Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Angka Bertahan Hidup Pasien Kanker Payudara di Indonesia masih Rendah

M Iqbal Al Machmudi
05/12/2025 15:22
Angka Bertahan Hidup Pasien Kanker Payudara di Indonesia masih Rendah
ilustrasi(freepik.com)

Staff Khusus Menteri Kesehatan, Bambang Widianto, mengatakan angka sintas atau bertahan hidup pasien kanker payudara di Indonesia masih rendah dibandingkan negara-negara Asia Tenggara.

Berdasarkan data dari pasien Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan angka sintas pasien kanker payudara hanya sebesar 54,5 persen kalau dibandingkan dengan negara maju bisa sampai 80%-90%.

"Kita sangat jauh ketinggalan. Jadi pesannya sekali lagi bahwa memang kita tidak perlu takut terhadap angka kanker payudara kalau bisa deteksi pada tahap awal," kata Bambang dalam webinar secara daring, Kamis (4/12).

Jika dibandingkan negara-negara di Asia Tenggara maka Indonesia termasuk salah satu negara dengan bertahan hidup pasien kanker payudara yang rendah. Di Thailand angka sintas pasien kanker payudara mencapai 75,1%; Vietnam 74%; Malaysia 64%; dan Singapura mencapai 80%. 

Pemerintah menargetkan angka sintas pasien kanker payudara di Indonesia naik menjadi 60%. 

Perlu diketahui saat ini pemerintah bersandar pada tiga pilar WHO Global Breast Cancer Initiative kuntuk pengentasan kanker payudara. Dalam pilar tersebut sekitar 60% pasien di diagnosa pada stadium awal yaitu stadium 1 dan 2. Saat ini baseline diagnosa dini kanker baru 30%.

"Kemudian kita ingin diagnosa ditegakkan pada 60 hari sejak gejala muncul. Kalau kita melihat data pasien BPJS itu 1-3 bulan. Kalau kita lihat dari data pasien mandiri itu 2 minggu sampai 1 bulan jadi memang ada kesenjangan antara pasien BPJS dan diagnosa pada pasien mandiri," ujar dia.

Kemudian pilar selanjutnya yakni 80 persen pasien menerima terapi multimodalitas hingga selesai tanpa pengabayaan terapi. 

"Ini tantangan juga karena pada saat ini dalam studi terbatas baseline kita itu hanya 46 persen," pungkasnya. (H-1)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Denny parsaulian
Berita Lainnya