Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Satgas Imunisasi Dewasa Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) Dr dr Sukamto Koesnoe menekankan pentingnya vaksinasi untuk orang dewasa.
Menurut dia, vaksinasi dapat mengurangi risiko menderita penyakit, meningkatkan daya tahan tubuh alami, dan melindungi diri dari penyakit yang dapat dicegah.
Terkait itu, Sukamto mengatakan pihaknya telah merilis rekomendasi jadwal imunisasi dewasa terbaru untuk tahun ini. Rekomendasi tersebut mencakup adanya penambahan enam vaksin untuk orang dewasa meliputi vaksin PCV-13, vaksin PPV-23, vaksin meningitis, vaksin Dengue, vaksin polio (IPV), dan vaksin covid-19.
Baca juga: Waspada! Gigi Goyang Tanda Tersembunyi Diabetes
Enam vaksin itu untuk penyakit yang dikategorikan bisa dicegah. Sukamto mengatakan ada 22 vaksin untuk penyakit yang bisa dicegah, yaitu influenza, Tetanus diphtheria pertussis (Td/Tdap), Varisela, Human Papillomavirus (HPV) untuk perempuan, Human Papillomavirus (HPV) untuk laki-laki, dan Zoster.
Lalu, measles/campak, mumps/gondongan & rubella/campak Jerman (MMR), Pneumococcal Conjugate 13-valent (PCV13), Pneumococcal Polisakarida (PPSV23), meningitis meningococcal polisakarida, meningitis meningococcal conjugate, hepatitis A, hepatitis B, hepatitis A&B (kombinasi), dan hepatitis A&thypoid (kombinasi).
Kemudian, demam tifoid, demam kuning), japanese Encephalitis (JE), rabies, covid-19, dengue, dan polio (IPV).
"Dengan ini, kita melihat bahwa vaksinasi bukan hanya sebagai perlindungan diri, melainkan fondasi penting untuk kesehatan masyarakat secara keseluruhan," kata Sukamto.
Pada saat yang sama, Ketua Umum PAPDI Dr dr Sally Aman Nasution mengatakan adanya jadwal ini juga diharapkan dapat membuat masyarakat menyadari pentingnya perlindungan diri dengan vaksinasi.
"Sehingga ini bukan cuma menjadi langkah krusial dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, tetapi juga dalam menghadapi tantangan kesehatan seperti kasus demam berdarah dan kembali meningkatnya kasus covid-19," ujarnya.\
Baca juga: Pneumonia Masih Mengancam, MSD Ajak Orang Tua Lakukan Vaksinasi
Pentingnya vaksinasi semakin ditekankan di tengah situasi musim hujan yang cenderung meningkatkan kasus demam berdarah. Menyikapi ini, PAPDI menyoroti bahwa vaksinasi dapat mencegah keparahan dan tingkat rawat inap yang mencapai hingga 84%.
Sebagai langkah proaktif menghadapi situasi yang terus berkembang, PAPDI juga merekomendasikan booster lanjutan vaksin covid-19, dengan penekanan khusus pada kelompok berisiko. Hal itu dianggap sebagai upaya efektif dalam mencegah pemberantasan penyakit, angka perawatan di rumah sakit, dan kematian.
Selain itu meskipun ada banyak jenis vaksin, namun vaksinasi ini bisa dilakukan dengan skala prioritas. Misalnya untuk ibu hamil dan lansia bisa dilakukan sesuai dengan kebutuhan tubuhnya masing-masing. (Z-6)
Malaria masih menjadi masalah kesehatan global yang kompleks akibat imunitas parsial, pembawa asimtomatik, dan resistensi insektisida.
Penerapan higiene dan sanitasi yang ketat dinilai menjadi garda terdepan dalam mencegah penularan penyakit yang kerap muncul akibat meningkatnya populasi kuman di musim hujan.
Program vaksinasi PMK juga dilakukan secara serentak dalam dua periode secara nasional.
Influenza atau yang lebih akrab dikenal sebagai flu sering kali dianggap remeh sebagai gangguan pernapasan biasa.
Daya tular campak cukup tinggi, mirip dengan covid-19. Seseorang yang terinfeksi dapat menularkan virus selama 4 hari sebelum dan sesudah gejala muncul.
Jemaah haji perlu memahami manfaat kesehatan jangka panjang dari vaksinasi, bukan sekadar memenuhinya sebagai syarat administrasi.
Stroke yang dipicu oleh fibrilasi atrium cenderung lebih berat dibandingkan stroke pada umumnya.
Keempat penyakit tersebut adalah Avian Influenza (flu burung), Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus (MERS-CoV), Super Flu, dan infeksi virus Nipah.
Malaria masih menjadi masalah kesehatan global yang kompleks akibat imunitas parsial, pembawa asimtomatik, dan resistensi insektisida.
Berbeda dengan sekadar tren kesehatan umum, lifestyle medicine merupakan pendekatan medis formal yang menggunakan intervensi gaya hidup berbasis bukti.
Jika langkah-langkah pencegahan dan deteksi dini tidak diperkuat sejak dini, jumlah kasus kanker diprediksi akan meningkat hingga 70% pada 2050.
Penerapan higiene dan sanitasi yang ketat dinilai menjadi garda terdepan dalam mencegah penularan penyakit yang kerap muncul akibat meningkatnya populasi kuman di musim hujan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved