Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
PROSES pemberian nutrisi bagi pasien kanker bukan cuma soal makanan, tetapi harus dibarengi dengan suasana yang menyenangkan. Hal itu dikatakan Penanggung jawab Program Paliatif Yayasan Kanker Indonesia Pusat Siti Annisa Nuhoni.
"Nutrisi bukan cuma isi makanan, tapi pemberian nutrisi dengan suasana menyenangkan. Makan bersama itu sesuatu yang menyenangkan," kata Siti dalam konferensi pers daring, Senin (24/10).
Dalam proses memberikan nutrisi, dia mengajak keluarga pasien kanker untuk menciptakan kebersamaan agar proses makan menjadi menyenangkan bersama orang-orang terdekat.
Baca juga: Satu dari Lima Pasien Kanker Meninggal karena Malnutrisi
Pada perawatan paliatif, aksi meringankan beban penderita terutama yang tidak mungkin disembuhkan, nutrisi menjadi bagian penting dalam terapi kanker. Nutrisi harus diberikan sesegera mungkin agar hasil perawatan maksimal.
"Tujuannya untuk mendapatkan kualitas hidup yang baik untuk pasien dan keluarga," jelas dia.
Mengenai jenis nutrisi, Siti mengatakan sebetulnya tidak ada batasan makanan dan justru menganjurkan keluarga untuk memilih makanan yang disukai pasien.
Meski demikian, nutrisi seimbang harus diperhatikan, yakni makanan tinggi kalori dan tinggi protein.
"Cukupi juga kebutuhan cairan," katanya.
Nutrisi oral alias makanan yang dikonsumsi lewat mulut menjadi pilihan utama. Namun, proses makan kerap terhambat akibat adanya mual, muntah, disfagia, dan gangguan pengecapan.
Kendala itu bisa diatasi dengan mengubah konsistensi agar makanan jadi lebih cair dan mudah disantap dan mengubah porsinya jadi lebih kecil tapi sering diberikan.
Bila nutrisi oral tidak bisa diberikan atau memenuhi kebutuhan, nutrisi enteral jadi pilihan, yakni nutrisi yang diberikan tidak lewat mulut.
Data dari European Society for Parenteral and Enteral Nutrition (ESPEN) menunjukkan bahwa 1 dari 5 pasien kanker meninggal akibat malnutrisi. Hal itu menekankan pentingnya pemenuhan nutrisi untuk membantu meningkatkan keberhasilan pengobatan, dan meningkatkan kualitas hidup pasien kanker termasuk bagi mereka yang berada di kondisi paliatif.
Pada pasien kanker, masalah nutrisi kerap terjadi karena pasien mengalami gangguan makan seperti sulit menelan atau cepat merasa kenyang. Akibatnya, bobot badan turun drastis, pasien kehilangan otot dan lemak tubuh sehingga fungsi tubuh jadi menurun.
Masalah nutrisi juga disebabkan kesulitan makan akibat mulut kering dan sariawan, selera makan hilang, ada perubahan rasa pengecapan, mual, diare, dan konstipasi.
Nutrisi berkurang mengakibatkan imunitas pasien menurun, luka sulit sembuh, gangguan dari fungsi organ, gangguan saluran cerna, apatis, dan depresi. (Ant/OL-1)
Perkembangan janin yang tidak sempurna hingga memicu PJB dipengaruhi oleh berbagai faktor risiko dari sisi kesehatan orang tua maupun lingkungan.
Stroke yang dipicu oleh fibrilasi atrium cenderung lebih berat dibandingkan stroke pada umumnya.
Keempat penyakit tersebut adalah Avian Influenza (flu burung), Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus (MERS-CoV), Super Flu, dan infeksi virus Nipah.
Malaria masih menjadi masalah kesehatan global yang kompleks akibat imunitas parsial, pembawa asimtomatik, dan resistensi insektisida.
Berbeda dengan sekadar tren kesehatan umum, lifestyle medicine merupakan pendekatan medis formal yang menggunakan intervensi gaya hidup berbasis bukti.
Jika langkah-langkah pencegahan dan deteksi dini tidak diperkuat sejak dini, jumlah kasus kanker diprediksi akan meningkat hingga 70% pada 2050.
Penelitian terbaru mengungkap kehilangan kromosom Y pada pria lanjut usia berkaitan dengan risiko penyakit jantung, kanker, hingga Alzheimer.
Integrasi PET dan CT menghasilkan citra fusi komprehensif yang secara bersamaan mampu menampilkan fungsi sebagai hasil dari teknologi PET dan struktur sebagai hasil dari teknologi CT.
Beberapa tipe HPV berisiko tinggi dapat menyebabkan kanker serviks, kanker anus, kanker penis, serta kanker orofaring.
UBT menjadi pilihan utama dari berbagai pemeriksaan non-invasif untuk mendeteksi infeksi H. pylori dengan tingkat sensitivitas dan spesifisitas yang tinggi
Kenali Biograph Vision Quadra, teknologi PET/CT scan revolusioner untuk deteksi kanker akurat, radiasi rendah, dan proses cepat hanya 4 menit.
Gaya hidup berpengaruh terhadap risiko kanker payudara karena penyakit ini berkaitan erat dengan faktor hormonal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved