Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
DOKTER spesialis kebidanan dan kandungan dari Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia Keven Tali mengatakan infeksi human papillomavirus (HPV) tidak hanya bisa menyebabkan kanker serviks tetapi juga kanker anus karena adanya kemiripan sel.
"Karena sel-sel yang ada di serviks itu mirip dengan sel yang ada di anus sehingga daerah itu menjadi lebih sensitif untuk terkena virus," kata Keven, dikutip Rabu (20/12).
Keven menuturkan HPV ditularkan melalui kontak seksual dan orang berisiko terkena virus ini apabila berhubungan intim dengan berganti-ganti pasangan, berhubungan intim terlalu dini, dan melahirkan anak lebih dari lima orang.
Baca juga: Vaksin HPV Paling Optimal Diberikan Saat Praremaja
Lebih lanjut, sambung dia, infeksi HPV selain menyebabkan kanker serviks dan kanker anus, juga dapat mengakibatkan kutil kelamin.
Menurut Keven, meskipun kutil sudah diobati namun virus penyebab masih dapat berdiam di dalam tubuh sehingga saat imunitas tubuh menurun atau tubuh terkena paparan kembali, kutil kelamin bisa muncul lagi.
"Jadi, jangan pernah anggap sepele karena saat muncul kutilnya itu, bisa menularkan pada orang lain. Untuk yang laki-laki, selain kutil kelamin, dia bisa kena kanker penis," tutur Keven.
Baca juga: Pendarahan Usai Berhubungan Intim Bisa Jadi Gejala Kanker Serviks
Berbicara upaya mencegah infeksi HPV, imbuh dia, salah satunya dengan divaksin HPV. Vaksin ini sudah dapat diberikan pada anak-anak perempuan mulai usia 9 tahun sebelum aktif secara seksual sebanyak dua dosis.
"Vaksin itu bisa melindungi dari penyakit-penyakit yang ter-cover oleh si vaksin. Vaksin paling awal bisa usia 9 tahun sampai 14 tahun, itu dua dosis," ujar Keven.
Selain itu, bagi yang sudah aktif melakukan hubungan intim, disarankan menerapkan perilaku seksual yang aman termasuk mengenakan kondom, menjalani sirkumsisi (sunat) untuk mengurangi risiko infeksi, dan menjalani skrining HPV setiap 5 - 10 tahun sejak usia 30 tahun.
Keven juga menyarankan, khususnya mereka yang sudah aktif secara seksual, untuk melakukan deteksi dini yakni dengan pap smear atau tes IVA di fasilitas kesehatan.
"Diharapkan semua lebih sadar dan mau memeriksakan diri untuk mengetahui apakah sudah ada virusnya atau belum. Vaksin HPV dan deteksi dini serta manajemen terapi sangat efektif untuk mencegah terjadinya infeksi HPV," pungkas Keven. (Ant/Z-1)
Kondisi kaki dapat memberikan petunjuk penting terkait kesehatan saraf, peredaran darah, hingga penyakit sistemik.
Ancaman super flu, infeksi saluran pernapasan akibat virus influenza dengan gejala yang lebih berat dibanding flu biasa, kian menjadi perhatian.
Pekerja lapangan menghadapi risiko penyakit yang cukup serius, mulai dari leptospirosis, infeksi kulit, diare, hingga infeksi saluran pernapasan.
Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan satu anak dengan gizi buruk, satu anak stunting, dan enam anak dengan gizi kurang.
SERANGAN penyakit kutu air (balancat) dan diare mulai menyerang korban banjir di Provinsi Kalimantan Selatan.
Kolesterol yang tinggi sering disebut sebagai silent killer dan dapat menjadi penyebab dari berbagai penyakit serius.
Buku berjudul Mika & Maka: Berani ke Dokter karya kolaborasi Karen Nijsen dan Maria Ardelia menghadirkan kisah yang disampaikan secara hangat dan mudah dipahami agar anak takut ke dokter
Selain jumlah, persoalan lain yang disoroti adalah distribusi dokter yang belum merata. Ia menyebut sebagian besar pendidikan kedokteran masih terpusat di Pulau Jawa.
Polda Metro Jaya menetapkan dr. Richard Lee sebagai tersangka kasus perlindungan konsumen atas laporan Dokter Detektif (Doktif).
Kemenkes melepas ratusan relawan dokter dan tenaga kesehatan bantu penanganan bencana di sejumlah wilayah di Aceh.
Tempat praktik yang digunakan bukan merupakan aset pribadi, melainkan unit yang disewa secara harian maupun mingguan.
Universitas itu nantinya tidak hanya berfokus pada pendidikan dokter, tetapi menaungi berbagai disiplin ilmu kesehatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved