Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Ai Maryati Solihah menyebut pihaknya sangat berduka dan kehilangan sosok inspirator yang banyak memperjuangkan hak-hak anak, Arist Merdeka Sirait. Ai menilai Arist merupakan tokoh bangsa yang membuka cakrawala perlindungan anak.
“Tentu ungkapan duka dan kehilangan kolega dan abang kami. Saya melihat beliau sosok yang lebih dulu membela hak-hak anak. Kami mendoakan beliau semoga mendapat sisi terbaik di Tuhan Yang Maha Kuasa,” tutur Ai kepada Media Indonesia, Sabtu (26/8).
“Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada beliau. Selama ini Pak Arist Merdeka Sirait dalam membuka cakrawala perlindungan anak dia bersuara di dalam ruang lingkup yang hampir sulit ditemukenali, situasi kekerasan, situasi penindasan terhadap anak, kekerasan seksual saya kira beliau lantang bersuara untuk membela hak-hak anak serta memberi perlindungan kepada anak tersebut,” tambahnya.
Baca juga : Ketua Komnas Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait Tutup Usia
Ai mengatakan saat ini semua pihak harus melanjutkan perjuangan Arist dalam melindungi hak anak. “Tugas kita semua untuk melanjutkan yang menjadi perlindungan beliau. KPAI melihat selama ini kepedulian dan semangat beliau yang juga menginspirasi banyak pihak. Tentu kita sangat berduka,” tandas Ai.
Hal sama yang juga dirasakan Deputi Perlindungan Khusus Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) Nahar. Dia juga turut berduka dan merasa sangat kehilangan sosok Arist Merdeka Sirait. Dia mengenang kebersamaannya dengan Arist semasa hidup.
Baca juga : Menteri PPPA Bintang Puspayoga Sampaikan Dukacita ke Keluarga Arist Merdeka
“Banyak kenangan bersama beliau, khususnya dalam mengawal implementasi UU 17 tahun 2016 di mana para pelaku persetubuhan terhadap anak didorong agar dapat dikenakan hukuman maksimal, tindakan kebiri kimia dan pemasangan alat pendekteksi elektronik. Saat ini saya tengah di rumah duka. Kami sangat kehilangan,” ujar Nahar.
Seperti diketahui, Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait, 63, meninggal dunia, hari ini. Arist meninggal di Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur pada Sabtu (26/8) pukul 08.30 WIB. Berita duka diperoleh dari Raihanif Putra, salah satu staf Komnas PA.
"Telah berpulang ke Rumah Bapak, Arist Merdeka Sirait pada Sabtu 26 Agustus 2023 di Rumah Sakit Polri Kramat Jati," kata Raihanif.
Raihanif menyebut Arist memang telah menjalani perawatan di rumah sakit tersebut sebanyak dua kali. "Namun kembali ke Rumah Sakit Polri Senin kemarin, masih diobservasi tim dokter penyakitnya apa, tapi saat ini sudah meninggal dunia," kata dia.(Z-4)
SALAH satu pasal dalam KUHP baru mengatur tentang sanksi membawa kabur kekasih atau pacar tanpa izin dan restu orangtua, yakni bisa dikenai pidana dengan ancaman 6 tahun pidana.
Komnas Perlindungan Anak mengingatkan seluruh pihak bahwa anak adalah masa depan bangsa.
Bunda Ima menyerahkan sertifikat tanah berikut bangunan rumah untuk dijadikan Rumah Aman bagi korban kekerasan anak yang ditangani Komnas Anak.
Pelapor, korban, atau orangtua korban kekerasan pada anak butuh waktu lama untuk melapor dan tertangani dengan baik.
KETUA Umum Komnas Perlindungan Anak Agustinus Sirait mengutuk keras atas peristiwa dugaan pencabulan yang melibatkan Kapolres Ngada AKBP Fajar Widya darma Lukman
KETUA Komnas Perlindungan Anak, Agustinus Sirait menyebut tindak kekerasan anak terus bertambah. Bahkan catatan di tahun 2024, meningkat 34 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Kekerasan terhadap perempuan dan anak bukan isu sektoral semata, melainkan persoalan kebangsaan yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Kasus gangguan jiwa anak dan remaja di Jawa Barat meningkat. RSJ Cisarua mencatat kunjungan naik hingga 30 pasien per hari, depresi jadi kasus dominan.
Edukasi seksual tidak perlu menunggu anak dewasa. Sebaliknya, langkah perlindungan ini justru harus dimulai sejak usia dini untuk membentengi anak dari pelecehan seksual.
Pendekatan bermain jauh lebih efektif dalam memberikan edukasi seksual karena membuat informasi lebih mudah diterima tanpa menciptakan rasa takut pada anak.
Langkah preventif harus dimulai bahkan sebelum keberangkatan. Orangtua diminta untuk tidak meremehkan pemeriksaan kesehatan awal bagi anak.
Kurangnya paparan sinar matahari akibat cuaca mendung dan hujan terus-menerus berisiko menurunkan produksi Vitamin D alami dalam tubuh.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved