Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
DOKTER spesialis penyakit dalam konsultan alergi imunologi RSUI Alvina Widhani menjelaskan perbedaan antara alergi dan lupus yang sering sulit dibedakan oleh masyarakat awam.
"Jadi, autoimun itu terjadi ketika sistem kekebalan tubuh kita bereaksi berlebihan terhadap sel tubuh sendiri. Beda dengan alergi. Kalau alergi itu, kekebalan tubuh kita itu bereaksi berlebihan terhadap target dari luar. Misalnya terhadap debu, obat, atau makanan," jelas Alvina, dikutip Rabu (24/5)
"Kalau autoimun itu menyerang sel tubuh sendiri. Pada penyakit autoimun itu, tubuh kita responsnya tidak bisa mengenali. Jadi sel-sel tubuh yang harusnya dianggap sebagai kawan yang tidak boleh dihancurkan malah kemudian diserang. Padahal kan respons kekebalan tubuh kita tujuannya adalah menghadapi patogen dari luar kayak bakteri atau virus. Tapi ini malah dia salah mengenali. Karena fungsinya tidak normal sehingga menimbulkan kerusakan di berbagai organ sesuai dengan penyakit autoimunnya," tambahnya.
Baca juga: Hati-hati! Perempuan Lebih Sering Terkena Lupus, Ini Alasannya
Lebih dalam, Alvina juga menjelaskan lupus merupakan salah satu jenis penyakit autoimun yang menimbulkan gejala pada beberapa bagian tubuh. Lupus sangat bervariasi sehingga antara odapus (pengidap lupus) dengan odapus lainnya bisa memiliki gejala yang berbeda.
"Jadi ada yang ringan, ada juga yang sejak awal sudah berat. Gejalanya ini bisa juga menyerupai penyebab yang lain. Jadi satu gejala itu tidak hanya disebabkan oleh lupus tapi juga bisa disebabkan oleh penyakit lain. Sehingga sering kali mungkin terlambat dikenali atau sering kali kita sulit untuk mendiagnosis dengan pasti. Jadi membutuhkan tata laksana dan diagnosa yang lebih pas," kata Alvina.
Oleh sebab itu, Alvina mengatakan penting sekali untuk kita mengenali gejala-gejala ini secara dini agar pengobatannya bisa berhasil lebih baik.
Baca juga: Makanan yang Dianjurkan Bagi Penderita Lupus
"Jika memang sudah terdiagnosa lupus, para odapus ini agar bisa memperoleh hasil yang optimal. Selain juga untuk pengobatan, tapi juga butuh support yang tidak hanya dari tenaga medis namun juga dari keluarga dan rekan yang lain," ujarnya.
Setelah menjelaskan perbedaan antara lupus dan alergi, Alvina juga menjabarkan gejala yang dialami oleh odapus.
Dia mengatakan, apabila mencurigai lebih dari satu gejala, sebaiknya periksakanlah diri ke dokter untuk mendapatkan diagnosa yang tepat.
"Terutama pada perempuan. Karena perempuan itu kejadiannya 9 banding 1 dengan laki-laki untuk lupus ini. Jadi kalau pada perempuan usia muda kita temukan gejala seperti ini, kita perlu mencari tahu apakah ada lupus atau tidak," paparnya.
Gejala-gejala yang dialami penderita lupus adalah demam, penurunan berat badan, mudah lelah, nyeri sendi, timbul kemerahan pada kulit saat terkena matahari dan sariawan berulang.
Selain itu, gejala lainnya adalah rambut rontok, anemia, sel darah putih atau trombosit rendah, bergejala pada saraf pusat, saraf tepi dan psikiatri.
Kemudian odapus juga bisa mengalami gejala pada jantung, ginjal, paru, saluran cerna dan mata.
Namun, Alvina mengatakan hal yang harus diperhatikan adalah gejala-gejala ini belum tentu terkait dengan lupus. Perlu deteksi dan pemeriksaan dari dokter untuk menentukan apakah seseorang mengidap lupus atau tidak.
Jadi jangan juga di satu sisi kita terlalu khawatir, tapi di satu sisi kita juga nggak boleh lengah.
"Tapi, kalau kita menemui gejala yang menetap lebih dari satu gejala berikut ya perlu dicari tahu. Apakah memang ini ada lupus atau penyakit autoimun lain," kata dia. (Ant/Z-1)
Penderita diabetes umumnya menunjukkan empat gejala utama yang saling berkaitan, atau yang sering disebut sebagai gejala klasik 4P.
Stimulasi 40Hz setiap hari mampu menjaga fungsi kognitif pasien, bahkan menurunkan biomarker utama penyakit Alzheimer.
Memasuki tahun 2026, data menunjukkan pergeseran tren medis yang mengkhawatirkan: lonjakan signifikan kasus diabetes tipe 2 pada kelompok usia 20 hingga 30 tahun (Gen Z).
Perkembangan janin yang tidak sempurna hingga memicu PJB dipengaruhi oleh berbagai faktor risiko dari sisi kesehatan orang tua maupun lingkungan.
Stroke yang dipicu oleh fibrilasi atrium cenderung lebih berat dibandingkan stroke pada umumnya.
Keempat penyakit tersebut adalah Avian Influenza (flu burung), Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus (MERS-CoV), Super Flu, dan infeksi virus Nipah.
Penelitian Stanford Medicine mengungkap Epstein-Barr virus (EBV) diduga menjadi pemicu utama lupus. Temuan ini membuka peluang terapi baru untuk penyakit autoimun kronis tersebut.
Penelitian baru dari Stanford University menemukan virus umum pada masa kanak-kanak, Epstein-Barr, dapat memicu lupus.
Penyanyi Halsey mengungkapkan dirinya sempat dilarikan ke rumah sakit akibat kondisi darurat medis ringan setelah konser di Boston.
Simak perjalanan karier Fahmi Bo lewat daftar sinetron populer yang dibintanginya, dari Lupus, Kiamat Sudah Dekat, hingga TOP.
Lupus menjadi inspirasi Selena Gomez saat mendesai kemasan Rare Beauty.
Sebuah studi mengungkapkan lupus menunjukan kecenderungan mereda seiring bertambahnya usia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved