Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
ANGGOTA Komisi X DPR RI, Dede Yusuf meminta Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud-Ristek) Nadiem Makarim untuk segera mengklarifikasi keberadaan tim khusus atau shadow team-nya yang beranggotakan 400 orang. Sebab, Nadiem sudah menyebutnya di forum resmi internasional dan kemudian diviralkan melalui media sosial Instagram miliknya.
"Ini bukan slip of the tongue, bukan keceplosan lidah tetapi menjadi pengakuan yang dibanggakan di forum internasional," ujar Dede menyesalkan pernyataan Nadiem tersebut ketika dihubungi Media Indonesia, Minggu (25/9).
Politisi Partai Demokrat itu menegaskan bahwa DPR akan meminta Nadiem menjelaskan keberadaan tim tersebut. Saat ini, anggota DPR masih menjalankan tugas di masing-masing daerah, sehingga belum sempat membahasnya.
Baca juga: Peran Generasi Muda dalam Transformasi Digital untuk Akselerasi Pembangunan
"Harus diklarifikasi menterinya, menteri harus jelaskan ke publik. DPR akan mempertanyakan itu siapa orangnya," imbuhnya.
Menurut Dede, jumlah 400 anggota tim sudah sangat gemuk bagi instansi kementerian yang memiliki banyak ASN. Apalagi, para ketua atau managernya disebut setara direktur jenderal.
"Kalau sampai 400 secara kasat mata gemuk banget lah. Kami kan setiap saat ketemu Mendikbud, yang mana sih orangnya? Yang dibilang setara dirjen itu yang mana? Tolong dijelaskan yang mana, tugasnya apa, kewenangannya apa, lalu apakah dengan adanya 400 ini outputnya menjadi lebih baik?" tegasnya.
Dia menambahkan bahwa kebijakan di kementerian seharusnya diambil oleh pejabat yang diberi wewenang oleh negara. Dan seharusnya Nadiem memaksimalkan para ASN sebagai bagian dari timnya, sebab ASN yang direkrut juga sebenarnya memiliki keahlian atau kualifikasi tertentu. Tidak secara acak jadi ASN dan ditempatkan di kementerian.
"Apakah tidak mempercayai yang sudah ada. Artinya sama saja distrust kepada para dirjen, direktur dan lain-lain," sebutnya.
Dede menjelaskan bahwa saat ini isu krusial yang harus dibahas adalah terkait RUU Sisdiknas dan juga rekrutmen PPPK guru yang masih carut-marut. Dirinya tidak ingin ada persoalan lain yang justru bisa mengaburkan isu-isu krusial tersebut. (H-3)
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Abidin Fikri, menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada penjelasan resmi dari Kerajaan Arab Saudi mengenai dugaan penundaan pelaksanaan ibadah haji.
Anggota Komisi VI DPR RI Nevi Zuairina mengingatkan pentingnya menjaga stabilitas distribusi dan kepercayaan publik terkait ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) nasional.
Anggota Komisi IX DPR RI Vita Ervina desak pemerintah gerak cepat cari 3 ABK WNI yang hilang di Selat Hormuz usai ledakan Musaffah 2 di tengah konflik Iran-Israel.
Kepanikan masyarakat tidak muncul begitu saja, melainkan dipicu oleh ketidakseimbangan informasi dan hilangnya kepercayaan publik terhadap jaminan pasokan negara.
Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian mengatakan Permenkomdigi 9/2026 merupakan langkah yang konkret Perlindungan anak di ruang digital.
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Eko Hendro Purnomo menegaskan pentingnya kesiapan sektor energi dan transportasi darat pada periode arus mudik dan arus balik Idul Fitri 2026.
Efisiensi anggaran 2025 terhadap Kementerian/Lembaga itu didasarkan pada dikeluarkannya Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 tahun 2025 tertanggal 22 Januari 2025
EFISIENSI belanja negara di sejumlah pos kementerian/lembaga harus dilakukan dengan cermat. Jangan sampai keputusan untuk menghemat anggaran tersebut memberikan dampak yang negatif
Penandatanganan Nota Kesepahaman ini diharapkan menjadi langkah awal yang positif dalam rangka mewujudkan visi Indonesia maju.
Direktur Indef Esther Sri Astuti menuturkan, target pemerintah untuk mencapai pertumbuhan ekonomi di angka 8% bukan pekerjaan mudah.
Presiden Joko Widodo menegaskan predikat WTP yang diperoleh kementerian/lembaga dalam laporan pengelolaan keuangan adalah kewajiban, bukan prestasi.
IAS ditargetkan menjadi kekuatan sentral dalam memberikan layanan pendukung bandar udara serta maskapai penerbangan demi pertumbuhan industri pariwisata Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved