Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
SERANGAN jantung bisa terjadi pada orang berusia muda bila faktor risiko sudah muncul sejak awal atau bila ada faktor genetik penyakit jantung. Hal itu dikatakan dokter jantung Azlan Sain dari RSUD Kabupaten Indramayu.
"Bila faktor risiko sudah muncul pada usia yang lebih muda, maka sangat mungkin serangan jantung juga akan terjadi pada usia yang lebih muda," kata Azlan, dikutip Jumat (7/10).
Orang-orang yang terkena serangan jantung pada usia muda rata-rata punya faktor risiko genetik penyakit jantung, itu dibuktikan dengan adanya orangtua atau saudara sekandung yang meninggal akibat serangan jantung pada usia lebih muda.
Baca juga: Pengelolaan Aktivitas Harian Bisa Bantu Turunkan Risiko Penyakit Jantung
Pada laki-laki, usia yang lebih muda artinya di bawah 55 tahun, sementara pada perempuan artinya di bawah 65 tahun.
Dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu menjelaskan faktor risiko penyakit jantung meliputi faktor yang bisa dimodifikasi dan tidak bisa dimodifikasi.
Faktor yang tidak bisa dimodifikasi berupa usia, jenis kelamin, dan riwayat keluarga dengan serangan jantung yang meninggal pada usia yang lebih muda.
Sementara itu, faktor risiko yang dapat dimodifikasi berupa obesitas, merokok, kurangnya aktivitas fisik, konsumsi alkohol berlebih, kadar lemak berlebih (dislipidemia), serta stres yang berlebihan.
Meski faktor risiko seperti usia dan jenis kelamin tidak bisa diubah, seseorang bisa menganut gaya hidup sehat demi mengurangi risiko terkena penyakit jantung.
"Saya pernah punya pengalaman, seorang laki-laki serangan jantung di usia 28 tahun, pada saat sedang main futsal. Diselidiki lebih lanjut, ternyata sudah memiliki kebiasaan merokok 2 bungkus per hari sejak kelas 3 SD," jelas dia.
Azlan menekankan kematian mendadak pada usia yang lebih muda, tidak selalu akibat serangan jantung, meskipun proporsi penyebabnya paling banyak memang masih disebabkan oleh serangan jantung, serangan akibat sumbatan pada pembuluh darah jantung.
"Adakalanya gangguan irama jantung seperti Brugada, atau kelainan otot jantung yang sangat tebal yang disebut sebagai Hypertrophic Cardiomyopathy, dapat pula menyebabkan kematian mendadak, yang bukan disebabkan akibat serangan jantung," pungkas Azlan. (Ant/OL-1)
Kondisi kaki dapat memberikan petunjuk penting terkait kesehatan saraf, peredaran darah, hingga penyakit sistemik.
Ancaman super flu, infeksi saluran pernapasan akibat virus influenza dengan gejala yang lebih berat dibanding flu biasa, kian menjadi perhatian.
Pekerja lapangan menghadapi risiko penyakit yang cukup serius, mulai dari leptospirosis, infeksi kulit, diare, hingga infeksi saluran pernapasan.
Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan satu anak dengan gizi buruk, satu anak stunting, dan enam anak dengan gizi kurang.
SERANGAN penyakit kutu air (balancat) dan diare mulai menyerang korban banjir di Provinsi Kalimantan Selatan.
Kolesterol yang tinggi sering disebut sebagai silent killer dan dapat menjadi penyebab dari berbagai penyakit serius.
Peningkatan risiko penyakit jantung koroner pada golongan darah non-O diduga berkaitan dengan kadar faktor pembekuan darah dan penanda inflamasi yang lebih tinggi.
Nyeri leher tak selalu akibat salah tidur. Dalam kondisi tertentu, sakit leher bisa menjadi gejala serangan jantung. Kenali tanda dan risikonya.
Tes darah baru mampu mendeteksi risiko komplikasi mematikan pada pasien hypertrophic cardiomyopathy (HCM). Terobosan besar bagi jutaan pengidap jantung genetik.
Peradangan kronis pada gigi dan gusi bukan sekadar rasa nyeri, melainkan proses biologis yang memengaruhi pembuluh darah.
Para pelari disarankan agar rutin mendeteksi masalah jantung, seperti keberadaan plak, sedini mungkin.
LDL, yang dikenal sebagai kolesterol jahat, merupakan faktor utama penyakit kardiovaskular.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved