Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
AJANG Maritime Awards yang akan digelar pada 10 Februari mendatang akan dimeriahkan oleh konser dari Yogyakarta Royal Orchestra (YRO). Konser ini terbilang istimewa karena untuk pertama kali digelar di sebuah tempat bersejarah, Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta.
Oleh sebab itu, konser YRO akan dimasukkan dalam catatan Museum Rekor Indonesia (MURI). Pasalnya, inilah untuk pertama kalinya di Indonesia, sebuah konser musik digelar di area pelabuhan.
"Pemilihan Sunda Kelapa sebagai tempat perhelatan Maritime Awards karena pelabuhan menjadi infrastruktur strategis yang mendukung kegiatan ekonomi dan mobilitas penduduk, dari era kerajaan hingga saat ini. Salah satu pelabuhan bersejarah di Indonesia adalah Pelabuhan Sunda Kelapa yang merupakan pelabuhan tertua di Indonesia yang menyimpan sejarah panjang dari perjalanan Ibu Kota Jakarta serta bangsa Indonesia," tutur Ketua Pelaksana Maritime Awards sekaligus Ketua Yayasan Biijana Paksi Sitengsu, Fajar Bagoes Poetranto dalam keterangan persnya, Jumat (27/1).
Sementara bagi YRO rencananya konser di Pelabuhan Sunda Kelapa merupakan pengalaman bermusik yang menantang dari sisi teknis.
"Untuk pementasan YRO di acara Maritime Award yang diselenggarakan oleh pihak Yayasan Biijana Paksi Sitengsu, persiapannya memang cukup menantang dan membutuhkan detail yang tinggi. Karena kami dari tim YRO harus menyesuaikan berbagai backup plan dalam teknis pertunjukan," tutur Talcha Sultanik.
Oleh karena itu, menurutnya, pihak YRO telah melakukan survei lokasi dan tempat bersama tim penyelenggara (Yayasan Biijana Paksi Sitengsu) agar lebih clear dan jelas, karena kerja sama kali terpaut jarak Jogja-Jakarta yang mana harus ada komunikasi yang baik antara YRO sebagai talent dan yayasan sebagai penyelenggara.
"Apalagi di acara ini juga akan dihadiri oleh Sri Sultan Hamengkubuwono X," ujar Talcha.
"Tantangan bermain di pinggir laut memang cukup banyak risiko, salah satu tantangannya memang lebih ke arah tiupan angin di pinggir pantai, yang mana pasti akan mempengaruhi pertunjukan orkestra dari segi suara (sound) dan berbagai teknis lainnya," tuturnya.
Baca juga : Jadikan Imlek Momentum Perayaan dan Suka Cita Kebangsaan
Rencananya, YRO akan berkolaborasi dengan salah satu penyanyi papan atas di Indonesia, Dira Sugandi. Ia memulai kariernya sebagai penyanyi sambil kuliah jurusan Musik di Universitas Pelita Harapan. Dia pernah memanggung bersama Keith Martin di Bandung pada tahun 2005 silam, serta berduet bersama Jason Mraz dalam Java Jazz Festival pada 2009.
Dira mempersembahkan penampilan terbaiknya di Closing Ceremony Asian Games 2018 silam. Dalam perhelatan akbar tersebut, Dira tampil menyanyikan "Unbeatable" secara duet bersama JFlow. Performa Dira Sugandi di panggung Closing Ceremony Asian Games 2018 rupanya diapresiasi oleh salah satu artis K-Pop, Donghae Super Junior.
Dalam konser di acara Maritime Awards, YRO akan membawakan kurang lebih tujuh lagu yaitu Nenek Moyangku Seorang Pelaut, Simfoni Raya Indonesia, Lir-ilir, Yen ing Tawang Ono Lintang, Berkibarlah Bendera Negeriku, Rayuan Pulau Kelapa, dan Indonesia Jaya.
Berbicara soal YRO maka tak bisa dilepaskan dari sejarahnya bersama Keraton Yogyakarta. Kehadiran musik orkestra di Yogyakarta tidak bisa dipisahkan dari peran penting Keraton Yogyakarta sebagai salah satu pusat budaya Jawa (pusering bumi).
Beragam seni budaya adiluhung menjadi kekayaan tak ternilai yang dimiliki keraton. Seni tari, karawitan, seni sastra, wayang orang, wayang kulit, wayang golek, hingga musik Eropa.
Sultan Hamengkubuwono VIII (1921-1939) mengembangkan wayang wong, seni tari klasik, karawitan dan mengakomodir musik orkestra yang dikenal dengan Kraton Orcest Djogja.
Setelah hampir 70 tahun tidak aktif, kegiatan musik orkestra di Keraton Yogyakarta mulai diaktifkan kembali pada tahun 2019. Atas prakarsa dan perjuangan KPH Notonegoro yang telah mendapatkan izin dari Sri Sultan Hamengkubuwono X maka aktivitas musik orkestra dimulai dengan pementasan ansambel musik tiup di Bangsal Mandalasana pada 18 Agustus 2019, dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-74.
Pada 21 Juni 2021 akhirnya diluncurkan Yogyakarta Royal Orchestra (YRO) berhasil diresmikan secara resmi oleh Sri Sultan HB X dilanjutkan dengan pergelaran musik Yogyakarta Royal Orchestra (YRO) di Pagelaran Keraton Yogyakarta. Yogyakarta Royal Orchestra (YRO) ini di bawah lembaga Kawedanan Hageng Punakawan (KHP) Kridhamardawa pimpinan Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) Notonegoro. (RO/OL-7)
Pengelolaan pelabuhan dan operasional kapal tidak berada dalam satu entitas yang sama. Pengelolaan pelabuhan berada di bawah kendali Pelindo sementara operasional kapal oleh Pelni.
Program Green Terminal dirancang sebagai skema sertifikasi fasilitas pelabuhan berbasis delapan pilar keberlanjutan.
Transformasi ini tidak hanya mencakup perubahan nama, tetapi juga peluncuran logo baru yang memvisualisasikan semangat sinergi dalam ekosistem pelabuhan dan rantai pasok nasional.
Akibat produktivitas bongkar muat yang menurun di beberapa jalur pelabuhan, pemilik kapal dan pengguna jasa pelabuhan mengeluh lantaran biaya operasional mereka melonjak.
JICT mengoperasikan dua side loader electric vehicle (EV) dan dua reach stacker EV sebagai upaya memperkuat modernisasi peralatan dan menjawab tantangan kinerja terminal pelabuhan.
Ribuan kapal dan perahu nelayan di sejumlah daerah di Pantura Jawa Tengah masih bertahan sandar di sejumlah pelabuhan perikanan dan muara sungai akibat gelombang tinggi dan badai.
MORAZEN Yogyakarta mengimplementasikan program MORA Impact melalui pengembangan MORA Learning Corner dan MORA Edu Care di SD Negeri Temon, Kecamatan Temon, Kulon Progo.
CURAH hujan tinggi yang turun beberapa hari ini mengakibatkan tanah ambles dan musala roboh.
GUBERNUR Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X menanggapi laporan protes dari orangtua siswa mengeluhkan menu MBG berupa roti selama Ramadan
PENCIPTA lagu Darah Juang, Johnsony Maharsak Lumban Tobing atau John Tobing meninggal dunia. Kabar duka itu dibenarkan oleh aktivis Jogja Police Watch, Baharuddin Kamba
Masyarakat yang berpartisipasi akan mendapatkan imbalan sebesar Rp5.500 untuk setiap satu liter minyak jelantah yang disetorkan.
HARGA pangan di Yogyakarta di momen awal puasa Ramadan 2026 menunjukkan kenaikan signifikan. Dari hasil pemantauan, beberapa harga komoditas masih tinggi dan membuat warga khawatir.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved