Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
DOKTER spesialis anak lulusan Fakultas Kedokteran UGM Kurniawan Satria Denta menuturkan vaksin human papillomavirus (HPV) paling optimal diberikan saat seseorang memasuki praremaja dan belum aktif secara seksual dibandingkan diberikan kala dewasa.
"Kalau vaksin HPV diberikan anak karena paling optimal diberikan pada usia kira-kira praremaja. Optimal dalam memberikan kekebalan tubuh," kata dokter yang tergabung dalam Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Selasa (19/12).
Vaksinasi dikatakan dapat menjadi upaya untuk mencegah infeksi HPV, kanker serviks atau leher rahim, dan kanker terkait HPV lainnya.
Baca juga: Pendarahan Usai Berhubungan Intim Bisa Jadi Gejala Kanker Serviks
Denta merujuk studi mengatakan saat vaksin diberikan pada mereka yang berusia praremaja yakni 9 tahun hingga 14 tahun dan belum aktif melakukan hubungan seksual, antibodi yang terbentuk sangat tinggi sehingga mereka hanya membutuhkan dua kali suntikan atau dua dosis. Sementara mereka yang sudah berusia 15 tahun ke atas, membutuhkan tiga dosis vaksin HPV.
Kemudian, terkait keamanan vaksin, dia berkaca pada data di Amerika Serikat (AS) dengan cakupan pemberian vaksinasi sekitar 100 juta dosis sejak 2006 hingga 2016 bahwa tidak ditemukan efek samping yang parah.
"Kalau disuntik nyeri tetapi penurunan infeksinya bisa hampir 100%," kata Denta.
Baca juga: Penyintas HPV-DNA Positif Dipastikan Masih Bisa Hamil
Lalu, meskipun vaksin disarankan diberikan pada usia praremaja, namun orang-orang yang dewasa dan telah aktif secara seksual tetap bisa divaksin.
Menurut dokter spesialis kebidanan dan kandungan Keven Tali, vaksin bahkan bisa diberikan pada orang yang berusia 55 tahun.
"Usia 9 tahun -14 tahun dua dosis. Tapi orang-orang yang sudah menikah pun dan ingin divaksin, sudah punya anak pun itu masih bisa bahkan sampai usia 55 tahun juga tidak apa-apa. Misalnya ingin divaksin tinggal dikonsultasikan ke dokter," ujar dokter yang menegaskan vaksin bertujuan untuk mencegah bukannya untuk mengobati penyakit.
Kemudian, selain vaksinasi, dia menyarankan orang-orang yang sudah aktif secara seksual juga menjalani pap smear.
"Jadi dimasukkan alat ke vagina lalu kita swab. Itu tindakan hanya sebentar, diperuntukkan perempuan yang sudah pernah ada kontak seksual karena memasukkan alat ke dalam vagina yang berpotensi merusak selaput dara," kata Keven. (Ant/Z-1)
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Vaksin yang sedang diuji adalah V181-005, sebuah formulasi baru yang berpotensi memberikan perlindungan yang lebih cepat dan efisien.
Lucia menjelaskan ketika terjadi bencana banyak orang yang terkena luka bisa karena seng, paku, dan sebagainya maka diberikan serum anti tetanus, untuk mencegah infeksi.
Kanker serviks saat ini merupakan penyakit penyebab kematian nomor 2 di Indonesia.
Pneumonia merupalan penyebab utama kematian pada balita, yang menurunkan fungsi alveolus pada paru-paru.
Menurut Ari Baskoro dari Universitas Airlangga, desain kohort bukan metode ideal untuk menilai efektivitas vaksin karena rentan bias.
PT Bio Farma (Persero) berkolaborasi dengan Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) menyelenggarakan kegiatan Vaksinasi HPV Massal untuk mencegah kanker serviks
Kanker serviks masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan perempuan Indonesia.
Untuk kasus baru kanker mulut rahim, lanjut Husny, sesuai dengan data pada 2020 terjadi sebanyak 87 kasus per hari.
Seorang pria dijuluki tree man atau manusia pohon karena menderita kondisi medis langka. Kondisi itu membuat tangan dan kakinya berubah menyerupai kulit kayu.
Human Papillomavirus (HPV) adalah salah satu infeksi menular seksual (IMS) paling umum di dunia. Baik pria maupun wanita dapat terinfeksi, termasuk remaja
Virus HPV memiliki 200 tipe yang beredar di dunia, dengan tipe HPV risiko tinggi yang sering menyebabkan kanker serta tipe HPV risiko rendah yang sering menyebabkan kutil anogenital.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved