Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
Andien Aisyah, penyanyi pop dan jazz terkemuka Tanah Air, adalah salah satu artis yang telah mengatasi tantangan besar pada usia yang sangat muda. Pada Kamis (26/10) di Pink Ribbon Campaign Mal Ciputra Jakarta, Ia menceritakan pengalamannya saat mengalami benjolan di sekitar payudara yang merupakan tumor jinak ketika berusia 16 tahun.
Pada saat itu, awalnya, penyanyi yang baru merilis lagu “Dan Lalu” tersebut memilih untuk tidak berbicara tentang apa yang terjadi. Namun, seiring berjalannya waktu, benjolan tersebut terus muncul dan ia memutuskan untuk berbicara kepada sang ibu.
“Benjolannya semakin lama semakin nyata, kaya bisa dipegang atau digenggam gitu. Jadi aku merasa kalau aku tanya ke temenku, anak umur 16 tahun, dia juga pasti tidak tahu,” ujar Andien.
Baca juga: Mal Ciputra Jakarta Gelar Kampanye Edukasi Bahaya Kanker Payudara
Saat bercerita ke ibunya, Andien mengaku benjolan tersebut sudah sebesar bakso. Kemudian, tumor jinak atau fam tersebut diangkat dari tubuhnya tidak lama setelah Ibunya membawa Andien ke dokter untuk pertama kali.
Pengalaman yang Ia alami tersebut sangat berkesan baginya hingga Ia memutuskan untuk membuat tugas akhir yang berfokus pada kampanye tentang kanker payudara, khususnya pada kalangan anak sekolah dan mahasiswa. Melalui tugas akhir tersebut, ia menemukan fakta bahwa kanker payudara seringkali juga terjadi pada usia remaja, bahkan bisa mulai terjadi sejak usia 14 tahun.
Baca juga: Penanganan Kanker Payudara Masih jadi PR Besar Indonesia
Andien menjelaskan bahwa pada masa itu, informasi mengenai kanker payudara belum sebanyak saat ini. Setelah menjalani operasi, ia merenung dan bertanya-tanya mengenai apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya. Ia merasa aneh karena pada umumnya, ia mengetahui bahwa kanker payudara lebih umum terjadi pada wanita yang berusia di atas 25 tahun.
Ia juga bercerita bahwa Ia tidak mempunyai saudara atau garis keturunan yang mengalami kanker payudara. Setelah ditelusuri pola makanannya di waktu itu yang membuat benjolan tersebut muncul. Hal itu mengubah pandangannya tentang banyak hal termasuk tentang makanan.
Sejak saat itu, Andien berupaya untuk mengubah pola hidupnya agar tetap sehat. Terlebih dari sisi sabg suami, sudah ada 2 orang yang mengalami kanker payudara. Bahkan mertua Andien juga berpulang karena penyakit tersebut. “Kalo kita ngomongin tentang makanan, juga bener-bener nyemplung sampe sekarang masih tetep baca literatur tentang makanan-makanan tuh masih,” tuturnya. Selain itu Ia juga rutin berolahraga bersama keluarga untuk menghindari dari berbagai macam penyakit.
“Upayaku untuk menyusui kedua anakku juga, selain untuk mereka, itu pun juga untuk aku. Karena kan katanya ibu yang menyusui bayi secara langsung itu, memiliki risiko terkena kanker payudara lebih rendah,” jelas penyanyi juga entrepreneur tersebut. Andien menyusui anak pertamanya hingga umur 2 tahun 3 bulan dan anak keduanya hingga umur 3 setengah tahun.
Adapun, Noorwati Sutandyo dari Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Provinsi DKI Jakarta, memberikan saran penting kepada masyarakat. Ia menekankan pentingnya menjaga pola makan sehat demi mencehag terjadinya tumor payudara.
“Kalau bisa makan yang segar jangan makan semua yang diawetkan, data WHO menunjukkan daging merah itu carcinogenic apabila diolah,” pungkas Prod Noor.
Selain itu, Noor juga menyarankan untuk melakukan Sadari alias periksa payudara sendiri secara rutin. Hal itu bertujuan agar kita dapat mendeteksi benjolan pada payudara sesegera mungkin, sehingga langkah-langkah pencegahan dan pengobatan dapat diambil dengan cepat.
Di Indonesia sendiri, kanker payudara menduduki peringkat teratas sebagai jenis kanker yang paling umum terjadi. Data YKI menunjukkan bahwa terdapat 68.858 kasus baru kanker payudara di Indonesia, atau sekitar 16,6% dari total 396.914 kasus kanker baru, dan sekitar 70% dari kasus ini terdeteksi pada stadium lanjut. Selain itu, masalah serupa juga dihadapi oleh kanker serviks, dengan perkiraan adanya 36.633 kasus baru dan 21.003 kematian di Indonesia. Ini setara dengan 50 kasus baru setiap hari, yang mengakibatkan lebih dari dua kematian setiap jam akibat kanker serviks atau kanker leher rahim. (Z-11)
Kenali jenis mastektomi, lama pemulihan, serta cara merawat tubuh dan kesehatan mental setelah operasi kanker payudara.
Menurut data World Health Organization (WHO), pada tahun 2012 terdapat sekitar 40 dari 100.000 perempuan di Indonesia yang didiagnosis dengan kanker payudara.
Jika dibandingkan negara-negara di Asia Tenggara maka Indonesia termasuk salah satu negara dengan bertahan hidup pasien kanker payudara yang rendah.
Studi 11 tahun di tujuh pusat layanan kesehatan New York menunjukkan seperempat kasus kanker payudara terjadi pada perempuan usia 18-49 tahun.
Mahkota Dewa kaya senyawa aktif yang berpotensi melawan sel kanker payudara. Namun, konsumsi tetap harus hati-hati dan tak menggantikan pengobatan medis.
“Dari ibu ke ibu, yang baru saja menderita kanker, saya hanya ingin memeluknya," kata Jessie J
Prioritas utama saat ini adalah memastikan ketersediaan tempat tinggal dan kebutuhan pokok bagi para penyintas.
Jika dibandingkan negara-negara di Asia Tenggara maka Indonesia termasuk salah satu negara dengan bertahan hidup pasien kanker payudara yang rendah.
Di tengah perjuangan melawan kanker, kekuatan bukan hanya berasal dari terapi medis, tetapi juga dari dukungan emosional dan hubungan yang bermakna dengan komunikasi empatik.
Pada 1974, ia menjadi korban pemerkosaan di sebuah kamar motel di Long Island, New York, Amerika Serikat.
Komnas Perempuan mencatat sepanjang 2024 telah terjadi 330.097 kasus kekerasan berbasis gender (KBG), meningkat sejumlah 14,17% dibandingkan 2023.
Masih banyak mitos keliru terkait kanker payudara seperti biopsi, terapi sistemik, dan ketakutan soal efek samping pengobatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved