Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
PROSES pemberian nutrisi bagi pasien kanker bukan cuma soal makanan, tetapi harus dibarengi dengan suasana yang menyenangkan. Hal itu dikatakan Penanggung jawab Program Paliatif Yayasan Kanker Indonesia Pusat Siti Annisa Nuhoni.
"Nutrisi bukan cuma isi makanan, tapi pemberian nutrisi dengan suasana menyenangkan. Makan bersama itu sesuatu yang menyenangkan," kata Siti dalam konferensi pers daring, Senin (24/10).
Dalam proses memberikan nutrisi, dia mengajak keluarga pasien kanker untuk menciptakan kebersamaan agar proses makan menjadi menyenangkan bersama orang-orang terdekat.
Baca juga: Satu dari Lima Pasien Kanker Meninggal karena Malnutrisi
Pada perawatan paliatif, aksi meringankan beban penderita terutama yang tidak mungkin disembuhkan, nutrisi menjadi bagian penting dalam terapi kanker. Nutrisi harus diberikan sesegera mungkin agar hasil perawatan maksimal.
"Tujuannya untuk mendapatkan kualitas hidup yang baik untuk pasien dan keluarga," jelas dia.
Mengenai jenis nutrisi, Siti mengatakan sebetulnya tidak ada batasan makanan dan justru menganjurkan keluarga untuk memilih makanan yang disukai pasien.
Meski demikian, nutrisi seimbang harus diperhatikan, yakni makanan tinggi kalori dan tinggi protein.
"Cukupi juga kebutuhan cairan," katanya.
Nutrisi oral alias makanan yang dikonsumsi lewat mulut menjadi pilihan utama. Namun, proses makan kerap terhambat akibat adanya mual, muntah, disfagia, dan gangguan pengecapan.
Kendala itu bisa diatasi dengan mengubah konsistensi agar makanan jadi lebih cair dan mudah disantap dan mengubah porsinya jadi lebih kecil tapi sering diberikan.
Bila nutrisi oral tidak bisa diberikan atau memenuhi kebutuhan, nutrisi enteral jadi pilihan, yakni nutrisi yang diberikan tidak lewat mulut.
Data dari European Society for Parenteral and Enteral Nutrition (ESPEN) menunjukkan bahwa 1 dari 5 pasien kanker meninggal akibat malnutrisi. Hal itu menekankan pentingnya pemenuhan nutrisi untuk membantu meningkatkan keberhasilan pengobatan, dan meningkatkan kualitas hidup pasien kanker termasuk bagi mereka yang berada di kondisi paliatif.
Pada pasien kanker, masalah nutrisi kerap terjadi karena pasien mengalami gangguan makan seperti sulit menelan atau cepat merasa kenyang. Akibatnya, bobot badan turun drastis, pasien kehilangan otot dan lemak tubuh sehingga fungsi tubuh jadi menurun.
Masalah nutrisi juga disebabkan kesulitan makan akibat mulut kering dan sariawan, selera makan hilang, ada perubahan rasa pengecapan, mual, diare, dan konstipasi.
Nutrisi berkurang mengakibatkan imunitas pasien menurun, luka sulit sembuh, gangguan dari fungsi organ, gangguan saluran cerna, apatis, dan depresi. (Ant/OL-1)
Berdasarkan data Kemenkes, grafik kasus campak sempat melonjak tajam pada pekan pertama Januari 2026 dengan total 2.220 kasus.
Obesitas bukan sekadar persoalan penampilan atau gaya hidup. Ini penyakit kronis yang risikonya besar terhadap kesehatan.
Kemenkes menyebut terdapat 3 penyakit yang banyak ditemukan pada pemudik lebaran 2026 yakni hipertensi (darah tinggi), cephalgia (nyeri kepala), dan gastritis (maag).
GURU Besar Ilmu Penyakit Dalam Konsultan Gastroenterologi-Hepatologi FKUI-RSCM, Prof Ari Fahrial Syam mengungkapkan terdapat beberapa penyakit yang sering muncul setelah lebaran.
DI balik suasana penuh kebahagiaan Hari Raya Idul Fitri, penderita penyakit autoimun perlu memberikan perhatian khusus terhadap kondisi kesehatannya agar terhindar dari kekambuhan
Obesitas sangat memengaruhi keseimbangan hormon, terutama pada perempuan.
Upaya pengobatan kanker bagi lansia saat ini di antaranya bisa dilakukan dengan prosedur radioterapi Gamma Knife dan Brachytherapy.
Negara maju mulai melihat penurunan kasus, sementara negara berkembang masih menghadapi angka kematian yang tinggi.
Salah satu pendekatan yang kini makin banyak digunakan di dunia medis adalah teknologi nuklir modern melalui metode pemindaian seperti PET scan.
Penelitian terbaru ungkap makanan ultra proses dapat meningkatkan risiko kematian penyintas kanker hingga 57%. Ini penjelasan dan solusinya.
Pola genetik kanker pada kucing memiliki kemiripan yang signifikan dengan kanker pada manusia, membuka peluang bagi pengembangan terapi masa depan yang lebih efektif.
Pemicu utama kanker pada anak bukanlah faktor eksternal, melainkan gangguan pada proses perkembangan sel.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved