Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

HUT ke-80 PGRI, Wamen Fajar Tegaskan Revolusi Kebijakan Pendidikan

Media Indonesia
29/11/2025 20:16
HUT ke-80 PGRI, Wamen Fajar Tegaskan Revolusi Kebijakan Pendidikan
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq (kiri).(Dok. Kemendikdasmen)

PERINGATAN Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 PGRI menjadi salah satu momentum penting bagi konsolidasi pendidikan nasional. Dalam acara yang dihadiri ribuan guru dari seluruh Indonesia ini, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq, menegaskan bahwa pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto sedang menjalankan revolusi kebijakan pendidikan yang menyentuh akar persoalan, mulai dari penguatan kompetensi guru, pemerataan layanan pendidikan, hingga revitalisasi sekolah secara masif.

Mengawali sambutannya, Wamen Fajar menyampaikan apresiasi kepada PGRI yang terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperkuat kualitas pendidikan nasional melalui para guru.

Lebih lanjut, Wamen Fajar menegaskan bahwa sejak dilantik Presiden Prabowo, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti bergerak dengan prinsip bahwa negara tidak boleh lagi membedakan sekolah negeri dan swasta.

"Kami meyakini bahwa sekolah negeri maupun swasta memiliki peran yang sama penting sebagai pilar pendidikan bangsa," kata Wamen, dalam keterangannya, Sabtu, (29/11).

Menurut Wamen Fajar, kebijakan redistribusi guru melalui Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2025 adalah wujud nyata agar sekolah swasta tidak ditinggalkan.

Adapun untuk meningkatkan kompetensi guru, menurut Wamen Fajar,  mulai September 2025, sebanyak 12.500 guru akan mengikuti pendidikan S1 di 92 LPTK dengan dukungan biaya Rp3 juta per semester. Dan tahun 2026 jumlahnya akan ditingkatkan menjadi 150 ribu guru, dan terus diperbesar hingga tuntas pada 2027.

Di sisi lain,  Ketua Umum PGRI, Unifah Rosyidi, menyampaikan aspirasi para guru. PGRI menegaskan dukungan terhadap RUU Sisdiknas, dan meminta agar tidak ada lagi perbedaan antara guru negeri dan swasta, baik dalam kesejahteraan maupun kesempatan belajar.
 
“Terima kasih atas kehadiran Pak Wamen di HUT PGRI, guru-guru hari ini memiliki semangat belajar dan terus berkembang. Tolong sampaikan aspirasi kami kepada Pak Menteri,” ungkapnya

Menanggapi aspirasi tersebut, Wamen Fajar menjelaskan bahwa banyak di antara aspirasi PGRI yang telah dikerjakan pemerintah secara bertahap selama satu tahun terakhir, dan akan terus disempurnakan dengan dukungan dari berbagai pihak, salah satunya PGRI.

Di akhir sambutannya, Wamen Fajar mengajak seluruh guru memperkuat komitmen bersama dalam revolusi pendidikan yang sedang berjalan. “Mari kita berdoa agar semua kebijakan terimplementasi dengan baik di lapangan, Pemerintah dan PGRI harus terus berjalan bersama untuk melahirkan generasi emas bangsa di tahun 2045,” pesannya. (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya