Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Puncak HUT ke-80 PGRI di HGN 2025, PGRI Dorong Perkuat Komitmen Kesejahteraan dan Perlindungan Guru

Syarief Oebaidillah
01/12/2025 13:44
Puncak  HUT ke-80 PGRI di HGN 2025, PGRI Dorong  Perkuat Komitmen Kesejahteraan dan  Perlindungan Guru
Ilustrasi(Dok Istimewa)

PERSATUAN Guru Republik Indonesia (PGRI) menggelar puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 PGRI dan Hari Guru Nasional (HGN) 2025 di BRItama Arena Kelapa Gading Jakarta Utara, Sabtu 29 November 2025. Acara dihadiri  ribuan guru se-Indonesia dan termasuk Wakil Menteri Kemendikdasmen Fajar Riza Ulhaq.

Dalam keterangannya pada sambutan HUT ke 80 tersebut, Ketua Umum PB PGRI Prof. Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd, menegaskan PGRI akan terus memperjuangkan hak-hak guru, terutama terkait kesejahteraan, peningkatan kompetensi, dan perlindungan hukum. Unifah menyoroti maraknya kasus kriminalisasi  kepada guru.

"PGRI mendesak pemerintah dan DPR untuk memasukkan Perlindungan Guru secara eksplisit dalam rancangan peraturan perundang-undangan, termasuk dalam RUU Sistem Pendidikan Nasional  atau Sisdiknas,"tegas Unifah.

PGRI juga meminta agar pemerintah tetap mempertahankan Tunjangan Profesi Guru dan Dosen (TPGD) minimal sebesar 1 kali gaji pokok, menuntaskan sertifikasi, memperkuat peran LPTK dalam menghasilkan sumber daya guru berkualitas, mempercepat rekrutmen ASN bagi guru honorer, memastikan kesetaraan antara guru negeri dan swasta, serta mendukung wajib belajar 13 tahun dimulai dari PAUD TK.

PGRI menyatakan dukungan terhadap program Asta Cita pemerintahan Presiden Prabowo Subianto  yang menempatkan peningkatan kualitas pendidikan sebagai salah satu prioritas nasional.

Unifah  mengapresiasi seluruh guru di Indonesia yang tetap berkomitmen menjalankan tugas pendidikan dalam berbagai kondisi. "Guru jangan hanya indah dipidatokan tapi tidak tampak keberpihakannya dalam kebijakan. Sudah saatnya semua pihak memenuhi harapan dari Pak Presiden agar seluruh pemangku kepentingan berpihak kepada wong cilik, kaum guru. Dedikasi guru adalah penerang bagi bangsa dan masa depan Indonesia,” tegas Unifah yang juga Guru Besar UNJ.

Dia juga mengingatkan dunia pendidikan tengah menghadapi tantangan besar akibat perkembangan teknologi, kecerdasan buatan, serta tuntutan keterampilan abad ke-21. Ia menyerukan agar guru terus berinovasi dan memperkuat kompetensi untuk menghadapi perubahan tersebut.

Dalam acara puncak ini diberikan pula penghargaan Dwija Praja Nugraha kepada gubernur, bupati, walikota yang berkomitmen tinggi dan peduli dalam peningkatan mutu guru dan pendidikan.

Selain itu, PGRI bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) mengadakan kegiatan donor darah bagi para pengurus dan anggota PGRI seluruh Indonesia. Kegiatan kemanusiaan donor darah ini ditargetkan menyasar lebih dari 20.000 guru dan tendik di seluruh Indonesia. 
Pada acara puncak peringatan ini, dilaksanakan pula penandatanganan MoU antara Ketua Umum PMI Jusuf Kalla dengan Ketua Umum PB PGRI, Unifah Rosyidi.

Mewakili segenap pimpinan dan jajaran  PGRI ,Unifah menyatakan keprihatinannya atas terjadinya musibah banjir bandang di Aceh, Sumut, dan Sumbar. "Semoga musibah tersebut segera teratasi dan saudara-saudara kita diberikan bantuan dan pertolongan serta keselamatan.Kami PGRI akan membuka Open Donasi guna membantu para korban tersebut," pungkas Unifah. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik