Headline
Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.
Kumpulan Berita DPR RI
SARAPAN dengan gizi seimbang terbukti merupakan langkah awal yang sangat penting dalam mendukung tumbuh kembang anak optimal.
Sayangnya kegiatan sarapan belum menjadi kebiasaan rutin setiap keluarga di Indonesia. Terlebih, kondisi terkini mengungkap bahwa 8 dari 10 anak Indonesia masih kekurangan asupan Omega 3.
Padahal faktanya, Omega 3 dan Omega 6 telah terbukti secara ilmiah memiliki korelasi yang erat dalam mendukung tumbuh kembang anak yang optimal.
Baca juga : Ajinomoto Sosialisasikan Pentingnya Sarapan Bergizi untuk Anak
Sejalan dengan semangat Pekan Sarapan Nasional (Pesan) yang diperingati setiap tanggal 14-20 Februari, BlueBand menghadirkan program “Sarapan Lezat Bernutrisi”.
Program sebagai sarana untuk mengedukasi masyarakat akan pentingnya sarapan bergizi, rutin dan berimbang dalam mendukung tumbuh kembang optimal anak Indonesia.
BlueBand juga meluncurkan produk terbarunya, yakni BlueBand Kuliner sebagai solusi praktis para ibu dalam menyajikan sarapan lezat bernutrisi.
Baca juga : Peringati Pekan Sarapan Nasional 2023, Program 'Sarapan Berisi' Digelar Lagi
Presiden Direktur PT Upfield Consulting Indonesia Dicky Saelan menjelaskan bahwa program “Sarapan Lezat Bernutrisi” dari BlueBand ini bertujuan untuk mengedukasi dan menginspirasi masyarakat secara konsisten, terutama para ibu akan pentingnya sarapan dengan gizi seimbang untuk tumbuh kembang anak yang optimal.
“Terlaksananya program “Sarapan Lezat Bernutrisi” Blueband ini sejalan dengan visi perusahaan secara global dalam hal mendorong berbagai perubahan positif di masa depan, termasuk memerangi permasalahan gizi pada anak Indonesia,” kata Dicky dalam keterangan, Senin (26/2/2024).
“Tahun ini BlueBand berkomitmen untuk mengedukasi 500.000 anak di berbagai wilayah di Indonesia, dalam periode Januari – Desember 2024,” jelas Dicky.
Baca juga : Tidak Semua Susu Sama, Empat Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Pilih Susu Anak
60% Anak Indonesia Tak Sarapan Sebelum Berangkat Sekolah
Hal tersebut senada dengan hasil studi Pakar Gizi dan Pangan Indonesia (Pergizi Pangan) menemukan bahwa 60% anak Indonesia tidak sarapan sebelum berangkat sekolah.
Selain itu, berdasarkan data Survei Diet Total (SDT) Badan Litbangkes Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tahun 2020, sebanyak 66,8% anak sarapan dengan kualitas gizi rendah dan belum terpenuhi asupan vitamin dan mineralnya.
Baca juga : Lebih dari 800 Sekolah Telah Bergabung dalam AIA Healthiest School
Menyikapi fakta tersebut, Esti Nurwanti, S.Gz, RD, MPH, Ph.D, seorang ahli gizi yang berpengalaman, mengungkapkan bahwa kondisi ini tentunya perlu kita sikapi bersama.
Kondisi ini dapat berpotensi mempengaruhi proses tumbuh kembang anak dan penyerapan ilmu di sekolah.
"Anak pada usia sekolah memerlukan asupan padat gizi, terutama pemenuhan kebutuhan lemak esensial omega 3 dan 6, lemak esensial ini memiliki peran penting dalam meningkatkan kemampuan kognitif anak, meningkatkan konsentrasi dan daya ingat, serta menekan depresi dan kecemasan,” paparnya.
Baca juga : Protein Soya Dukung Tumbuh Kembang Optimal Anak yang Alergi Susu Sapi
“Selain itu, asupan lemak esensial juga membantu menjaga daya visual anak, yang penting dalam proses belajar di sekolah,” katanya.
“Oleh karena itu, memastikan anak-anak mendapatkan sarapan yang kaya akan zat gizi menjadi sangat penting untuk mendukung perkembangan dan prestasi akademik mereka,” ungkap Esti
Dalam pelaksanaannya, program "Sarapan Lezat Bernutrisi” BlueBand ini disampaikan secara online maupun offline dengan mengunjungi berbagai sekolah di wilayah Indonesia.
BlueBand juga membagikan booklet inspirasi menu 21 hari sarapan berisi yang dilengkapi dengan bantuan materi edukasi seperti komik dan permainan.
Anak-anak pun diharap bisa mendapatkan pengetahuan mengenai makanan bergizi dan pentingnya sarapan setiap hari dengan cara yang lebih mudah dan menyenangkan. (S-4)
Persepsi ini lahir dari cara pandang lama yang mengabaikan prinsip gizi seimbang. Padahal ukuran kesehatan tidak bisa hanya dilihat dari tampilan fisik semata.
Paparan gawai pada fase krusial pertumbuhan (usia 5 hingga 15 tahun) berisiko memicu gangguan tumbuh kembang yang menetap hingga dewasa.
Skrining pendengaran pada anak sejak dini menjadi kunci vital dalam menjaga kualitas hidup dan fungsi komunikasi buah hati.
Fungsi pendengaran memiliki kaitan erat dengan kemampuan bicara anak.
Orangtua diimbau untuk tidak membawa anak ke tempat yang terlalu padat guna meminimalisir risiko infeksi.
Kunci utama keberhasilan aturan pembatasan gawai bukan hanya pada larangan, melainkan pada keteladanan orangtua sebagai role model.
Pemerintah memastikan sekolah tetap berlangsung tatap muka di tengah krisis global, dengan fokus pada capaian akademik dan penguatan pendidikan karakter siswa.
Saat ini, banyak platform telah menyediakan fitur kendali orangtua (parental control), namun belum semua orangtua memahami cara mengoperasikannya.
Banjir besar November 2025 menyisakan duka yang belum usai, menjadikan perayaan tahun ini pengingat pahit bahwa bencana datang silih berganti.
Program penguatan kualitas lingkungan belajar dan pengembangan kapasitas siswa digelar untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan di Jakarta Timur.
BPIP mengapresiasi Pemprov DKI Jakarta yang menyelenggarakan Sosialisasi Pembelajaran Pendidikan Pancasila bagi satuan pendidikan.
Sejumlah pakar dan hasil kajian sosiologi menunjukkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mampu memperkuat solidaritas dan semangat belajar siswa di sekolah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved