Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Sekretaris Jenderal Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (Perdossi) Jakarta Winnugroho Wiratman menyampaikan gejala penyakit neuropati atau kerusakan pada saraf dan kiat untuk menanganinya.
Neuropati adalah gangguan atau kerusakan pada jaringan saraf yang ditandai dengan gejala seperti kebas, kesemutan, sensasi terbakar, atau rasa ditusuk jarum.
Winnugroho, saat sebuah acara kesehatan di Jakarta, Minggu (11/6), mengatakan gejala paling berat dari neuropati adalah kelumpuhan yang bisa terjadi jika kerusakan saraf berlangsung dalam jangka waktu yang lama.
Baca juga: Cara Mengobati Komplikasi Neuropati
"Kalau sudah makin lama kelumpuhan bisa terjadi dan itu yang paling berat," kata Winnugroho.
Bila tidak dideteksi lebih awal, neuropati bisa menyebabkan gangguan otonom pada tubuh seperti gangguan irama jantung atau keringat berlebihan.
Kerusakan saraf yang berujung pada neuropati disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya luka eksternal, peradangan, trauma pascaoperasi, merokok, diabetes, konsumsi minuman beralkohol, kemoterapi, kekurangan nutrisi/vitamin, faktor genetik, hingga saraf terjepit karena terlalu sering menggunakan gawai atau berkendara.
Baca juga: Anda Sering Kesemutan? Ini Beberapa Kemungkinan Penyebabnya
Winnugroho menyebutkan beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah neuropati yaitu melakukan kontrol dan manajemen penyakit kronis dengan baik, mengonsumsi diet yang bergizi, olahraga rutin, serta menjauhi rokok dan minuman beralkohol.
Jika gejala kesemutan, kebas, dan nyeri pada saraf muncul secara tiba-tiba, dalam jangka waktu yang lama, dan bertambah parah, Winnugroho menganjurkan untuk segera periksa dan berobat ke dokter.
Winnugroho menjelaskan asupan vitamin B neurotropik yang meliputi vitamin B1, B6, dan B12 sangat penting bagi kesehatan saraf sekaligus dapat menurunkan gejala neuropati sampai 62,9% dalam tiga bulan.
"Dengan pemberian vitamin B1, B6, dan B12 gejala neuropati itu yang kita nilai dengan total symptom score ternyata menurun sampai 62,9% selama pemakaian tiga bulan," ujar Winnugroho.
Vitamin B1, B6, dan B12 memiliki peran masing-masing dalam proses pemulihan saraf. Vitamin B1 berperan dalam mempercepat proses pembentukan energi, vitamin, dan DNA yang dibutuhkan dalam regenerasi jaringan sel saraf.
Vitamin B6 berfungsi untuk membantu menghantarkan sinyal saraf. Vitamin B6 dapat membantu dalam proses produksi neurotransmitter, yang berperan membawa sinyal dari satu sel saraf ke sel saraf lainnya.
Sementara B12 membantu dalam regenerasi selubung mielin yaitu pelindung akson pada saraf yang diibaratkan seperti lapisan karet yang melindungi kabel listrik. Regenerasi selubung mielin dibutuhkan dalam proses awal pemulihan saraf yang rusak.
Winnugroho mengingatkan untuk mewaspadai gejala neuropati dan segera periksakan ke dokter jika gejala neuropati terus muncul selama lebih dari tiga minggu.
"Waspada pada gejala neuropati sesegera mungkin bila memang (gejala) berat, terus menerus, berulang lebih dari tiga minggu segera cari pertolongan (dokter)," pungkas Winnugroho. (Ant/Z-1)
Jika langkah-langkah pencegahan dan deteksi dini tidak diperkuat sejak dini, jumlah kasus kanker diprediksi akan meningkat hingga 70% pada 2050.
Penerapan higiene dan sanitasi yang ketat dinilai menjadi garda terdepan dalam mencegah penularan penyakit yang kerap muncul akibat meningkatnya populasi kuman di musim hujan.
Virus Nipah secara alami berasal dari kelelawar pemakan buah dari genus Pteropus atau dikenal sebagai flying fox.
Penularan utama leptospirosis terjadi melalui kontak kulit dengan air atau tanah yang telah tercemar urine hewan pembawa bakteri, dengan tikus menjadi perantara yang paling sering ditemukan.
TANTANGAN dan dinamika penyakit hati di Indonesia disoroti. Penyakit hati di Indonesia menunjukkan pola yang semakin kompleks, mulai dari hepatitis kronis, sirosis, hingga kanker hati.
Epilepsi bukan penyakit yang disebabkan oleh virus, bakteri, atau organisme yang bisa berpindah antarindividu.
Penelitian yang dilakukan para psikolog di James Cook University menunjukkan pemilik kucing cenderung memiliki tingkat neurotisisme yang lebih tinggi dibandingkan pemilik anjing.
Mengetik terlalu lama dan duduk di posisi yang sama dalam waktu lama, termasuk mengendarai motor, bisa memicu munculnya neuropati.
Celine Dion yang sedang menghadapi gangguan neurologis langka, berharap untuk meningkatkan kesadaran tentang kondisinya melalui dokumenter "I Am: Celine Dion."
"Obat yang mengandung vitamin B kompleks tidak hanya efektif mengurangi gejala, namun, juga efektif memulihkan sebagian fungsi saraf yang rusak akibat neuropati perifer."
Neuropati perifer adalah gangguan pada saraf tepi sehingga menimbulkan sensasi kebas, kesemutan, rasa seperti tertusuk, dan sensasi panas pada bagian ujung tubuh, misalnya tangan dan kaki.
Neuropati perifer adalah gangguan pada saraf tepi yang menimbulkan sensasi kebas, kesemutan, rasa seperti tertusuk, dan sensasi panas pada bagian ujung tubuh, misalnya tangan dan kaki.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved