Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Elnusa Petrofin (EPN), anak usaha PT Elnusa Tbk yang berada dalam Subholding Upstream Pertamina, mendukung implementasi inisiatif Green Terminal di Terminal LPG Tanjung Sekong, Cilegon, Banten. Peresmian fasilitas oleh PT Pertamina (Persero) ini menjadi tonggak penting dalam penguatan praktik keberlanjutan berbasis ESG sekaligus membuka peluang pertumbuhan bisnis energi rendah karbon di lingkungan Pertamina Group.
Keterlibatan PT Elnusa Petrofin merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk memperluas portofolio bisnis rendah karbon dan mempertegas posisinya sebagai penyedia jasa energi terintegrasi yang adaptif terhadap transisi energi.
Langkah tersebut juga mencerminkan komitmen Elnusa Group dalam menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham melalui diversifikasi usaha yang sejalan dengan tren dekarbonisasi global serta peta jalan Net Zero Emission (NZE) 2060.
Direktur Transformasi & Keberlanjutan Bisnis Pertamina, Agung Wicaksono menyampaikan bahwa Green Terminal merupakan bagian dari pengembangan ekosistem energi hijau sekaligus implementasi Roadmap NZE 2060 Pertamina.
"Inisiatif ini sekaligus sebagai upaya memperkuat daya saing perusahaan dalam menghadapi tunututan global terhadap praktik bisnis yang lebih bertanggung jawab," kata Agung dalam keterangannya, Senin (16/2).
Program Green Terminal dirancang sebagai skema sertifikasi fasilitas pelabuhan berbasis delapan pilar keberlanjutan, meliputi sistem manajemen lingkungan, infrastruktur berstandar internasional, digitalisasi operasional, teknologi ramah lingkungan, ekonomi sirkuler, pengendalian kualitas lingkungan, perlindungan biodiversitas, hingga penguatan kapasitas sumber daya manusia.
Penerapan standar tersebut dinilai tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga memperkuat daya saing aset energi nasional di tengah tuntutan pasar global yang semakin berorientasi pada ESG.
Terminal LPG Tanjung Sekong dipilih sebagai proyek percontohan karena perannya yang strategis dalam infrastruktur energi nasional. Fasilitas ini berkontribusi sekitar 35–40 persen terhadap kebutuhan LPG nasional, memiliki kapasitas penyimpanan 98.000 metrik ton, serta dermaga dengan kapasitas hingga 65.000 DWT. Transformasi terminal menjadi Green Terminal dinilai memperkuat fondasi keberlanjutan pada salah satu aset energi vital di Indonesia.
Dalam proyek tersebut, Elnusa Petrofin berperan sebagai mitra logistik dalam rantai nilai energi hijau Pertamina, khususnya mendukung distribusi Green Hydrogen yang diproduksi oleh PT Pertamina Geothermal Energy dari panas bumi Ulubelu.
Energi hidrogen hijau itu dimanfaatkan untuk mendukung operasional pembangkit listrik rendah karbon milik PT Pertamina Energy Terminal di Tanjung Sekong, mencerminkan sinergi hulu–hilir dalam ekosistem energi bersih.
Pemanfaatan pembangkit listrik berbasis Green Hydrogen ditargetkan mampu memenuhi hingga 25 persen kebutuhan listrik operasional terminal sekaligus menurunkan emisi tidak langsung (Scope 2). Bagi Elnusa Group, partisipasi dalam rantai distribusi energi rendah karbon ini menjadi pijakan awal untuk memperluas kapabilitas logistik energi bersih serta membuka potensi pendapatan berulang di segmen transisi energi.
"Melalui kolaborasi lintas entitas di Pertamina Group, implementasi Green Terminal Tanjung Sekong diharapkan menjadi model infrastruktur energi rendah karbon yang tidak hanya mendukung ketahanan energi nasional, tetapi juga memperkuat penciptaan nilai Elnusa di era transisi energi," ujar Direktur Utama Elnusa Petrofin, Doni Indrawan. (H-2)
Transformasi ini tidak hanya mencakup perubahan nama, tetapi juga peluncuran logo baru yang memvisualisasikan semangat sinergi dalam ekosistem pelabuhan dan rantai pasok nasional.
Akibat produktivitas bongkar muat yang menurun di beberapa jalur pelabuhan, pemilik kapal dan pengguna jasa pelabuhan mengeluh lantaran biaya operasional mereka melonjak.
JICT mengoperasikan dua side loader electric vehicle (EV) dan dua reach stacker EV sebagai upaya memperkuat modernisasi peralatan dan menjawab tantangan kinerja terminal pelabuhan.
Ribuan kapal dan perahu nelayan di sejumlah daerah di Pantura Jawa Tengah masih bertahan sandar di sejumlah pelabuhan perikanan dan muara sungai akibat gelombang tinggi dan badai.
Pada Minggu (4/1) ribuan kapal nelayan masih disandarkan di sejumlah pelabuhan perikanan dan muara sungai di sejumlah daerah di Pantura Jawa Tengah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved