Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
DOKTER spesialis neurologi RS Bethesda Lempuyangwangi, Yogyakarta Rizaldy Taslim Pinzon mengatakan penanganan sedini mungkin amat penting bagi pengidap neuropati perifer supaya kerusakan pada sistem saraf tubuh tidak semakin meluas.
"Lakukan diagnosis segera dan pengobatan segera. Jangan menunda ataupun ragu merujuk pasien untuk tes kesehatan rinci seperti tes saraf," kata Rizaldy, dikutip Jumat (24/11).
Praktisi kesehatan harus mendengarkan keluhan pasien, khususnya jika mereka mengeluhkan sensasi terbakar dan nyeri pada ujung tubuh misalnya tangan dan kaki serta kesulitan tidur karena hal tersebut bisa jadi merupakan gejala neuropati perifer.
Baca juga: Penderita Diabetes Diingatkan Cegah Neuropati Perifer
Neuropati perifer adalah gangguan pada saraf tepi sehingga menimbulkan sensasi kebas, kesemutan, rasa seperti tertusuk, dan sensasi panas pada bagian ujung tubuh, misalnya tangan dan kaki.
Kerusakan saraf tepi bisa mengenai sistem saraf sensorik atau perasa, sistem saraf motorik, sistem saraf otonom, atau kombinasi dari ketiga sistem saraf tersebut.
Diabetes adalah salah satu penyakit yang dapat menyebabkan munculnya neuropati perifer.
Baca juga: Ini Cara Mengenali Gejala Neuropati
Dokter yang menyelesaikan pendidikan kedokterannya di Universitas Gadjah Mada itu mengatakan setelah mendapatkan diagnosis neuropati, praktisi kesehatan hendaknya tidak hanya memberi penanganan untuk meredakan gejalanya, tapi, juga untuk mempertahankan fungsi saraf dan mencegah kerusakan memburuk.
Salah satu cara penanganan diagnosis neuropati yang dapat memperbaiki fungsi saraf adalah melalui pemberian obat kombinasi vitamin B kompleks yang mengandung vitamin B1, B6, dan B12.
Rizaldy mengatakan, berdasarkan penelitian yang ia lakukan pada 400 pengidap neuropati perifer dengan kondisi yang beragam, obat kombinasi vitamin B tersebut telah terbukti kemanjurannya.
"Pemberian vitamin B kompleks untuk pengidap neuropati perifer juga harus dilakukan sedini mungkin karena jika sistem saraf sudah rusak, tidak ada lagi yang bisa dilakukan," ucap dokter yang tergabung dalam Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (Perdossi) itu. (Ant/Z-1)
Penerapan higiene dan sanitasi yang ketat dinilai menjadi garda terdepan dalam mencegah penularan penyakit yang kerap muncul akibat meningkatnya populasi kuman di musim hujan.
Virus Nipah secara alami berasal dari kelelawar pemakan buah dari genus Pteropus atau dikenal sebagai flying fox.
Penularan utama leptospirosis terjadi melalui kontak kulit dengan air atau tanah yang telah tercemar urine hewan pembawa bakteri, dengan tikus menjadi perantara yang paling sering ditemukan.
TANTANGAN dan dinamika penyakit hati di Indonesia disoroti. Penyakit hati di Indonesia menunjukkan pola yang semakin kompleks, mulai dari hepatitis kronis, sirosis, hingga kanker hati.
Epilepsi bukan penyakit yang disebabkan oleh virus, bakteri, atau organisme yang bisa berpindah antarindividu.
Kondisi kaki dapat memberikan petunjuk penting terkait kesehatan saraf, peredaran darah, hingga penyakit sistemik.
Peneliti Universitas Bonn temukan manfaat luar biasa diet oat selama dua hari bagi penderita sindrom metabolik. Simak bagaimana oat mengubah bakteri usus dan kesehatan jantung.
Resistensi insulin adalah akar masalah diabetes dan obesitas yang sering tidak terdeteksi. Kenali gejala fisik, penyebab, dan cara memulihkannya secara alami di sini.
Oahraga yang dilakukan sesaat setelah sahur sangat tidak dianjurkan. Hal ini karena aktivitas fisik di pagi hari saat berpuasa dapat memicu dehidrasi.
Asupan nutrisi pada waktu sahur dan berbuka harus benar-benar diperhatikan agar kebutuhan vitamin, mineral, dan air tetap terpenuhi.
Studi terbaru mengungkap diabetes bukan sekadar masalah kesehatan, tapi ancaman bagi GDP dunia. Temukan mengapa pencegahan dini menjadi kunci stabilitas ekonomi.
Pada penderita diabetes, infeksi ini dapat berkembang lebih cepat, sulit disembuhkan, dan berpotensi menimbulkan komplikasi jika tidak ditangani secara tepat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved