Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
DOKTER spesialis anak Andreas mengatakan saluran pencernaan berperan sangat penting untuk membentuk sistem kekebalan tubuh anak.
"Perannya sangat penting. Saluran cerna itu tempatnya penyerapan nutrisi, apa yang kita makan, apa yang kita konsumsi semuanya akan disalurkan ke seluruh tubuh oleh usus," ucapnya dalam diskusi daring tentang Pentingnya Pencernaan yang Sehat untuk Imunitas dan Kecerdasan Anak, Selasa (1/11).
Jika usus tidak mampu menyerap nutrisi dari makanan, kata Andreas, sel-sel dalam tubuh akan mati atau tidak bertumbuh, termasuk sel kekebalan tubuh. Sel yang memproduksi limfosit dan makrofag ini bertujuan melawan kuman dan penyakit. Dalam istilah kedokteran, saluran pencernaan ini disebut 'otak kedua'.
Baca juga: Cara Mudah Menghadapi Anak Agar Tetap Mengonsumsi Sayur
"Jadi, si 'otak' nomor dua ini fungsinya menghilang, anak jadi sakit, berat badan seret, enggak mau makan. Korelasinya adalah saluran cerna ini harus dijaga supaya anak tetap sehat," ucap Andreas.
Saluran pencernaan, kata Andreas, juga erat hubungannya dengan perkembangan otak anak. Jika penyerapan dalam usus tidak maksimal, kebutuhan nutrisi pada seluruh organ tubuh juga akan terganggu, termasuk sel dalam otak.
Akibatnya, ada gangguan dalam tumbuh kembang, telat bicara, perkembangan motoriknya, seperti berjalan, berdiri dan duduk akan terhambat, serta berkurangnya konsentrasi.
"Pencernaan bukan cuma membentuk sistem imun, tapi juga berfungsi mengalirkan semua kebutuhan tubuh, salah satunya adalah untuk otak tetap bisa bekerja," ucapnya.
Andreas mengatakan faktor lingkungan tidak bisa diubah untuk menjaga anak terpapar virus dan penyakit, sehingga sistem imun harus dibangun dari dalam tubuh.
Ia memberikan beberapa tips untuk membangun kekebalan dari dalam tubuh, salah satunya pemenuhan nutrisi. Nutrisi yang masuk ke dalam tubuh harus lengkap, mulai dari karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral agar terserap dengan baik dan dapat membentuk sel-sel kekebalan tubuh.
"Cara jaganya, nutrisi yang masuk itu harus seimbang, perlu banget makronutrien dan mikronutrien. Selain itu, cari sumber makanan yang mengandung probiotik," ucap dokter RS Mayapada Bogor itu.
Probiotik merupakan kuman baik yang bersumber dari vitamin dan mineral. Perlunya mengonsumsi makanan sumber probiotik untuk menghambat kembalinya kuman penyakit, sehingga tetap sehat dan bisa menghasilkan sistem kekebalan tubuh.
Ia mengatakan selain memenuhi nutrisi, istirahat dan konsumsi air putih dalam jumlah yang cukup, dan menjaga saluran pencernaan tetap sehat juga menjadi hal yang penting dalam membentuk kekebalan tubuh anak. (Ant/OL-1)
Pemerintah mengajak para orangtua untuk kembali menghadirkan waktu berkualitas di rumah melalui gerakan #SatuJamBerkualitas Bersama Keluarga.
Tingginya mobilitas masyarakat, terutama pada momen libur lebaran, menjadi salah satu faktor risiko yang patut diwaspadai orangtua mengenai risiko campak pada anak.
Waktu ideal untuk pemberian vaksinasi adalah minimal 14 hari atau dua pekan sebelum keberangkatan guna memastikan perlindungan optimal selama liburan.
Selain gangguan perilaku seperti hiperaktif dan sulit konsentrasi, paparan layar berlebih juga memicu gangguan tidur.
Langkah pertama yang harus diperhatikan bukan sekadar menahan lapar, melainkan kesiapan fisik dan psikis sang anak untuk berpuasa di bulan Ramadan.
Ledakan emosi orangtua sering kali dipicu oleh kondisi fisik dan psikis yang sedang tidak stabil.
Sekitar 85,1% responden mengaitkan stres dengan kesulitan dalam kesehatan usus, sementara kebiasaan makan yang tidak teratur juga turut memperburuk kondisi.
Variasi makanan sangat berpengaruh terhadap kesehatan sistem pencernaan dan kondisi tubuh anak secara menyeluruh.
Serat bukan sekadar pelengkap pola makan, melainkan komponen vital dalam menjaga kesehatan pencernaan, mengendalikan kolesterol, hingga mendukung ekosistem bakteri baik di dalam tubuh.
Fenomena “kupu-kupu” di perut saat gugup ternyata berkaitan erat dengan sumbu otak-usus. Begini penjelasan ilmiah para ahli.
Kebiasaan jalan kaki setelah makan sering diremehkan, padahal memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh dan mental.
Mengonsumsi apel secara rutin, terutama tanpa mengupas kulitnya, terbukti mendukung kesehatan jantung.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved