Headline
Pemerintah merevisi berbagai aturan untuk mempermudah investasi.
Hingga April 2024, total kewajiban pemerintah tercatat mencapai Rp10.269 triliun.
PRESIDEN Joko Widodo menegaskan upaya penguatan pengelolaan sumber daya air adalah agenda besar yang harus dijalankan secara serius oleh dunia.
Berbagai program harus dilakukan demi menjamin keberadaan elemen tersebut bisa berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi masyarakat dan seluruh makhluk hidup.
Hal tersebut ia sampaikan saat membuka Kick Off Meeting of The 10th World Water Forum di Jakarta, Rabu (15/2).
"Keberlanjutan sumber daya air menjadi isu yang sangat mendesak bagi dunia," ujar Jokowi.
Ia menyadari, saat ini, kebutuhan akan air terus meningkat tajam sejalan dengan pertumbuhan penduduk, peningkatan produksi pangan dan industri. Sementara, ketersediaan air yang berkualitas dan berkelanjutan semakin minim akibat degradasi lingkungan dan perubahan iklim.
"Pengelolaan sumber daya air secara efisien dan terpadu merupakan agenda yang harus kita kerjakan bersama. Air harus bisa dikelola dan dimanfaatkan untuk kemakmuran bersama," ucap mantan wali kota Surakarta itu.
Jokowi pun menyampaikan sejumlah strategi yang diharapkan bisa ditindaklanjuti dan diimplementasikan secara konkret di lapangan. Beberapa di antaranya adalah konservasi air, ketersediaan air bersih dan sanitasi, air untuk ketahanan pangan dan energi, serta mitigasi bencana alam berupa banjir dan kekeringan.
Baca juga: Dinkes Ungkap Air Sumur Galian di Mataram tak Layak Konsumsi
Agenda-agenda tersebut harus dikerjakan secara bersama-sama melalui kolaborasi seluruh pihak, mulai dari pemerintah, swasta hingga masyarakat. Dialog dan kemitraan antarnegara juga harus dilaksanakan dalam semangat jebersamaan demi kesejahteraan rakyat dunia.
"Semua agenda itu butuh banyak inovasi, terutama dari sisi finansial," ungkapnya.
Ia mengaku senang Indonesia menjadi tuan rumah dari The 10th WWF. Kepala Negara berharap seluruh rangkaian acara yang akan berlangsung setahun ke depan bisa menghasilkan solusi nyata dan membuat pengelolaan air semakin baik ke depan.
"Saya harap kita biaa mencari solusi, mengembangkan inovasi dan mengimplementasikan aksi bersama sesegera mungkin," tukas Jokowi.
Presiden World Water Council Loic Fauchon pun menyampaikan apresiasi atas dukungan Presiden Jokowi dan seluruh pemangku kepentingan di Indonesia dalam bidang sumber daya air.
Ia mengajak semua pihak untuk mempersiapkan penyelenggaraan World Water Forum ke-10 di Bali dengan baik.
"Kita harus mempersiapkan World Water Forum di Bali bersama-sama. Kita harus berkoordinasi, mencoba memberikan solusi baru, respons baru yang memungkinkan kita meningkatkan akses air untuk miliaran orang," ucap Fauchon.(OL-5)
Tingkat Kepuasan Publik 10 Tahun Kepemimpinan Presiden Joko Widodo
Ada yang tidak puas, tentu tidak sedikit pula yang puas sekaligus mengapresiasi permintaan maaf Presiden Jokowi.
Selama 10 tahun terakhir, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia mengalami tren peningkatan dari 68,90 pada tahun 2014 menjadi 73,55
Pembangunan Teknologi Komunikasi dan Informasi (ICT) di tahun 2021, dialokasikan sebesar Rp30,5 triliun (termasuk melalui TKDD).
PURNA sudah renovasi Stadion Manahan, Surakarta, Jawa Tengah, salah satu tempat pertandingan Piala Dunia U-20 2021 saat Indonesia menjadi tuan rumah.
Momen lebaran bukan hanya tentang kebahagiaan, tetapi juga kesempatan bagi anak-anak untuk belajar mengelola uang.
Pengamat perkotaan Nirwono Joga mengatakan, ada sejumlah langkah yang bisa dilakukan oleh Pemprov DKI guna mengurangi pencemaran air tanah maupun air permukaan.
Air limbah jika dibuang langsung ke badan air tanpa diolah terlebih dahulu bukan hanya menimbulkan kerusakan lingkungan tetapi juga mengancam kesehatan masyarakat.
PEMERINTAH Kota (Pemkot) Pakse Laos belajar dan studi lapangan terhadap pengelolaan lumpur tinja di Kota Bekasi, Jawa Barat.
"Mudah-mudahan bisa di dalam kota. Kita cari tanah pemda yang luasnya 5 hektare buat kita bangun RDF. Kemungkinan di utara daerah Rorotan, aset pemda ada di sana,"
Pengelolaan TMII oleh PT TWC ditargetkan memberi kontribusi yang signifikan bagi pendapatan negara. Diharapkan, pengembangan TMII juga lebih profesional.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved