Headline
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Kumpulan Berita DPR RI
PENYAKIT lupus, ternyata lebih sering terjadi pada perempuan. Penyakit kronis ini biasanya menyebabkan peradangan di seluruh tubuh, seperti persendian, kulit, dan organ tubuh lainnya.
Lupus juga tergolong penyakit autoimun. Sebab, penyakit ini menyerang sistem kekebalan tubuh yang nantinya menyerang sel dan organ tubuh sendiri.
Sebenarnya lupus dapat menyerang siapa saja tanpa pandang bulu. Namun dibanding pria, penyakit autoimun ini lebih sering terjadi pada perempuan. Yuk, simak alasannya di sini.
Baca juga: Makanan yang Dianjurkan Bagi Penderita Lupus
Alasan Perempuan Rentan Terkena Lupus
Menurut Ketua Yayasan Lupus Indonesia Tiara Savitri mengatakan, lupus merupakan penyakit autoimun dan paling banyak dialami oleh perempuan yang berisiko 9 kali lebih besar daripada pria untuk terkena lupus.
"Lupus itu adalah salah satu penyakit autoimun yang salah satu pencetus atau penyebabnya adalah factor hormonal. Faktor Hormonal inilah yang menyebabkan Wanita paling banyak mendapatkan penyakit lupus," ucapnya.
Baca juga: Hari Lupus Sedunia 10 Mei, Artis Tak Luput dari Lupus
Tiara menerangkan bahwa Lupus paling sering terjadi pada wanita yang berada di kisaran usia 15–50 tahun atau masih dalam masa reproduksi. Selain itu juag berdasarkan pengalamnya di lapangan Yayasan Lupus Sendiri juga menemukan orang dengan Lupus di Bawah usia 5 tahun bahkan masih 4 bulan.
"Saat itu kita ketemu yang masih lima tahun dan bahkan kita ketemu orang dengan lupus berusia empat bulan. Biasanya itu terkena di usia-usia 15 sampai 50 tahun. Dan ada juga yang usianya di asta 50 tahun bahkan 81 tahun yang paling banyak," tuturnya.
Mengidap lupus juga dapat menyebabkan beberapa kondisi kesehatan terjadi lebih awal daripada biasanya. Kondisi kesehatan tersebut, meliputi:
Beberapa obat lupus dapat menyebabkan keropos tulang. Selain itu, seperti halnya lupus, wanita juga lebih berisiko mengalami osteoporosis daripada pria. Faktanya, sekitar 80% osteoporosis di Amerika Serikat adalah wanita.
Lupus juga dapat berkontribusi terhadap penyakit jantung, karena banyak pengidap lupus juga memiliki faktor risiko penyakit jantung, seperti tekanan darah tinggi atau kolesterol tinggi. Wanita dengan lupus juga berisiko 50 kali lebih berisiko mengalami nyeri dada atau serangan jantung.
Lebih dari setengah orang yang mengidap lupus juga mengalami masalah ginjal.
Itulah sedikit penjelasan mengenai alasan mengapa lupus lebih sering menyerang perempuan daripada pria. (Z-10)
Kabar baik! MK putuskan penyakit kronis kini bisa masuk kategori disabilitas. Simak syarat asesmen medis dan prinsip pilihan sukarela dalam Putusan MK No. 130/2025.
Minyak sawit sering dianggap berbahaya. Simak fakta ilmiah tentang komposisi lemak, risiko kanker, obesitas, dan kesehatan jantung yang jarang diketahui publik.
Tidur cukup bukan sekadar istirahat. Ini 7 manfaat tidur berkualitas bagi kesehatan tubuh dan mental.
Dirjen Kesehatan Lanjutan Kemenkes Azhar Jaya menyebut Indonesia kekurangan 92 ribu dokter dan meluncurkan program pendidikan spesialis hospital based.
KEBIASAAN kurang bergerak atau duduk terlalu lama saat bekerja alasan mengapa bahu, leher, atau punggung terasa sakit. 7 gerakan peregangan meredakan punggung bawah.
Peran brand dalam sektor kesehatan terus berkembang seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya gaya hidup sehat.
Penyakit autoimun adalah kondisi saat sistem kekebalan tubuh yang seharusnya melindungi, justru keliru menyerang sel dan jaringan sehat dalam tubuh.
DATA Kementerian Kesehatan mencatat estimasi lebih dari 2,5 juta penduduk Indonesia hidup dengan kondisi autoimun.
Penyakit autoimun merupakan kondisi ketika sistem kekebalan tubuh keliru menyerang sel dan jaringan tubuh sendiri.
Kortikosteroid, yang termasuk dalam kategori obat steroid, merupakan pengobatan penting untuk berbagai penyakit inflamasi dan autoimun.
Risiko arhtitis teumatoid meningkat seiring bertambahnya usia, dan pada perempuan berusia di atas 55 tahun prevalensinya bisa mencapai 5%.
Meningkatkan kesadaran masyarakat akan pencegahan penyakit autoimun menjadi hal yang krusial, mengingat kasusnya terus bertambah di Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved