Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
PERINGATAN Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 PGRI menjadi salah satu momentum penting bagi konsolidasi pendidikan nasional. Dalam acara yang dihadiri ribuan guru dari seluruh Indonesia ini, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq, menegaskan bahwa pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto sedang menjalankan revolusi kebijakan pendidikan yang menyentuh akar persoalan, mulai dari penguatan kompetensi guru, pemerataan layanan pendidikan, hingga revitalisasi sekolah secara masif.
Mengawali sambutannya, Wamen Fajar menyampaikan apresiasi kepada PGRI yang terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperkuat kualitas pendidikan nasional melalui para guru.
Lebih lanjut, Wamen Fajar menegaskan bahwa sejak dilantik Presiden Prabowo, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti bergerak dengan prinsip bahwa negara tidak boleh lagi membedakan sekolah negeri dan swasta.
"Kami meyakini bahwa sekolah negeri maupun swasta memiliki peran yang sama penting sebagai pilar pendidikan bangsa," kata Wamen, dalam keterangannya, Sabtu, (29/11).
Menurut Wamen Fajar, kebijakan redistribusi guru melalui Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2025 adalah wujud nyata agar sekolah swasta tidak ditinggalkan.
Adapun untuk meningkatkan kompetensi guru, menurut Wamen Fajar, mulai September 2025, sebanyak 12.500 guru akan mengikuti pendidikan S1 di 92 LPTK dengan dukungan biaya Rp3 juta per semester. Dan tahun 2026 jumlahnya akan ditingkatkan menjadi 150 ribu guru, dan terus diperbesar hingga tuntas pada 2027.
Di sisi lain, Ketua Umum PGRI, Unifah Rosyidi, menyampaikan aspirasi para guru. PGRI menegaskan dukungan terhadap RUU Sisdiknas, dan meminta agar tidak ada lagi perbedaan antara guru negeri dan swasta, baik dalam kesejahteraan maupun kesempatan belajar.
“Terima kasih atas kehadiran Pak Wamen di HUT PGRI, guru-guru hari ini memiliki semangat belajar dan terus berkembang. Tolong sampaikan aspirasi kami kepada Pak Menteri,” ungkapnya
Menanggapi aspirasi tersebut, Wamen Fajar menjelaskan bahwa banyak di antara aspirasi PGRI yang telah dikerjakan pemerintah secara bertahap selama satu tahun terakhir, dan akan terus disempurnakan dengan dukungan dari berbagai pihak, salah satunya PGRI.
Di akhir sambutannya, Wamen Fajar mengajak seluruh guru memperkuat komitmen bersama dalam revolusi pendidikan yang sedang berjalan. “Mari kita berdoa agar semua kebijakan terimplementasi dengan baik di lapangan, Pemerintah dan PGRI harus terus berjalan bersama untuk melahirkan generasi emas bangsa di tahun 2045,” pesannya. (H-3)
Di tengah derasnya arus teknologi, perhatian pada tulisan tangan terasa seperti langkah mundu
Bangsa kita telah mengalami sejarah panjang bagaimana memosisikan ujian sebagai bagian dari evaluasi hasil belajar di tingkat pendidikan dasar dan menengah.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak memangkas anggaran pendidikan sebagaimana narasi yang beredar di publik.
Teddy menjelaskan bahwa program MBG justru dirancang untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) sejak dini, mulai dari jenjang PAUD hingga SMA.
Kepala BPIP Yudian Wahyudi menegaskan bahwa pendidikan Pancasila harus menjadi arus utama dalam pembentukan karakter generasi muda
Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Azis Subekti, meminta publik untuk bersikap jernih dan jujur dalam membaca struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
PGRI mendesak pemerintah dan DPR untuk memasukkan Perlindungan Guru secara eksplisit dalam rancangan peraturan perundang-undangan.
Sejumlah guru membeli makanan tradisional jenang saat aksi borong dagangan di Pasar Bawang, Kota Kediri, Jawa Timur.
PGRI mengapresiasi sikap Presiden Prabowo Subianto yang memberikan rehabilitasi kepada dua tenaga pendidikan Abdul Muis dan Rasnal asal Luwu Utara, Sulawesi Selatan
TKA merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang berlandaskan pada nilai integritas dan kejujuran.
Seorang guru bernama Melani Wamea, 31, di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, tewas dianiaya sekelompok orang tidak dikenal (OTK).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved