Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
KASUS Diabetes Melitus (DM) pada anak juga perlu menjadi perhatian orang tua saat ini karena banyak faktor gaya hidup yang mempengaruhi anak terkena DM tipe 1 dan 2. Rata-rata anak terkena DM pada usia 10-14 tahun.
Berdasarkan data dari Dokter Spesialis Anak Endokrinologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mayoritas anak yang terkena diabetes melitus adalah anak usia 10-14 tahun sekitar 46,23%; kelompok usia 5-9 tahun sekitar 31,05%; 0-4 tahun adalah 14%; dan di atas 14 tahun sekitar 3%. Kemudian anak laki-laki mendominasi pasien diabetes melitus di Indonesia sekitar 59,3% dan anak perempuan sekitar 40,7%.
"Itu hanya laporan dari 13 kota tentu Indonesia ini luas sekali sehingga saya tidak bisa memperkirakan seluruh wilayah. Tapi realnya lebih besar," kata Ketua Unit Kerja Koordinasi Endokrinologi IDAI Dr Muhammad Faizi, SpA(K) dalam konferensi pers secara daring, Rabu (1/2).
Dari total 13 kota tersebut dan disaring 1.645 pasien paling banyak anak yang terkena diabetes melitus ada di Jakarta, Surabaya, dan kota besar lainnya.
Baca juga: 35 Persen Penyebab Gangguan Kesuburan adalah Laki-Laki
Faizi menegaskan jika melihat perjalanan penyakit diabetes melitus pasien tidak bisa sembuh namun bisa membaik hingga tahap tidak lagi menggunakan obat atau insulin. Karena semakin bertambah usia maka anggota tubuh semakin melemah bukan degeneratif.
"Sehingga 'tidak kata sembuh' tapi bisa hidup normal dengan kualitas yang baik itu memang bisa kalau dikelola dengan baik. Jadi harapan usia hidupnya sama dengan anak yang tidak terkena diabetes sehingga bisa beraktivitas dan bisa sebaik yang bukan diabetes," ujarnya.
Selain itu, Faizi juga menjelaskan susu formula juga bisa menjadi pencetus diabetes melitus tipe 1 pada anak. Paparan protein asing yang ada di susu formula atau pun bukan dari susu formula bisa menimbulkan pencetus proses autoimun yang menjadi diabetes melitus. (OL-4)
Selain gangguan perilaku seperti hiperaktif dan sulit konsentrasi, paparan layar berlebih juga memicu gangguan tidur.
Langkah pertama yang harus diperhatikan bukan sekadar menahan lapar, melainkan kesiapan fisik dan psikis sang anak untuk berpuasa di bulan Ramadan.
Ledakan emosi orangtua sering kali dipicu oleh kondisi fisik dan psikis yang sedang tidak stabil.
Emosi yang bergejolak sering kali menjadi penghalang bagi orangtua untuk berpikir jernih.
Batuk pada kasus PJB memiliki mekanisme yang berbeda dengan batuk akibat virus atau bakteri pada umumnya.
Anak-anak adalah kelompok yang paling rentan saat bencana terjadi. Hal ini karena mereka umumnya belum memiliki kemampuan untuk mengekspresikan emosi secara verbal.
Penderita diabetes umumnya menunjukkan empat gejala utama yang saling berkaitan, atau yang sering disebut sebagai gejala klasik 4P.
Stimulasi 40Hz setiap hari mampu menjaga fungsi kognitif pasien, bahkan menurunkan biomarker utama penyakit Alzheimer.
Memasuki tahun 2026, data menunjukkan pergeseran tren medis yang mengkhawatirkan: lonjakan signifikan kasus diabetes tipe 2 pada kelompok usia 20 hingga 30 tahun (Gen Z).
Perkembangan janin yang tidak sempurna hingga memicu PJB dipengaruhi oleh berbagai faktor risiko dari sisi kesehatan orang tua maupun lingkungan.
Stroke yang dipicu oleh fibrilasi atrium cenderung lebih berat dibandingkan stroke pada umumnya.
Keempat penyakit tersebut adalah Avian Influenza (flu burung), Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus (MERS-CoV), Super Flu, dan infeksi virus Nipah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved