Headline

Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.

Tingkatkan Keamanan Pelabuhan, Pelni Makassar Dorong Sinergi dengan Operator Terminal

Naufal Zuhdi
25/2/2026 09:38
Tingkatkan Keamanan Pelabuhan, Pelni Makassar Dorong Sinergi dengan Operator Terminal
Proses pembagian makan di Kapal Dobonsolo Pelni(MI/Naufal Zuhdi)

KEPALA Bagian Operasi dan Pelayanan PT Pelni (Persero) Cabang Makassar, Achmad Deshariradian Tamzak, menekankan pentingnya penguatan koordinasi antara operator pelabuhan dan perusahaan pelayaran. Langkah ini dinilai krusial untuk meningkatkan standar keamanan barang penumpang di pelabuhan.

Menurut Tamzak, selama ini, masih terdapat persepsi keliru di masyarakat yang menganggap pengelolaan pelabuhan dan operasional kapal berada dalam satu entitas di bawah Pelni. 

Padahal, pengelolaan fasilitas terminal penumpang sepenuhnya berada di bawah kewenangan Pelindo selaku operator pelabuhan.

“Sering kali yang disorot adalah Pelni, padahal pengelolaan area terminal merupakan domain operator pelabuhan. Karena itu, penting untuk meluruskan pemahaman agar tidak terjadi kesalahpahaman di publik,” ujar Tamzak saat ditemui Media Indonesia di Kantor Cabang Pelni Makassar, Selasa (24/2).

Ia membandingkan sistem ini dengan dunia penerbangan, ketika pengelolaan bandara berada di bawah satu otoritas, yakni InJourney melalui Angkasa Pura. 

Sistem yang terintegrasi tersebut mencakup seluruh fasilitas, mulai dari area parkir, ruang tunggu, hingga proses boarding. Sebaliknya, di sektor pelabuhan, fungsi penyediaan fasilitas terminal dan operasional pelayaran berada pada entitas yang berbeda.

Dalam konteks tersebut, Tamzak menilai perlu adanya sinergi yang lebih kuat, khususnya terkait prosedur pemeriksaan barang bawaan. 

Meski saat ini barang hand carry penumpang sudah melewati mesin X-ray, ia menekankan bahwa pengawasan harus terus diperketat agar seluruh barang yang masuk ke kapal, termasuk barang yang diangkut menggunakan mobil armada melalui jasa buruh, melalui standar pemeriksaan yang sama.

“Kita tidak hanya bicara soal ketentuan ukuran atau berat barang, tetapi juga tentang keamanan dan keselamatan pelayaran. Ini menjadi tanggung jawab bersama,” tegasnya.

Mengingat kapal penumpang Pelni melayani rute antarpulau dengan durasi perjalanan panjang dan kapasitas yang besar, faktor keselamatan menjadi prioritas utama. 

Pada musim ramai (peak season), kapal tipe 2.000 hingga 3.000 penumpang bahkan bisa menampung hingga 4.000 orang. Oleh karena itu, standar pengamanan harus dioptimalkan.

Saat ini, Pelni terus berkoordinasi dan memberikan masukan kepada pihak operator pelabuhan agar seluruh barang yang akan naik ke kapal dipastikan melalui mesin X-ray sesuai ketentuan yang berlaku.

“Tujuannya bukan untuk saling menyalahkan, tetapi untuk memastikan keamanan penumpang dan armada tetap terjaga. Kami percaya dengan koordinasi yang baik, standar pelayanan dan keselamatan di pelabuhan akan semakin meningkat,” pungkasnya. (Z-1)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya