Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGGOTA Komisi X DPR RI, Dede Yusuf meminta Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud-Ristek) Nadiem Makarim untuk segera mengklarifikasi keberadaan tim khusus atau shadow team-nya yang beranggotakan 400 orang. Sebab, Nadiem sudah menyebutnya di forum resmi internasional dan kemudian diviralkan melalui media sosial Instagram miliknya.
"Ini bukan slip of the tongue, bukan keceplosan lidah tetapi menjadi pengakuan yang dibanggakan di forum internasional," ujar Dede menyesalkan pernyataan Nadiem tersebut ketika dihubungi Media Indonesia, Minggu (25/9).
Politisi Partai Demokrat itu menegaskan bahwa DPR akan meminta Nadiem menjelaskan keberadaan tim tersebut. Saat ini, anggota DPR masih menjalankan tugas di masing-masing daerah, sehingga belum sempat membahasnya.
Baca juga: Peran Generasi Muda dalam Transformasi Digital untuk Akselerasi Pembangunan
"Harus diklarifikasi menterinya, menteri harus jelaskan ke publik. DPR akan mempertanyakan itu siapa orangnya," imbuhnya.
Menurut Dede, jumlah 400 anggota tim sudah sangat gemuk bagi instansi kementerian yang memiliki banyak ASN. Apalagi, para ketua atau managernya disebut setara direktur jenderal.
"Kalau sampai 400 secara kasat mata gemuk banget lah. Kami kan setiap saat ketemu Mendikbud, yang mana sih orangnya? Yang dibilang setara dirjen itu yang mana? Tolong dijelaskan yang mana, tugasnya apa, kewenangannya apa, lalu apakah dengan adanya 400 ini outputnya menjadi lebih baik?" tegasnya.
Dia menambahkan bahwa kebijakan di kementerian seharusnya diambil oleh pejabat yang diberi wewenang oleh negara. Dan seharusnya Nadiem memaksimalkan para ASN sebagai bagian dari timnya, sebab ASN yang direkrut juga sebenarnya memiliki keahlian atau kualifikasi tertentu. Tidak secara acak jadi ASN dan ditempatkan di kementerian.
"Apakah tidak mempercayai yang sudah ada. Artinya sama saja distrust kepada para dirjen, direktur dan lain-lain," sebutnya.
Dede menjelaskan bahwa saat ini isu krusial yang harus dibahas adalah terkait RUU Sisdiknas dan juga rekrutmen PPPK guru yang masih carut-marut. Dirinya tidak ingin ada persoalan lain yang justru bisa mengaburkan isu-isu krusial tersebut. (H-3)
Ketua Komisi Percepatan Reformasi Polri Jimly Asshiddiqie menilai reformasi Polri tak bisa instan karena 30 aturan internal perlu dibenahi.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti penghapusan 11 juta peserta PBI BPJS dan meminta penonaktifan tidak mendadak serta disertai sosialisasi.
DPR RI memastikan layanan kesehatan peserta PBI BPJS tetap berjalan selama 3 bulan ke depan meski ada penonaktifan, dengan iuran ditanggung pemerintah.
Anggota Komisi VII DPR RI Samuel Wattimena menyoroti belum optimalnya penyerapan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2.
Abdullah juga mengaitkan temuan ini dengan aksi KPK sebelumnya yang menjaring pegawai Bea Cukai di Jakarta dan Lampung terkait kasus dugaan korupsi importasi.
Panitia Kerja (Panja) Lingkungan Hidup Komisi XII DPR RI melakukan kunjungan kerja ke Onshore Processing Facility (OPF) Saka Indonesia Pangkah Limited (PGN SAKA) di Gresik.
Efisiensi anggaran 2025 terhadap Kementerian/Lembaga itu didasarkan pada dikeluarkannya Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 tahun 2025 tertanggal 22 Januari 2025
EFISIENSI belanja negara di sejumlah pos kementerian/lembaga harus dilakukan dengan cermat. Jangan sampai keputusan untuk menghemat anggaran tersebut memberikan dampak yang negatif
Penandatanganan Nota Kesepahaman ini diharapkan menjadi langkah awal yang positif dalam rangka mewujudkan visi Indonesia maju.
Direktur Indef Esther Sri Astuti menuturkan, target pemerintah untuk mencapai pertumbuhan ekonomi di angka 8% bukan pekerjaan mudah.
Presiden Joko Widodo menegaskan predikat WTP yang diperoleh kementerian/lembaga dalam laporan pengelolaan keuangan adalah kewajiban, bukan prestasi.
IAS ditargetkan menjadi kekuatan sentral dalam memberikan layanan pendukung bandar udara serta maskapai penerbangan demi pertumbuhan industri pariwisata Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved