Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PERSATUAN Guru Republik Indonesia (PGRI) merasa prihatin terhadap nasib guru-guru PPPK di daerah yang belum menerima gaji. Sejak dinyatakan lulus seleksi pada Januari lalu, hingga kini sudah 9 bulan para guru tersebut tidak mendapatkan hak mereka.
"Prihatin guru-guru yang sudah mengabdi untuk bangsa dan negara, 9 bulan tidak digaji. Ini kalau benar adanya sungguh sangat memprihatinkan buat kita semua," ujar Wakil Sekjen PB PGRI Dudung Abdul Qodir kepada Media Indonesia, Kamis (29/9).
Dia mengatakan bahwa seharusnya program ASN PPPK Guru ini sudah terencana dengan baik. Mulai dari jumlah guru yang akan diterima, anggaran yang disiapkan dari pusat dan bagaimana Pemda segera menganggarkan di APBD. "Nah kalau itu dilakukan sebetulnya tidak harus terjadi 9 bulan guru PPPK tidak mendapatkan gaji," imbuhnya.
Menurutnya, tak digaji selama 9 bulan bukan waktu yang singkat dan dampak sangat buruk bagi ekonomi guru itu sendiri. Lantas, dia mendorong pemerintah untuk serius mengatasi persoalan ini dengan segera.
Baca juga: Kemendikbud-Ristek Tegaskan Data Guru PPPK Ada di Pemda
Berdasarkan UU, lanjutnya, guru wajib dilindungi baik oleh pemerintah, organisasi profesi dan masyarakat. Hal itu terkait dengan pelaksanaan tugas dan fungsi sebagai guru, maupun dalam upaya peningkatan kesejahteraan guru.
Dia pun menyoroti RUU Sisdiknas yang tengah dirancang, termasuk untuk menjamin kesejahteraan guru. Dengan adanya persoalan ini, Dudung merasa ragu dengan komitmen pemerintah.
"Bagaimana mungkin pemerintah akan memberikan sebuah kesejahteraan yang lebih di RUU Sisdiknas, persoalan kecil seperti ini saja tidak bisa diselesaikan dengan baik . Artinya komunikasi, koordinasi dan kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah harus segera diperbaiki dan ditingkatkan sinerginya sehingga apapun persoalannya bisa dicarikan solusinya," tutupnya.(OL-4)
Pelantikan pengangkatan guru dan tenaga pendidikan tersebut akan dilaksanakan secara serempak pada Jumat (12/12).
Hetifah menekankan jika status honorer akan dihapus, tidak boleh dimaknai sebagai penghapusan hak.
Selain penambahan insentif, pemerintah juga menyiapkan program pengembangan kompetensi yang lebih terstruktur untuk para guru.
Ketua DPRD DKI Jakarta, Khoirudin, menilai kesejahteraan guru, khususnya guru honorer, masih perlu menjadi perhatian serius karena mereka berada di garda terdepan dalam proses pendidikan.
Pemerintah berencana meningkatkan kesejahteraan guru honorer di Indonesia melalui penambahan insentif serta sejumlah kebijakan pendukung lainnya.
Pihak Kemendikdasmen mengatakan bahwa saat ini pihaknya sedang mengupayakan penuntasan guru PPG untuk meningkatkan kesejahteraan guru honorer.
PGRI mendesak pemerintah dan DPR untuk memasukkan Perlindungan Guru secara eksplisit dalam rancangan peraturan perundang-undangan.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq, menegaskan bahwa pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto sedang menjalankan revolusi.
Sejumlah guru membeli makanan tradisional jenang saat aksi borong dagangan di Pasar Bawang, Kota Kediri, Jawa Timur.
PGRI mengapresiasi sikap Presiden Prabowo Subianto yang memberikan rehabilitasi kepada dua tenaga pendidikan Abdul Muis dan Rasnal asal Luwu Utara, Sulawesi Selatan
TKA merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang berlandaskan pada nilai integritas dan kejujuran.
Seorang guru bernama Melani Wamea, 31, di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, tewas dianiaya sekelompok orang tidak dikenal (OTK).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved