glaukoma: Pencuri Penglihatan yang Mengintai Tanpa Gejala
Ilustrasi(Freepik)

DALAM rangka memperingati Pekan Glaukoma Sedunia (World Glaucoma Week) 2026 yang berlangsung pada 8–14 Maret, masyarakat diajak untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap glaukoma. Penyakit saraf mata progresif ini sering disebut sebagai silent thief of sight karena kerap menyerang tanpa gejala hingga menyebabkan kebutaan permanen.

Glaukoma, saat ini, menempati urutan kedua sebagai penyebab kebutaan tertinggi di dunia setelah katarak. 

Di Indonesia, prevalensinya mencapai 0,46%, yang berarti 4 hingga 5 orang dari setiap 1.000 penduduk terdampak penyakit ini. Ironisnya, sekitar 80%–90% kasus di negara berkembang tidak terdeteksi sejak dini.

Ketua Glaukoma Service JEC Group, Prof. DR. Dr. Widya Artini Wiyogo, SpM(K), menekankan bahwa penyakit ini tidak hanya menyerang usia lanjut, tetapi juga bisa terjadi pada bayi. 

"Mayoritas kasus glaukoma tidak menunjukkan gejala sehingga sering baru terdeteksi saat pemeriksaan kesehatan. Namun jika muncul keluhan seperti sakit kepala hebat, penglihatan mendadak kabur, mual, muntah, atau nyeri mata, masyarakat perlu segera memeriksakan diri. Karena itu, skrining mata secara berkala sangat penting untuk mendeteksi glaukoma lebih dini," tuturnya.

Beberapa faktor risiko yang perlu diwaspadai meliputi riwayat keluarga, penderita diabetes melitus, penggunaan steroid jangka panjang, hingga kelainan refraksi tinggi seperti miopia atau hipermetropia. 

Tidak seperti katarak, kerusakan saraf mata akibat glaukoma tidak dapat diperbaiki.

Dr. Zeiras Eka Djamal, SpM(K), Dokter Mata Subspesialis Glaukoma di JEC Group, menjelaskan bahwa diagnosis tepat sangat krusial untuk menjaga sisa penglihatan pasien. 

"Banyak pasien baru datang ketika lapang pandangnya sudah menyempit. Dengan diagnosis yang tepat serta pemantauan yang teratur, perkembangan penyakit dapat dikendalikan sehingga kualitas penglihatan pasien tetap terjaga," ungkapnya. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya