Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PSIKOLOG klinis anak dan keluarga Putu Andini mengatakan anak yang melakukan tindakan perundungan di sekolah biasanya berkaitan dengan kurangnya perhatian dengan kebutuhan emosional anak tidak terpenuhi.
"Semua kasus perundungan yang tampak di luar, di dalam ada kebutuhan emosi yang tidak terpenuhi. Anak-anak yang jadi korban maupun pelaku terlihat ada masalah di luar, ada emotional needs yang tidak terpenuhi," ucap Putu, dikutip Senin (27/3).
Kebutuhan emosional yang dimaksud adalah ketika anak tidak mendapatkan perhatian dari lingkungan terdekatnya termasuk orangtua dan menemukan cara melampiaskan perasaannya di media sosial.
Baca juga: Anak Korban Perundungan Rentan Depresi
Ia mengatakan, perundungan daring yang marak saat ini karena dunia digital mengubah 'medan permainan' perundungan yang dulu langsung secara fisik, sekarang dipermudah dengan akses yang mampu dijangkau anak-anak.
Psikolog lulusan Universitas Udayana Bali itu mengatakan keterlibatan anak dalam perilaku perundungan daring bisa dipicu karena orangtua yang kurang terlibat dalam mengawasi anak mereka secara daring.
"Jika dibiarkan, dampak perundungan daring bisa memengaruhi anak hingga usia dewasa, baik bagi pelaku maupun korban," ucapnya.
Baca juga: Polisi Amankan Pelaku Perundungan Remaja Perempuan di Jakarta Utara yang Viral di Medsos
Putu menambahkan pengaruh dari perundungan daring ini sangat besar efeknya tergantung dari intensitas perilaku yang didapatkan.
Dari perilaku perundungan daring, anak bisa mempersepsikan dirinya sebagai korban yang selalu salah dan bisa memengaruhi pembentukan karakter pribadinya kelak.
"Kalau bully diterima terus ia akan melihat dirinya negatif terus, merasa dia tidak bisa, tidak mampu, menarik diri dari sekolah dan paling parah kalau tidak dapat support bisa bunuh diri atau melukai diri sendiri," ucap Putu.
Persepsi ini tidak hanya terbentuk dari satu kejadian perundungan daring yang dialami, namun bisa juga dipengaruhi faktor eksternal seperti pemberitaan yang tidak ramah anak.
Dalam upaya melindungi anak dari perundungan daring, Putu mengatakan orangtua harus beradaptasi dengan dunia digital.
Jika anak sudah bisa mengakses gawai, orangtua bisa ikut mengawasi konten apa yang bisa diakses anak, memperhatikan siapa saja teman sepermainannya, serta membangun hubungan yang sehat antara orangtua dan anak.
"Harapannya ketika edukasi diberikan, promosikan hubungan yang sehat antara orangtua dan anak agar kebutuhan emosi terpenuhi, kalau merasa terabaikan, kurang didengar, kurang waktu dengan orangtua anak akan merasa kosong dan akan melampiaskan ke hal yang salah," pungkas Putu. (Ant/Z-1)
Kemenkes mengungkapkan temuan senior yang merupakan peserta PPDS Unsri melakukan perundungan atau bullying pada juniornya dengan memeras Rp15 juta per bulan
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut akan memberikan sanksi untuk penerbitan Surat Tanda Registrasi (STR) pelaku perundungan.
Peran warga sekolah, kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, dan murid, sangat strategis dalam memastikan sekolah aman dan nyaman.
Merespons bullying, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN menggelar 'Gen Z Fest: The Next Wave of Digital Natives' di Jakarta (18/12)
Data UPT PPA DKI Jakarta menunjukkan, hingga 19 Desember 2025 terdapat 2.182 pengaduan. Kekerasan psikis menempati urutan tertinggi dengan 1.059 kasus.
Dalam aksinya, mereka sempat mendatangi sekolah yang berlokasi di Kelurahan Sukahati, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (15/12).
Durasi batuk merupakan indikator paling krusial dalam mendeteksi TB, terutama pada orang dewasa.
TB pada anak bukan sekadar batuk biasa, melainkan ancaman terhadap masa depan mereka.
Edukasi seksual ini merupakan langkah preventif utama untuk mencegah penyimpangan seksual pada anak di masa depan.
Gangguan hormon yang tidak ditangani sejak dini dapat menghambat perkembangan organ reproduksi secara optimal.
Proses grooming biasanya dimulai dengan upaya halus untuk menumbuhkan rasa percaya.
Child grooming adalah proses manipulatif ketika pelaku, biasanya orang dewasa, membangun hubungan emosional dengan seorang anak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved