Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
PAKAR Obstetri dan Ginekologi dari Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia Beeleonie mengatakan ibu hamil perlu berhati-hati mengonsumsi hidangan boga bahari, utamanya jangan sampai berlebihan.
"Sebenarnya boleh makan seafood (boga bahari), tetapi hati-hati seafood itu kuprum (tembaga) tinggi. Kita tahu kalau metabolisme dalam tubuh kalau kuprumnya tinggi maka zink akan turun. Jadi boleh makan seafood tapi harus di-adjust porsinya," kata dia, Sabtu (7/10).
Beeleonie menyarankan asupan boga bahari maksimal tiga porsi atau tiga kali dalam sepekan mencapai jumlah yang cukup atau tidak berlebihan.
"Ancang-ancang supaya tidak terlalu tinggi itu tiga porsi seminggu itu relatif aman. Jadi jangan hari ini udang, besok udang hingga Jumat udang. Tiga kali seminggu relatif oke," kata dia.
Kemudian, khusus untuk ikan, sebaiknya pilih bukan yang berasal dari laut dalam karena tinggi merkuri. Menurut studi, merkuri dapat membahayakan perkembangan sistem saraf bayi.
Penelitian menunjukkan anak-anak yang lahir dari perempuan yang terpapar merkuri selama kehamilan dapat mengalami gangguan fungsi otak.
Hidangan boga bahari diketahui merupakan sumber protein dan asam lemak omega-3 yang baik untuk jantung.
Beberapa studi memperlihatkan manfaat makan makanan laut rendah merkuri saat hamil lebih besar daripada risikonya. Dalam sebuah penelitian, perempuan yang mengonsumsi lebih sedikit asam lemak omega-3 dari makanan laut memiliki peluang lebih tinggi mengalami depresi selama kehamilan dan pascapersalinan.
Penelitian itu juga menunjukkan mengonsumsi makanan laut saat hamil dapat meningkatkan kesehatan mental ibu hamil.
Sebuah studi terhadap hampir 12.000 perempuan menunjukkan bahwa anak-anak yang lahir dari perempuan yang makan lebih dari 2 porsi ikan per minggu memiliki hasil tes kecerdasan, perilaku, dan perkembangan yang lebih baik dibandingkan anak-anak yang lahir dari perempuan yang makan lebih sedikit ikan.
Selain makanan laut, Beeleonie juga merekomendasikan perempuan hamil mengonsumsi oat dan granola karena mengandung asam folat tinggi.
Kemudian, sebaliknya, dia menyebut makanan mengandung pengawet dan pewarna, termasuk yang harus sangat-sangat dikurangi ibu hamil. (Ant/Z-1)
Tingginya angka obesitas menjadi salah satu alasan utama masyarakat menjadikan diet sebagai resolusi tahunan.
Carnivore diet diklaim mampu menurunkan berat badan dengan cepat karena tinggi protein dan lemak. Namun, diet ini minim serat dan berisiko bagi kesehatan jantung jika dilakukan jangka panjang.
Kesalahan dalam menerapkan pola diet untuk menurunkan berat badan bisa menyebabkan tubuh terasa lemas karena kekurangan asupan gizi dan cairan.
Tim peneliti dari Cornell Food and Brand Lab menemukan berat badan sebagian besar orang relatif stabil selama musim panas. Tetapi mulai meningkat ketika liburan akhir tahun.
Karbohidrat tetap dibutuhkan tubuh terutama dalam memasok energi ke otak.
Banyak orang yang tengah berdiet memilih menghindari karbohidrat demi menurunkan berat badan lebih cepat. Padahal, langkah ekstrem ini justru bisa berdampak buruk bagi tubuh.
Kemunculan ambeien sangat erat kaitannya dengan kebiasaan sehari-hari yang kurang baik.
Sederet Makanan yang Meningkatkan Risiko Kanker Paru diantaranya ultra processed food
Temuan tersebut diperoleh dengan menelaah data konsumsi makanan dari 112 negara yang mencakup 99% emisi gas rumah kaca terkait pangan secara global.
Kacang juga kaya nutrisi penting lain seperti magnesium, vitamin E, dan antioksidan, yang tak hanya membantu kenyang tetapi juga mendukung kesehatan jantung
Diet Barat dan diet tradisional sering dibandingkan. Artikel ini membahas perbedaan, manfaat, dan dampaknya bagi kesehatan tubuh secara lengkap.
Serangan jantung kerap dikaitkan dengan kebiasaan merokok, jarang berolahraga, atau pola makan yang buruk.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved