Minggu 25 September 2022, 15:43 WIB

Peran Generasi Muda dalam Transformasi Digital untuk Akselerasi Pembangunan 

Mediaindonesia.com | Humaniora
Peran Generasi Muda dalam Transformasi Digital untuk Akselerasi Pembangunan 

MI/Sumaryanto Bronto.
Pelajar menggunakan gawai dengan internet gratis dari Bakti Kemenkominfo saat belajar di Kantor Kepala Desa Tulakadi, Tasifeto Timur, NTT.

 

PERAN aktif generasi muda dalam meningkatkan literasi digital masyarakat sangat penting untuk mengakselerasi proses transformasi yang mampu mendorong pertumbuhan di sejumlah sektor di negeri ini. 

"Peran aktif generasi muda dalam proses transformasi berbagai bidang di negeri ini lewat literasi digital merupakan langkah strategis yang harus segera direalisasikan," kata Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Minggu (25/9). 

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sekitar 27,94% penduduk di dalam negeri berasal dari generasi kelahiran 1997-2012. Adapun menurut data Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), jumlah penduduk generasi Z yang berusia 10-24 tahun sebanyak 68.662.815 jiwa hingga 31 Desember 2021.

Menurut Lestari, generasi Z yang sejak lahir sudah mengenal gawai yang kental dengan teknologi digital bisa berperan aktif dalam proses peningkatan literasi digital masyarakat, tentu dibarengi dengan penguatan nilai-nilai luhur kebangsaan dalam prosesnya. Rerie, sapaan akrab Lestari berpendapat pemanfaatan teknologi digital di berbagai sektor pada era saat ini berpotensi mengakselerasi proses transformasi dalam pembangunan negeri. 

Generasi muda yang melek digital dan dibekali dengan nilai-nilai kebangsaan yang kuat, menurut Rerie yang juga anggota Komisi X DPR dari Dapil II Jawa Tengah, bisa berperan menjadi agen perubahan dalam proses transformasi untuk mempercepat pencapaian target pembangunan yang telah dicanangkan. Rerie berharap strategi membentuk generasi muda menjadi agen perubahan lewat partisipasi aktif dalam penguatan literasi digital direalisasikan sejak dini bisa melalui kurikulum dan pola ajar di bangku-bangku sekolah. 

Selain itu, ujar Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu, secara bersamaan pelibatan komunitas pemuda di lingkungan tempat tinggal dalam penguatan literasi digital masyarakat juga sangat diperlukan agar cakupan melek digital secara konsisten meluas. Kolaborasi para pemangku kepentingan dan masyarakat dalam membentuk generasi muda sebagai agen perubahan, menurut Rerie, sangat penting untuk membangun literasi digital masyarakat. 

Dengan semakin luasnya literasi digital masyarakat, Rerie berharap, upaya bangsa ini untuk mengakselerasi pembangunan di sejumlah sektor, bisa direalisasikan. (OL-14)

Baca Juga

Dok. Pribadi

Rekomendasi Langkah bagi Guru untuk Pemulihan Hasil Belajar yang Hilang karena Pandemi

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 08 Desember 2022, 23:21 WIB
Pandemi Covid-19 yang berlangsung selama dua tahun terakhir menjadi tantangan bagi sekolah dalam menjalankan...
dok.ist

APTISI dan LKBH UTA ’45 Jakarta Siap Gugat ke PTUN terhadap UKAI

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 08 Desember 2022, 22:12 WIB
Panitia Nasional Uji Kompetensi Apoteker Indonesia (PN UKAI) dinilai merugikan ribuan calon apoteker yang dianggap gagal dalam uji...
Ist

Generali Edukasi Semua Karyawan Hormati Penyandang Disabilitas

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 08 Desember 2022, 21:46 WIB
Memperingati Hari Disabilitas Internasional, Generali Indonesia mengedukasi seluruh karyawan tentang pentingnya menghormati setiap orang,...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya