Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Saat Anak Dirundung, Orangtua Harus Jadi Pelabuhan Pertama yang Tenang

Basuki Eka Purnama
24/1/2026 12:07
Saat Anak Dirundung, Orangtua Harus Jadi Pelabuhan Pertama yang Tenang
Ilustrasi(Freepik)

KASUS perundungan (bullying) pada anak sering kali memicu reaksi emosional yang hebat bagi orangtua. Namun, psikolog pendidikan dari Universitas Indonesia, Saskia Rosita Indasari M.Psi., mengingatkan bahwa reaksi pertama orangtua saat mengetahui anak mereka dirundung akan sangat menentukan proses pemulihan mental sang anak.

Saskia menekankan pentingnya orangtua untuk menjaga ketenangan diri sebelum mencoba menolong anak. Menurutnya, anak cenderung menjadikan respons orangtua sebagai cermin atau contoh dalam menyikapi masalah tersebut.

"Orangtua perlu tetap tenang dan jangan terpancing emosinya, karena anak akan mencontoh respons orangtua menyikapi hal ini. Tenangkan diri dan berikan rasa aman pada anak, misalnya dengan memberi pelukan atau merangkulnya," ujar Saskia, dikutip Sabtu (24/1).

Langkah Awal: Validasi Fisik dan Psikis

Selain memberikan pelukan, langkah konkret pertama yang harus dilakukan adalah memeriksa kondisi fisik anak. Hal ini penting untuk mengidentifikasi apakah terdapat tanda-tanda kekerasan fisik yang memerlukan penanganan medis atau bukti tambahan.

Setelah rasa aman tercipta, orangtua disarankan untuk menjadi pendengar yang aktif. Biarkan anak menceritakan kronologi kejadian dan siapa saja pihak yang terlibat. 

Penting juga untuk menanyakan apakah anak sudah sempat melaporkan kejadian tersebut kepada pihak sekolah atau orang dewasa di sekitarnya.

Melibatkan Anak dalam Solusi

Satu poin krusial yang sering terlupakan adalah menanyakan keinginan anak. Saskia menyarankan orangtua untuk secara terbuka menanyakan apa yang mereka harapkan dari orangtua dalam situasi sulit tersebut.

"Jika anak butuh dukungan atau bantuan dari orangtua, orangtua dapat mendampingi anak menyelesaikan masalah tersebut tanpa orangtua berkelahi dengan sesama orangtua ataupun dengan murid," lanjutnya.

Bagi anak yang sudah memasuki usia sekolah atau remaja, pendekatan yang diambil harus lebih bersifat diskusi. Orangtua perlu mengajak mereka berpikir kritis untuk mencari solusi dan memberikan dukungan moral agar anak berani menuntaskan masalahnya sendiri dengan pendampingan.

Edukasi Dini dan Komunikasi Hangat

Pendekatan berbeda perlu diterapkan jika korban masih berusia di bawah lima tahun atau baru masuk sekolah dasar. Karena keterbatasan kosakata emosi, orangtua bisa menggunakan media cerita atau buku tentang pertemanan dan cara mengelola emosi sebagai sarana edukasi.

Pada akhirnya, kunci utama pencegahan dan penanganan perundungan adalah komunikasi yang hangat dan konsisten. Saskia menyarankan orang tua untuk tidak hanya bertanya, tetapi juga berani membuka diri.

"Selain bertanya, orangtua bisa lebih dulu membuka percakapan dengan menceritakan pengalaman pribadinya saat menghadapi situasi yang tidak menyenangkan dan apa yang dilakukan saat itu sehingga dengan keterbukaan orang tua, biasanya anak akan ikut terbuka dan bercerita," pungkas Saskia. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya