Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
PEREMPUAN penderita diabetes yang ingin hamil diimbau untuk memeriksa kesehatan mata sejak dini untuk mengetahui apakah ada gangguan seperti retinopati diabetik, sehingga bisa diatasi sejak awal. Hal itu dikatakan dokter spesialis mata Gitalisa Andayani
Retinopati diabetik adalah salah satu komplikasi pada mata yang terjadi pada penderita diabetes. Ini adalah penyakit pada pembuluh darah kecil, penyebab utama kebutaan pada populasi usia kerja.
"Sebaiknya, sebelum hamil atau saat trimester pertama, gangguan retina sudah terdeteksi," kata Gitalisa dalam konferensi pers daring, dikutip Senin (17/10).
Baca juga: Modifikasi Gaya Hidup Penting bagi Penderita Diabetes
Jika memang ada gangguan, segera tangani sejak awal agar retinopati diabetik dapat diobati. Sebab, gangguan kesehatan mata ini pada ibu hamil berisiko mengancam penglihatan.
Menurut Gitalisa, kondisi kesehatan juga tetap harus dimonitor secara ketat setelah melahirkan. Ia menambahkan retinopati diabetik tidak diturunkan kepada janin yang dilahirkan.
"Kecuali kalau anak diabetes, setelah beberapa tahun bisa berisiko retinopati," katanya.
Sebanyak satu dari tiga orang dengan diabetes akan berkembang retinopati pada mata dalam hidupnya di dunia.
Retinopati diabetik disebabkan tingginya kadar gula dalam darah yang merusak pembuluh darah pemberi suplai darah ke retina di belakang mata.
Akibatnya, pembuluh darah retina melemah, mudah bocor, serta menyebabkan pembengkakan dan penebalan retina.
Pembengkakan yang terjadi di makula, bagian tengah retina yang penting untuk pusat penglihatan jelas, disebut Diabetik Makula Edema (DME).
Kehilangan penglihatan akibat komplikasi diabetes akan mengganggu kualitas hidup, dapat menimbulkan depresi, rasa cemas hingga mempengaruhi pekerjaan bila sehari-hari bergantung kepada penglihatan.
Risiko DME semakin besar pada pasien yang menderita diabetes dalam waktu lama. Jika tidak diobati, pasien bisa mengalami kebutaan.
Oleh karena itu, Gitalisa mengajak masyarakat untuk mencegah risiko diabetes melitus dengan cara menjaga pola hidup sehat, diet makanan penuh gizi, juga olahraga secara teratur.
Jika sudah terlanjur terkena diabetes, jangan berkecil hati karena risiko komplikasi dapat ditekan dengan menjalankan gaya hidup sehat dan mengendalikan penyakit dengan cara disiplin minum obat. Kendalikan juga penyakit penyerta seperti hipertensi dan kolesterol.
Pasien yang sudah terkena diabetes melitus diimbau untuk memeriksakan mata setidaknya setahun sekali di fasilitas kesehatan sekunder atau tersier yang peralatannya lebih lengkap, sehingga gangguan mata bisa dideteksi sejak dini. (Ant/OL-1)
RAMADAN bukan hanya menjadi waktu untuk melakukan refleksi spiritual, tetapi juga kesempatan untuk memberi tubuh waktu melakukan “reset” melalui pola makan yang lebih sehat.
Puasa Ramadan tingkatkan sensitivitas insulin penderita diabetes. Simak panduan pola makan, aturan hidrasi 2-4-2, dan tips medis dari pakar endokrin di sini.
Penderita diabetes berisiko tinggi mengalami masalah kaki akibat kerusakan saraf dan aliran darah. Lakukan pemeriksaan kaki rutin untuk mencegah infeksi serius dan amputasi.
Kaki merupakan bagian tubuh yang paling rawan terluka karena fungsinya sebagai penumpu utama beban tubuh.
Pemahaman mengenai klasifikasi diabetes melitus sangat penting karena setiap tipe memiliki karakteristik dan penyebab yang berbeda.
Penderita diabetes umumnya menunjukkan empat gejala utama yang saling berkaitan, atau yang sering disebut sebagai gejala klasik 4P.
Kelompok yang perlu waspada saat berolahraga saat puasa ramadan mencakup ibu hamil, ibu menyusui, serta penderita penyakit penyerta atau komorbid.
Perkembangan janin yang tidak sempurna hingga memicu PJB dipengaruhi oleh berbagai faktor risiko dari sisi kesehatan orang tua maupun lingkungan.
BGN menegaskan prioritas Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yakni memberikan asupan gizi kepada kelompok rentan termasuk balita, ibu hamil, dan ibu menyusui, sebagai prioritas utama
Laporan terbaru NCHS menunjukkan tren kenaikan kasus sifilis maternal. Kenali risiko, gejala "senyap", dan cara melindungi janin dari infeksi mematikan.
Pada 2026 cakupan intervensi diharapkan semakin luas sehingga target penurunan stunting hingga 5 persen pada 2045 dapat tercapai.
Sentuhan ini ternyata sudah bisa dirasakan oleh bayi di dalam kandungan saat kehamilan memasuki trimester kedua.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved