Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
Konsistensi membangun pemahaman terkait pentingnya pemenuhan gizi seimbang dalam keluarga merupakan langkah strategis demi mewujudkan generasi penerus yang sehat dan berdaya saing.
"Pemenuhan kebutuhan dasar setiap warga negara, seperti kecukupan gizi dan nutrisi seimbang bagi para remaja, harus menjadi perhatian serius dan membutuhkan konsistensi para pemangku kepentingan di negeri ini dalam pelaksanaannya," kata Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Selasa (30/5).
Hasil survei Pemprov Jawa Barat menemukan bahwa 40% remaja putri di Jawa Barat, mengidap anemia. Bila kondisi itu berlanjut ketika menikah akan berisiko melahirkan bayi stunting atau kekurangan gizi.
Baca juga : Percepatan Penurunan Prevalensi Stunting Harus Fokus Atasi Faktor Penyebab
Sementara itu data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) pada 2021 melaporkan pengeluaran keluarga untuk konsumsi rokok tiga kali lebih banyak daripada pengeluaran untuk belanja protein. Belanja rokok pada rumah tangga miskin sebesar 11,9% dari pengeluaran bulanan mereka.
Kondisi tersebut, ujar Lestari, memperlihatkan belum terbangunnya pemahaman yang utuh terkait penting kecukupan gizi dan nutrisi bagi para anggota keluarga di Indonesia.
Di daerah yang sumber pangannya berlimpah seperti Jawa Barat misalnya, tambah Rerie, sapaan akrab Lestari, hampir setengah populasi remaja putrinya mengidap anemia. Sedangkan secara umum pada keluarga yang berpenghasilan terbatas, pemenuhan gizi tidak menjadi prioritas.
Baca juga : Langkah Strategis Akselerasi Pencapaian Target Prevalensi Stunting Harus Direalisasikan
Gerakan untuk membangun pemahaman masyarakat terkait pentingnya pemenuhan kebutuhan gizi seimbang, tegas Rerie yang juga legislator dari Dapil II Jawa Tengah itu, harus segera diwujudkan, agar upaya intervensi kecukupan gizi balita, remaja hingga ibu hamil dapat direalisasikan sesuai target.
Tanpa pemahaman yang cukup, tegas Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu, upaya memberi asupan gizi seimbang di berbagai tingkat pertumbuhan balita akan sulit untuk diwujudkan. Padahal, tambah Rerie, upaya perbaikan gizi balita, remaja dan ibu hamil membutuhkan waktu dan konsistensi.
Rerie sangat berharap para pemangku kebijakan juga mengarahkan perhatian yang serius pada sektor hulu dalam penanganan kasus-kasus stunting di tanah air.
Baca juga : Gerakan Peningkatan Gizi Masyarakat Percepat Cetak Anak Bangsa yang Tangguh
Sehingga gencarnya upaya intervensi gizi pada bayi dan balita, tegas dia, harus dibarengi dengan sosialisasi masif dan konsisten untuk membangun pemahaman masyarakat mengenai pentingnya kecukupan gizi yang seimbang sejak usia dini, remaja, hingga ibu hamil untuk menghasilkan generasi penerus bangsa yang sehat dan berdaya saing di masa depan. (RO/Z-7)
KEMAMPUAN story telling atau bercerita sangat dibutuhkan untuk memberi pemahaman yang benar bagi masyarakat terkait langkah pengobatan yang tepat dalam mengatasi kanker.
HAMPIR dipastikan revisi Undang-Undang (UU) Pemilu atau UU Omnibuslaw Politik akan disahkan pada 2026 ini mengingat tahapan Pemilu 2029 harus sudah dimulai menjelang akhir 2026
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan peran keluarga sebagai ruang yang aman bagi perempuan, sebagai bagian penting dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.
WAKIL Ketua MPR RI Lestari Moerdijat, mengatakan peran generasi muda sangat dibutuhkan dalam upaya membangun ekosistem pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan.
Lestari Moerdijat mengatakan pemenuhan hak anak berkebutuhan khusus (ABK) dan disabilitas harus terus digencarkan di berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam hal pendidikan.
WAKIL Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, mengatakan landasan kerja yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan harus menjadi acuan para pemangku kepentingan dalam pembangunan.
ANGGOTA Komisi VI DPR dari Fraksi Partai NasDem Asep Wahyuwijaya menilai, peringatan keras Presiden Prabowo atas kondisi tata kelola dan usaha BUMN ke belakang sebagai refleksi kegusaran.
MENJELANG Ramadan, kegelisahan sering muncul tanpa sebab yang jelas. Ada rindu yang tertahan, ada takut yang samar, dan ada rasa bersalah yang lama bersembunyi di dasar hati.
Posisi Indonesia dalam BOP seharusnya tidak sekadar administratif, melainkan menjadi instrumen penekan bagi pihak-pihak yang mencederai kesepakatan damai.
Ketiadaan kursi legislatif berdampak pada minimnya sumber daya politik dan operasional partai, termasuk tidak adanya kantor untuk menjalankan aktivitas organisasi.
Masyarakat mengharapkan KPK menindak kasus korupsi kakap yang berdampak besar bagi negara.
DPW Partai NasDem Jawa Barat menyalurkan bantuan penanganan bagi korban bencana tanah longsor Desa Pasirlangu Kecamatan Cisarua Kabupaten Bandung Barat melalui program NasDem Peduli.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved