Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Menjaga Kesehatan Pencernaan Anak Melalui Keragaman Pangan

Basuki Eka Purnama
09/1/2026 07:20
Menjaga Kesehatan Pencernaan Anak Melalui Keragaman Pangan
Ilustrasi(Freepik)

KESEHATAN saluran pencernaan merupakan fondasi utama bagi tumbuh kembang anak. Namun, banyak orangtua yang masih melewatkan satu aspek krusial dalam pola makan buah hati mereka, yakni keragaman pangan.

Dokter Spesialis Gizi Klinik dari Departemen Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Dr. dr. Diana Sunardi, M.Gizi, Sp.GK(K), menegaskan bahwa variasi makanan sangat berpengaruh terhadap kesehatan sistem pencernaan dan kondisi tubuh anak secara menyeluruh.

"Ada yang sering dilupakan terutama untuk asupan anak-anak yaitu keragaman pangan. Padahal dari keragaman pangan ini kita bisa banyak dapat zat gizi yang berpengaruh tidak hanya kesehatan saluran cerna tetapi secara umum," ujar Diana dalam sebuah diskusi kesehatan di Jakarta, Kamis (8/1).

Pentingnya Serat dan Keseimbangan Bakteri

Menurut Diana, keragaman pangan diperlukan agar tubuh mendapatkan asupan serat yang cukup, terutama serat larut. Serat jenis ini memiliki peran vital sebagai prebiotik atau sumber makanan bagi bakteri baik di dalam usus.

Kesehatan pencernaan anak sangat bergantung pada keseimbangan mikrobiota usus. Kondisi ideal tercapai saat bakteri baik lebih dominan dibandingkan bakteri jahat. Jika keseimbangan ini terjaga, proses pengolahan nutrisi dalam tubuh akan berjalan maksimal.

"Kalau saluran cernanya sehat, zat-zat gizi dapat termetabolisme atau tercerna dengan baik sehingga pada akhirnya zat gizi juga dapat terabsorpsi atau terserap dengan baik. Kalau zat gizinya diserap dengan baik, maka ujungnya pasti ke kesehatan secara keseluruhan dari anak-anak kita,” jelas Diana.

Dampak pada Tumbuh Kembang

Lebih lanjut, Diana menekankan bahwa asupan nutrisi yang lengkap dan seimbang bukan sekadar mencegah penyakit, melainkan menjadi kunci pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak. 

Penyerapan nutrisi yang optimal memastikan anak memiliki energi dan kecukupan zat gizi untuk menunjang aktivitas serta kemampuan berpikirnya.

"Asupan serat yang cukup menjadi kunci untuk mendukung mikrobiota usus, proses pencernaan, dan penyerapan nutrisi secara optimal. Asupan nutrisi yang seimbang tidak hanya mencegah gangguan saluran cerna, tetapi, juga mendukung pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif pada anak,“ tambahnya.

Mengenali Gejala Gangguan Pencernaan

Orangtua juga diimbau untuk lebih peka terhadap sinyal masalah pencernaan pada anak. Gangguan sistem pencernaan tidak hanya ditunjukkan melalui penyakit umum seperti diare. Ada tanda-tanda lain yang sering kali dianggap sepele namun memerlukan kewaspadaan.

Beberapa gejala yang perlu diperhatikan antara lain saat anak menjadi rewel, merasa perut tidak nyaman, hingga mengalami mual dan muntah. 

Gejala-gejala tersebut merupakan sinyal kuat bahwa terdapat ketidakseimbangan atau masalah pada sistem pencernaan yang perlu segera ditangani agar tidak mengganggu proses penyerapan nutrisi harian. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik