Headline
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga menyadari masih banyak hak dasar anak yang belum terpenuhi. Hal itu bisa diukur dengan masih tingginya angka kekerasan terhadap anak, pernikahan usia dini, dan banyak anak mengalami stunting.
Meski semua hak dasar dijamin dalam konstitusi, ia mengatakan masih harus ada upaya dan kerja keras semua pihak untuk dapat bersama-sama memenuhi hak dasar anak.
Baca juga: Hari Anak Nasional, 72 Tahanan Peroleh Remisi Khusus
“Setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh dan berkembang, serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. Pemerintah, dalam rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) 2020-2024, juga menekankan kebijakan untuk meningkatkan kualitas hidup anak dengan menciptakan negara ramah anak serta memperkuat sistem keuangan pemerintah yang responsif terhadap pemenuhan hak-hak anak sesuai keragaman budaya dan kondisi geografis yang ada,” jelas Bintang kepada Media Indonesia, Senin (24/7).
Pemenuhan hak anak, kata Bintang, memerlukan sinergi dan kolaborasi yang kuat antarpemangku kepentingan. Ia mengharapkan seluruh kementerian dan lembaga yang terkait dapat ikut berkontribusi dalam menjalankan tugasnya memenuhi hak dasar anak.
Baca juga: Bagaimana Nasib Pengendalian Tengkes di Tahun Politik? Ini Kata Pakar
“Tentunya keberhasilan dalam memastikan kesejahteraan anak adalah hasil dari seluruh kementerian/lembaga yang berkontribusi sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing. Kesejahteraan anak Indonesia juga dapat ditinjau melalui tingkat kualitas fisik maupun mental anak. Setidaknya ada lima indikator kesejahteraan anak mengacu pada Konvensi Hak Anak yaitu dimensi kelangsungan hidup, perlindungan, tumbuh kembang, partisipasi, dan identitas,” tandasnya. (Z-1)
Suara para remaja dalam forum Genre sangat berharga untuk mencapai Indonesia yang lebih adil dan maju.
Menteri PPPA Bintang Puspayoga menyampaikan bahwa ekonomi perawatan merupakan bagian penting dalam menciptakan kesetaraan gender khususnya bagi kemajuan masa depan ASEAN.
Menteri PPPA Bintang Puspayoga menyelenggarakan upacara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Republik Indonesia di daerah 3T
Faktor kemiskinan dan masalah sulitnya ekonomi menjadi faktor terbesar terjadinya kasus TPPO di Indonesia.
ANAK adalah masa depan bangsa Indonesia. Kesejahteraan anak Indonesia saat ini merupakan jaminan kesejahteraan bangsa kita di masa mendatang.
Anak Indonesia yang merupakan generasi masa depan yang penuh potensi. Mereka tumbuh di era dimana teknologi dan internet menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari.
Selain gangguan perilaku seperti hiperaktif dan sulit konsentrasi, paparan layar berlebih juga memicu gangguan tidur.
Langkah pertama yang harus diperhatikan bukan sekadar menahan lapar, melainkan kesiapan fisik dan psikis sang anak untuk berpuasa di bulan Ramadan.
Ledakan emosi orangtua sering kali dipicu oleh kondisi fisik dan psikis yang sedang tidak stabil.
Emosi yang bergejolak sering kali menjadi penghalang bagi orangtua untuk berpikir jernih.
Batuk pada kasus PJB memiliki mekanisme yang berbeda dengan batuk akibat virus atau bakteri pada umumnya.
Anak-anak adalah kelompok yang paling rentan saat bencana terjadi. Hal ini karena mereka umumnya belum memiliki kemampuan untuk mengekspresikan emosi secara verbal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved