Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
KASUS Diabetes Melitus (DM) pada anak juga perlu menjadi perhatian orang tua saat ini karena banyak faktor gaya hidup yang mempengaruhi anak terkena DM tipe 1 dan 2. Rata-rata anak terkena DM pada usia 10-14 tahun.
Berdasarkan data dari Dokter Spesialis Anak Endokrinologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mayoritas anak yang terkena diabetes melitus adalah anak usia 10-14 tahun sekitar 46,23%; kelompok usia 5-9 tahun sekitar 31,05%; 0-4 tahun adalah 14%; dan di atas 14 tahun sekitar 3%. Kemudian anak laki-laki mendominasi pasien diabetes melitus di Indonesia sekitar 59,3% dan anak perempuan sekitar 40,7%.
"Itu hanya laporan dari 13 kota tentu Indonesia ini luas sekali sehingga saya tidak bisa memperkirakan seluruh wilayah. Tapi realnya lebih besar," kata Ketua Unit Kerja Koordinasi Endokrinologi IDAI Dr Muhammad Faizi, SpA(K) dalam konferensi pers secara daring, Rabu (1/2).
Dari total 13 kota tersebut dan disaring 1.645 pasien paling banyak anak yang terkena diabetes melitus ada di Jakarta, Surabaya, dan kota besar lainnya.
Baca juga: 35 Persen Penyebab Gangguan Kesuburan adalah Laki-Laki
Faizi menegaskan jika melihat perjalanan penyakit diabetes melitus pasien tidak bisa sembuh namun bisa membaik hingga tahap tidak lagi menggunakan obat atau insulin. Karena semakin bertambah usia maka anggota tubuh semakin melemah bukan degeneratif.
"Sehingga 'tidak kata sembuh' tapi bisa hidup normal dengan kualitas yang baik itu memang bisa kalau dikelola dengan baik. Jadi harapan usia hidupnya sama dengan anak yang tidak terkena diabetes sehingga bisa beraktivitas dan bisa sebaik yang bukan diabetes," ujarnya.
Selain itu, Faizi juga menjelaskan susu formula juga bisa menjadi pencetus diabetes melitus tipe 1 pada anak. Paparan protein asing yang ada di susu formula atau pun bukan dari susu formula bisa menimbulkan pencetus proses autoimun yang menjadi diabetes melitus. (OL-4)
Minat makan anak sangat dipengaruhi oleh pengalaman sensorik, termasuk variasi rasa dan aroma.
Udara malam yang dingin dikombinasikan dengan paparan polusi udara dapat merusak sistem pernapasan anak yang masih dalam masa pertumbuhan.
Pemilihan alas kaki seharusnya mengutamakan kenyamanan anak di atas fungsi korektif yang belum tentu diperlukan.
Asupan gula berlebih bukan sekadar masalah kalori, melainkan ancaman bagi metabolisme anak yang masih dalam tahap perkembangan.
Jika kadar vitamin D rendah, kalsium yang seharusnya menjadi struktur utama kekuatan tulang tidak dapat terserap maksimal oleh tubuh.
Kandungan gula yang disamarkan ini sering ditemukan pada jenis makanan ultraprocessed food (UPF).
Penularan utama leptospirosis terjadi melalui kontak kulit dengan air atau tanah yang telah tercemar urine hewan pembawa bakteri, dengan tikus menjadi perantara yang paling sering ditemukan.
TANTANGAN dan dinamika penyakit hati di Indonesia disoroti. Penyakit hati di Indonesia menunjukkan pola yang semakin kompleks, mulai dari hepatitis kronis, sirosis, hingga kanker hati.
Epilepsi bukan penyakit yang disebabkan oleh virus, bakteri, atau organisme yang bisa berpindah antarindividu.
Kondisi kaki dapat memberikan petunjuk penting terkait kesehatan saraf, peredaran darah, hingga penyakit sistemik.
Ancaman super flu, infeksi saluran pernapasan akibat virus influenza dengan gejala yang lebih berat dibanding flu biasa, kian menjadi perhatian.
Pekerja lapangan menghadapi risiko penyakit yang cukup serius, mulai dari leptospirosis, infeksi kulit, diare, hingga infeksi saluran pernapasan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved