Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno, kembali ingatkan para sineas yang ada di Pulau Jawa untuk berpartisipasi dalam Festival Film Bulanan.
“Buat sineas yang ada di wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur pendaftaran masih dibuka sampai tanggal 12 Agustus 2022 pukul 23.59 WIB. Ayo, daftarkan karya terbaik kalian di festivalfilmbulanan,” ujar Sandiaga Uno, Kamis (11/8).
Lebih lanjut dipaparkan, bagi sineas yang ada di wilayah Kalimantan dan Sulawesi bisa berpartisipasi di bulan September. Sementara bagi sineas yang berdomisili di Aceh, Riau, Sumatera, dan Bangka Belitung bisa mendaftarkan karyanya pada bulan Oktober.
Lalu bagi sineas yang ada di Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Maluku, dan Papua bisa ikut serta di bulan November.
Menurut Sandiaga, penyelenggaraan festival film berdasarkan zonasi ini bertujuan supaya menjadi kegiatan dengan penyebaran social impact merata sehingga menjadi program yang tepat sasaran, tepat manfaat, dan tepat waktu.
Kehadiran Festival Film Bulanan yang sebelumnya bernama Family Sunday Movie (FSM) ini diharapkan dapat menghidupkan ekosistem perfilman, membuka jalur distribusi karya para sineas daerah, dan menciptakan lapangan kerja seluas-luasnya.
Baca juga: Sandiaga Uno Ajak Pelaku Ekraf untuk Bersatu Padu Hadapi Tantangan
Bagi dua film yang berhasil menjadi Official Selection setiap bulannya, akan mendapatkan apresiasi dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) berupa sertifikat, suvenir, publikasi di portal nasional, dan penayangan poster film di sejumlah area gedung Kemenparekraf.
Film terpilih juga akan ditayangkan secara premier di kanal YouTube Kemenparekraf selama satu bulan dan menjadi nominasi di Malam Anugerah Festival Film Bulanan yang akan diadakan pada akhir tahun.
Bagi peraih Official Selection FSM periode Februari hingga Juni lalu, Sandiaga juga mengimbau agar tidak perlu khawatir karena tetap akan menjadi nominasi pada Malam Anugerah Festival Film Bulanan bersama Official Selection periode Agustus sampai November.
"Buat generasi muda harapan bangsa, daripada jadi kaum rebahan, lebih baik ikut Festival Film Bulanan. Selamat berkompetisi dan tunjukkan eksistensi! Karena mahakarya akan selalu menemukan jalannya,” tutup Sandiaga. (RO/OL-09)
JELANG Hari Raya Idulfitri, Yayasan Indonesia Setara (YIS) bekerja sama dengan Gerakan Masyarakat Wirausaha menggelar pelatihan membuat kue kering Lebaran bagi para ibu rumah tangga.
BUKA lapangan kerja, Yayasan Indonesia Setara (YIS) Bersama UMKM Sahabat Sandi menggelar Workshop Baking Kue Kering Lebaran.
BUKA lapangan kerja, Yayasan Indonesia Setara (YIS) bekerja sama dengan Gebrakan Anak Negeri (GAN) menggelar Workshop Kuliner Olahan Emping Melinjo - Brownies Topping Emping & Emping Caramel.
PULUHAN pelaku usaha kecil mengikuti pelatihan pembuatan produk inovatif dalam Program Desa EMAS (Ekonomi Maju & Sejahtera) 2026 di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.
Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen pemberdayaan masyarakat, khususnya perempuan, agar mampu mandiri secara ekonomi serta memiliki kesempatan yang setara.
SANDINATION Academy bersama Yayasan Indonesia Setara (YIS) menggelar Offline Mentoring Rocket Incubation 2026 di Aula Masjid At-Taqwa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Sabtu (7/2).
Sejak kemunculannya, Nussa telah menjadi ikon animasi yang lekat dengan nilai-nilai positif bagi anak-anak.
Christine Hakim tidak kuasa menahan air mata saat membagikan pengalamannya menghidupkan sosok Ibu Wibisana dalam film adaptasi novel karya Leila S Chudori, Laut Bercerita.
Menurut Dian Sastrowardoyo, sosok Kinan dalam film Laut Bercerita adalah representasi perempuan yang sangat inspiratif.
Reza Rahadian mengungkapkan bahwa dalam mendalami karakter Biru Laut, ia memilih untuk tetap setia pada pondasi awal yang telah dibangun penulis.
Joko Anwar memaparkan bahwa film Ghost in the Cell bukan sekadar sajian horor biasa, melainkan sebuah eksplorasi karakter yang sangat mendalam.
Suzzanna dalam film Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa bukan sekadar tokoh hantu, melainkan representasi perlawanan terhadap ketidakadilan yang dialami wanita.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved